Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Rabu, 24 Juli 2013

Mister eF

facebook
KEMARIN sore aku buka puasa bareng Ferhat dan Atien, keduanya saat ini menjadi rekan kerjaku di tempat yang sama. Ini merupakan kali kedua aku buka puasa bareng Ferhat, sebelumnya sore Minggu, 21 Juli 2013, bareng Nurul Fajri, wartawan di The Globe Journal yang biasa dipanggil Sinyak.

Kali ini aku mau cerita soal Ferhat, sosok teman yang satu ini menurutku cukup menyenangkan. Meski dia lulusan Sarjana Ekonomi tapi selera humornya tinggi. Orangnya easy going menurutku. Doi baru sebulan lebih bergabung di tempatku bekerja, tapi kami sudah kenal lama. Aku dan Ferhat satu kampus, hanya beda angkatan saja. Meski usia kami sama, aku dua tahun lebih awal masuk kuliah dibandingkan Ferhat. Kemarin sore baru tahu ternyata si Ferhat sempat nganggur setahun. Tapi aku lupa nanya, nganggurnya di mana, apa tamat TK, SMP atau SMA.

Pemuda yang pernah bekerja sebagai teller bank ini seorang penulis. Karyanya bertebaran di mana-mana, kadang-kadang aku iri sama keahliannya yang satu ini. Nah, cerita soal keahlian Ferhat, aku mau flashback ke waktu sepuluh tahun lalu.

Waktu itu pertengahan tahun 2002, aku baru saja menjadi mahasiswa di sebuah universitas negeri di Banda Aceh. Karena berasal dari daerah, aku terpaksa kost di Banda Aceh. Tapi aku sudah terbiasa dengan pola hidup seperti itu dan jauh dari orang tua. Karena sejak SMP sudah kost kok :-)

Bukan seperti Ferhat yang ahli, tapi aku punya sedikit hobi menulis. Saat kuliah kebetulan aku jadi anggota mading di UKM, dan itu ternyata berpengaruh pada hobi menulisku. Aku jadi senang menulis cerpen, puisi, note, jaman itu aku masih menulis di buku dan kertas.

Di kost ada kakak-kakak yang waktu itu masih kuliah di Akbid Depkes Banda Aceh. Dua tahun di atasku, namanya Lisna Unita aku biasa panggil Kak Lisna. Dari dialah aku dengar nama Ferhat pertama kalinya. Waktu itu Ferhat masih di SMA. Kak Lisna cerita katanya ada anak belakang rumah -kost-anku dekat rumah Ferhat- masih SMA tapi sudah pandai menulis. "Anak itu" katanya juga aktif di Forum Lingkar Pena. Waktu itu aku penasaran sekaligus takjub, gileee masih SMA udah jago nulis, terniat ingin belajar dan berharap Kak Lisna kenalin aku ke Ferhat waktu itu. Tapi nggak pernah kesampaian hingga akhirnya cerita soal Ferhat terlupakan begitu saja.

Entah gimana ceritanya Ferhat ternyata juga kuliah di Fakultas Ekonomi. Pokoknya aku kenal dia di Fakultas Ekonomi Unsyiah, tapi ya kenal-kenal gitu aja. Sampai akhirnya aku keluar dari kampus dan kami jarang sekali sharing soal tulis menulis. Setelah loss contact begitu lama, kami kembali bertemu di Facebook dan sering ngobrol. Sampai akhirnya aku dan Ferhat berniat untuk bikin buku bareng, tak lupa Ferhat mempromosikan temannya Sinyak. Itu tahun 2011 lalu.

Proyek buku pun berjalan, aku, Ferhat dan Sinyak jadi sering bertemu. Kami ketemuan di satu warung kopi ke warung kopi lainnya di Banda Aceh. Hasilnya buku itu setelah rampung 80 persen sampai sekarang nggak keurus lagi karena kesibukan masing-masing :-D (atau kemalasan). Tapi pertemanan kami nggak berakhir dong, kami bertiga sesekali masih sering bertemu sekedar untuk ngopi dan cerita ceriti sambil cekikikan di warung kopi.

Sampai akhirnya akhir bulan Juni lalu Ferhat bergabung di tempatku bekerja, kami jadi satu tim dan semakin sering bertemu. :-D Ferhat...Ferhat...[]

7 komentar:

  1. Ge-er pasti si Ferhat kalo baca ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahha....mudah-mudahan dia nggak merasa "senior" ya ki, nanti aku bisa dipelonco sama dia

      Hapus
  2. senang kali pasti ferhatt.com ditulis khusus oleh kak ihan di personal blog lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhahaha, liza, sementara masih di personal blog, soalnya kalau dikirim ke New York Times, mesti jadi macam Kang Abik dulu wkwkwk

      Hapus
  3. Oh, jadi gitu ceritanya, #Catet

    Mudah-mudahan berakhir habagia ya #Eh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya hijrah, tapi aku ngga pake sksd lah, secara aku bukan teller bank xixixi

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email