Jumat, 05 Mei 2006

"titip tanganku untuk menyalaminya

selamat menempuh hidup baru
mungkin tidak akan mudah
tapi dia patut mencobanya
tidak akan selalu indah juga
tapi itulah yang membuatnya lebih berarti
aku mendoakannya dalam arti yang sebenarnya
tuhan dilangit mudah-mudahan akan mengabulkannya
titip tanganku untuk menyalaminya
mungkin aku akan sulit tersenyum
mungkin juga tidak ada kata yang akan terucap
tapi kukira dia tahu apa yang bergemuruh dihatiku
sesaatpun aku tidak pernah merelakannya untuk tidak berbahagia
aku tidak akan menangis
tapi tidak sanggup juga tuk tertawa
mungkin hanya senyum kecil
tapi dengan aliran air mata yang kecil juga
dia telah berlabuh
sementara perahuku yang rapuh masih harus berlayar
entah hingga ke tepian mana
mungkin di kaki langit ada tempat kecil yang aku bisa membuang sauh
dan sejenak beristirahat sebelum kembali
yang kembali yang sebenarnya kembali


(dari seseorang untuk seseorang: sekali lagi ijinkan aku jadi merpati)
Previous Post
Next Post

Coffee addicted and mother of words

0 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)