Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Kamis, 28 November 2013

Puisi Persada


Senja sudah menggantung di pucuk waktu

Aku di sini masih sibuk mengumpulkan suara-suara angin

Jika jumlahnya cukup akan segera kurangkai menjadi simfoni untukmu Liana

Dengannya kau bisa menyetel harmoni

Mengiramakan detak jantung

Mengatur ritme denyut nadi

Bahkan adrenalin



Senja masih menggantung di pucuk waktu

Matahari kian memerah, sebentar lagi sempurna ia mengatup

Aku masih di sini, masih memilin suara-suara

Sebentar lagi akan menjadi irama lagu happy birthday untukmu



Aku juga akan mengumpulkan bunga-bunga rumput

Kutiup rasa paling dalam dari diriku agar bunga-bunga itu semerbak

Kupercikkan rindu paling dalam agar bunga-bunga itu beraneka warna

Kupercikkan harapan paling harap agar bunga-bunga itu terus hidup

Di hatimu

Di ingatanmu

Di kalbumu

Di hidupmu



Ah, Liana, senja telah tiba

Tajamkan telingamu, dengarlah denting paling harmoni ini

Buka tanganmu, genggam bunga ini

Buka hatimu, terimalah sebagai sebuah ketulusan



Lihat mataku, dan juga gerak bibirku

Aku sedang mengatakan selamat ulang tahun kepadamu

*Sebuah puisi untuk Ibu Liana Persada

5 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email