Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Selasa, 18 Maret 2014

Puitis = Romantis?

ilustrasi
Mendadak ingat jawaban Ari Lasso di sebuah tayangan infotainment beberapa tahun lalu. Sering menciptakan lagu-lagu puitis bernada romantis, apakah Ari Lasso termasuk sosok yang romantis? Begitulah pertanyaan host tayangan tersebut kala itu.

Waktu itu, sebelum Ari Lasso menjawab aku sempat menaruh harap. Pastilah Ari sangat romantis. Aku menyukai beberapa lagu-lagunya. Ee.. rupanya tebakanku meleset. Ari malah menjawab, ia termasuk orang yang yaahh... mungkin semacam kaku dalam mengekspresikan perasaan. :-)

So, apa hubungannya dengan Ari Lasso? Jelas tidak ada, karena aku bukan penyanyi. Aku cuma seorang blogger. Ya, seorang blogger yang isi blognya didominasi oleh catatan-catatan beraroma puitis berbalut romantisme. Justru karena inilah aku teringat pada Ari Lasso.


Sebab, banyak pembaca yang mengait-ngaitkan isi blog dengan kehidupan pribadiku. Bukan hanya di blog, status-statusku di jejaring sosial umumnya memang bertema cinta. Sejak punya akun facebook 2009 lalu, aku cukup konsisten dengan status-status itu. Bagiku menjadikan rasa, cinta, kasih dan sayang sebagai ide untuk memperbarui status tak lebih karena karakterku yang suka kedamaian. Peaceful. 

Semua yang tertulis juga berdasarkan apa yang kulihat, rasa, dan dengarkan. Aku ingin orang-orang yang membaca tulisanku merasakan kedamaian, cinta yang menggebu-gebu dan hati yang selalu nyaman. Tidak terkontaminasi oleh kebencian dan hal negatif lainnya.

Pasangan Ihan sangat beruntung ya? Ihan sangat romantis ya?

Dua hal ini paling sering ditanyakan setelah orang-orang membaca status atau note di blog. Orang-orang yang nanya begini pasti belum memahami apa itu bahasa kasih. Jadi, mereka mengira orang yang sering membuat kalimat-kalimat puitis sudah otomatis romantis. Sedangkan orang yang menerima kalimat penuh cinta itu sudah pasti tersanjung atau beruntung :-). Tidak, tidak begitu kenyataannya.

Aku justru sering melihat hal-hal yang terjadi secara kasat mata malah berlaku sebaliknya dalam kehidupan seseorang. Orang yang senang mengekspresikan perasaan lewat tulisan atau syair misalnya, ini adalah salah satu trik mereka untuk melunakkan sikap mereka yang kaku. Orang-orang yang kesulitan mengungkapkan perasaannya secara verbal, otomatis akan mencari alternatif. Salah satunya ya lewat tulisan.

Sementara orang-orang yang mudah berkomunikasi secara verbal, mereka tak membutuhkan media lain untuk menyatakan perasaannya. Mereka mudah sekali mengatakan sayang, suka, cinta atau benci sekalipun. Saking mudahnya mereka menyatakan perasaan, tak jarang sering dikatakan gombal :-)

Siapa sebenarnya yang romantis?

2 komentar:

  1. kalau menurut siti, romantis itu memang salah satunya kata-kata. tapi tetap saja, kasih sayang bisa juga dari perbuatan, :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email