Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Jumat, 15 Desember 2006

Catatan kecil Untuk Nanda

"siapa nanda Han?"
"kemana nandanya, siapa yang culik?"
"udah ketembu belum nandanya?"
sebenarnya catatan kecil ini sudah bunda tulis sekali, tapi ketika akan bunda publish
servernya error terpaksa kembali bunda mengeja huruf, mengail lagi tulisan yang tadi sempat hanyut terbawa arus koneksi internet. kendali memang bukan ditangan bunda.
terpaksa deh bunda putar haluan, karena cerita yang tadi sudah out of date untuk bunda tampilkan disini, enak sekali ya menjadi nanda....hilang lalu tiba-tiba muncul dan bilang "bunda kemana tadi?" apa ngga salah tuh nda...? bukannya tadi nanda yang tiba-tiba hilang tanpa pesan, tanpa sepotong roti diatas meja bunda seperti biasanya? tanpa lonceng yang berdering hingga membuat bunda mu reflek menarik sesuatu.
bunda sempat kehilangan tadi, bunda fikir nanda pergi ke Rumah Tuhan untuk mengambil air di keran untuk bunda, atau mencari telur setengah matang untuk menu makan siang ini. atau pergi keruang sebelah untuk ngeprint ini- ngeprint itu, maklum, nanda bunda kan laki-laki super busy ya nda ya....??? sibuker ulung yang sebentar sebentar hilang, bahkan kadang tanpa pamit. lalu tiba-tiba.."bunda, nanda sholat dll."
oh...tahulah bunda sekarang....nanda sedang menghadap Tuhannya...
tapi kok..sepuluh menit, 30 menit...satu jam berlalu belum selesai juga...ah, dia sengaja kali buat bundanya menunggu kelamaan. pulang-pulang dengan gaya tak berdosanya dia bilang "setelah pulang dari Rumah Tuhan tadi nda kemari, kesana, kesitu bunda...." anak baik memang...terus buat laporan khusus untuk bunda ya???
nanda manusia kan bunda? tanya mu kemarin siang. tidak mungkin bunda jawab nanda adalah burung kakak tua yang sedang bacinto yang ada diteras depan rumah bunda kan? makanya wajar kalau nanda bisa merasakan hal-hal gaib dari yang tersirat sekalipun.
mungkin itu pula yang membuatmu berani bilang bunda tidak adil sekarang ya? berani bilang rindu kepada bundanya. mm...seperti apa adil menurut mu nda sayang???
seperti telur setengah matang yang bunda belahkah? lalu kuningnya meleleh dan yang meleleh itu bunda berikan bukan untuk nanda? atau seperti paruh burung yang tidak cukup bengkok? sehingga ia hanya bisa mematuk dengan dangkal?
nanda ku sayang...beberapa hari ini bunda perhatikan dia kadang suka ge er juga...apalagi bundanya yang baik hati ini suka membuat status tentangnya didepan pintu bunda. bunda suka orang-orang ge er kok...kadang bunda juga suka begitu kok...wajar itu sayang...ngga usah malu sama bunda...kita sama-sama manusia, bukan super man atau robot.
salam rindu
bunda ihan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email