Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Rabu, 23 Juli 2014

Mengapa Harus Dosa Terakhir?

By On Juli 23, 2014
ilustrasi

Dua tahun lalu tak sengaja saya berkenalan dengan seorang laki-laki. Usianya jauh di atas saya. Saat itu rupanya dia sedang patah hati, kekasihnya meninggal dunia belum lama sebelum kami berkenalan. Dari cerita-ceritanya ia mengaku sangat kehilangan. Dari ceritanya pula saya tahu kalau kekasihnya meninggal dunia karena tumor di perutnya. Kisah cinta yang tragis!

"Yang paling saya sesalkan waktu terakhir dia berobat hingga ajal menjemputnya saya tidak bisa menemaninya," begitu kisah lelaki itu suatu ketika pada saya.

Minggu, 13 Juli 2014

Jika Tak Percaya Cinta

By On Juli 13, 2014
Masih ingatkah kamu ketika kita sama-sama menyibak tirai dan membiarkan mentari meninggi mengikuti petunjuk waktu? Di lain waktu kita sama-sama menggulirkannya ke ufuk, dan lautan menelan cahayanya yang menguning telur. Saat itu, kurasa bukan ombak saja yang bergemuruh. Tapi juga hati kita yang berdentum-dentum bagai sedang membadai.

Jika cinta pada akhirnya hanya membuat kita tidak percaya pada cinta, mengapa kita masih ingin jatuh cinta? Mengapa kita masih ingin merasakan rindu yang berdebar-debar, nyeri, tapi terasa sangat manis dan membuat kita ingin merasakannya lagi.

11 Fakta Menakjubkan Tentang Gaza

By On Juli 13, 2014
Masyarakat Aceh menggelar aksi simpatik untuk mendukung Palestina, Minggu 13 Juli 2014.
Foto by ATJEHPOSTcom

1). Ternyata warga negara asing yang disegani oleh warga di sana adalah warga negara Indonesia! Selain karena Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia (semoga warga Palestina tidak mengetahui kondisi keIslaman Indonesia supaya tidak kecewa ), juga karena Indonesia selalu memberikan dukungan moriil dibandingkan dengan negara lain, baik negara di Timur Tengah lain sekalipun.

2). Walaupun tinggal di area konflik, anak-anak di Gaza tidak ada yang trauma sedikitpun. Wajah mereka selalu riang dan ceria!.

Jumat, 11 Juli 2014

Wahai, Palestina!

By On Juli 11, 2014

Hatiku tergerus melihat duka di sekujur tubuhmu wahai Palestina
Mengalir darah sebagai rupa kepiluan yang tak dapat kubendung
Air mataku mengalir deras berbungkus nafas tersengal-sengal
Aku tak bisa bicara!
Aku tak bisa bicara!
Aku tak bisa bicara! 
Sebab kesedihan ini terlalu rumit untuk kujabarkan

Aku ingin semua ini hanya mimpi buruk belaka
Tapi tangisan yang kusaksikan itu nyata
Darah yang mengalir karena luka di tubuh-tubuh tak berdosa itu nyata
Rumah-rumah yang hancur berkeping-keping itu nyata
Hujan peluru itu nyata
Ketakutan yang terpancar di wajah-wajah suci itu nyata
Bising riuh suara pelontar itu nyata
Dan jasad-jasad kaku yang terbujur pasi itu juga nyata adanya. 
Bukan mimpi!

Aku tak ingin menangis, tapi air mata ini jatuh dengan sendirinya
Aku tak ingin bersedih, tapi kesedihan ini muncul dengan sendirinya
Sungguh, ada yang tak sempurna dari sucinya bulan yang sedang kami lewati ini. 
Semata-mata karena penderitaan yang kalian rasakan merasuk dalam sanubari kami

Tetapi surga adalah janji Allah untuk kalian wahai para syahid dan syahidah!


Permata Punie, 05:23 | 11 Juli 14


Jumat, 04 Juli 2014

Sepasang Burung Liar

By On Juli 04, 2014
ilustrasi @kutilang.co.id

Hei, apa kabarmu di sana? Semoga kau jauh lebih baik dariku. Semoga senyummu tak pernah berubah, senyum penuh goda yang selalu melekat di ingatanku. Senyum menyenangkan dan menenangkan yang pernah kulihat dan akan selalu kurindukan.

Juni baru saja berakhir, bersamaan dengan gugur terakhir kelopak angsana kuning. Juni pernah memekarkan kuncup-kuncup bunga di hati kita. Berawal dari musim panas bulan Maret yang kering. Memasuki Juli baru aku sadar bahwa kelopak angsana terakhir yang gugur itu adalah kamu.

Kau tahu apa yang tersisa sekarang? Rindu, rindu menggebu-gebu yang memaksaku menghadirkan wajah ranum dan senyum matangmu di setiap pejaman mata. Rindu yang memaksaku untuk bergumul dengan kata-kata karena itulah reinkarnasi terakhirmu.

Selasa, 01 Juli 2014

Mengapa Mudahnya Pria Menganggap Perempuan Tak Ada?

By On Juli 01, 2014
ilustrasi

Mengapa laki-laki mudah sekali untuk tak 'menganggap' perempuan ada? Saya tidak pernah membuat penelitian khusus soal ini, tapi cerita di bawah ini mungkin bisa sedikit menjelaskan.

Sepasang suami istri yang cukup saya kenal, punya tiga anak dengan usia sekitar 14 tahun, 12 tahun dan 1 tahun. Mereka bukan keluarga yang berlebihan, tapi juga tidak terlalu kekurangan. Sudah punya rumah sendiri, dan punya kios kecil yang dikelola untuk membantu menopang kehidupan sehari-hari. Suaminya bekerja di sebuah bengkel dengan penghasilan yang tidak terjadwal.

Belum lama ini keluarga kecil itu mengalami cekcok. Masalahnya sepele, si istri rupanya membuka usaha sampingan tanpa sepengetahuan suaminya. Awal saya juga tak setuju dengan cara ini, bagaimanapun sepasang suami istri haruslah saling terbuka. Tak boleh ada yang ditutup-tutupi, begitulah salah satu 'trik' kelanggengan rumah tangga yang sering saya baca di buku-buku motivasi.
Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email