Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Selasa, 22 Februari 2011

Lelaki yang Merampas Hati

Tuhan, aku ingin memberi tahu bahwa tidak ada yang berubah dari caraku mencintainya, bahkan dari caraku mengingatnyapun masih sama seperti enam tahun yang lalu, ini adalah awal-awal sebelum pertemuan kami, aku ingin bilang, dan hanya ingin mengatakan hal yang sama bahwa hanya dia yang bisa merampas hati ini dengan sempurna.

Tuhan, aku tahu mulai ada yang berubah dari ritme yang berdenting, tapi harmoni yang tercipta dari mencintainya telah terlanjur masuk dalam setiap urat syaraf dan mengalir ke seluruh jiwa. Dan itu memberikan getaran dan sensasi yang luar biasa. Seperti aroma arak yang menggiurkan, maka setiap hari adalah hari-hari memabukkan yang nikmat. Hari-hari penuh imajinasi yang melambungkan angan.

tak banyak memang yang mampu kuingat tentangmu, selain alismu yang tidak begitu tebal tapi tumbuh begitu sempurna di atas ke dua bola matamu yang memberi damai setiap kali aku berusaha masuk ke dalamnya. Wajahmu yang bulat penuh, nyaris menyerupai purnama yang selalu memancarkan kilau ketakjuban, wajah yang selalu membuat rindu, wajah yang selalu membuatku menunggu; dengan caraku, dengan cara yang telah kita sepakati bersama. Dengan cara paling sederhana yang bisa kita lakukan, sesederhana purnama yang tak pernah absen setiap bulannya.

Apalagi, oh ya, cara berjalanmu yang gagah dan menggoda, menggelitik hati untuk menggamit lenganmu dan sebelahnya lagi menggamit pinggangmu. Denganmu, aku selalu bisa terpesona, sejak enam tahun yang lalu, tak pernah berubah, tak pernah berkurang, sebab, cinta itu untuk dinikmati.

Senyummu yang mesra, kadang hanya kau kulum sebelum akhirnya merekah karena gelak tawa dari canda yang tercipta. Bila kau merasa muda denganku, maka aku merasa seperti anak-anak bila bersamamu, mencandaimu adalah hal terindah yang bisa kulakukan.

Suaramu, tentu saja aku selalu ingat suaramu, memang tidak semerdu seruling yang ditiup di tengah padang rerumputan, tetapi suara lelakimu begitu menggoda, mampu meluruhkan jiwa keperempuananku dengan cara paling tidak terduga sekalipun.Suara dewasa yang mampu mengirimkan ketenangan bagi jiwa manapun yang mendengarnya.

Tuhan, aku ingin bilang, bahwa aku sangat berterimakasih diberi kesempatan menjadi perempuan istimewa yang bisa mencintainya, dia adalah lelaki yang telah merampas hatiku dengan sempurna. Dan aku bahagia karena bisa selamanya terpasung dalam luas dan dalamnya hati lelakiku. dia Z.

Punie,

07 Februari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email