Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Jumat, 19 Januari 2007

D H

beberapa minggu terakhir ini kondisi kesehatan ku memang ngga jelas, kadang aku hampir-hampir jatuh kalau sudah terlalu sakit. kadang juga aku sama sekali tidak bisa membuka mata dan kepalaku sakitnya luar biasa. terutama bagian depan dan belakangnya.

selama itu pula aku tak pernah mengurusi rumah maya ku lagi, kubiarkan terbengkalai dengan halaman yang tidak bersih, aku sama sekali tidak merapikannya. bukannya tidak ingin, tapi melihatnya saja sudah membuat kepalaku terus berdenyut dan berdenyut. memang tidak ada yang berarti selama ini yang bisa kulakukan.

kemarin ada beberapa tulisan kumal yang sebenarnya tak layak untuk dipublish disana, tapu setidaknya lumayanlah untuk membuat suasana baru dirumah tak berpintu itu. dan hari ini sepertinya memang tidak bisa ditunda lagi kalau aku tidak mau dihukum. ingin menuliskan sesuatu dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. menulis apa saja tetapi bukan soal perasaan ku. karena perasaan ku sedang kosong. mungkin aku akan mati tak lama lagi.


dear haning...
puisi cinta untuk mu ada dijari manis ku sekarang, jangan lagi berfikir tidak ada apa-apa untuk mu, jangan lagi berfikir semuanya hanya catatan usang yang sama sekali tidak ada artinya. aku sudah belajar untuk mengutuhkan semuanya, tidak ada bukan berarti lupa atau dihilangkan, tidak ada bukan berarti tak ingat atau sengaja tak diingat.


tangan ku mulai dingin, bukan karena puisi yang selalu bergantung dijari ku, bukan juga karena yang satunya masih ada dilemari pakaian ku. entah apa yang membuat tiba-tiba aku pucat dan kedinginan dan aku merasa sangat lelah, lelah sekali. tangan ku gemetar ketika sedang menuliskan kalimat-klimat ini, but...semua ini untuk mu. sekotak cinta dari perempuan biasa kepada satu lelaki hebat, kamu!

kedepan aku cuma butuh sedikit energi dari mu untuk memapahku berjalan dari taman kecil yang banyak melatinya itu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email