Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Jumat, 10 Oktober 2014

Ketika Burung Kecil Bertengger

By On Oktober 10, 2014
Ilustrasi | burung kutilang @kutilang.or.id

Bagi seekor burung kecil, hinggap di dahan pohon yang rindang bukanlah sekadar berdiri
Dia sedang menguji ketangguhan dirinya
Menguji ketangkasan sepasang sayap lemahnya
Menguji seberapa kuat kukunya mencengkeram dahan
Agar ia tidak terempas ketika angin mengguncang tubuh mungilnya

Ia juga sedang belajar meyakini dirinya sendiri
Percaya pada paruhnya yang rapuh
Belajar awas pada penglihatannya yang terbatas
Belajar bersiul dengan suaranya yang parau

Bertengger di dahannya membuat burung kecil paham maknanya ketinggian
Angin yang tidak selamanya bersahabat
Dan ranting-ranting yang menipu

Ia juga belajar pentingnya waspada
Bahaya yang selalu mengancam
Juga patah hati karena pada akhirnya ia harus pergi

Pohon dengan dahannya yang kokoh dan daunnya yang rimbun adalah cintanya
Yang telah mengajarkannya banyak hal
Tapi dunianya ada di alam bebas sana
Ia harus pergi. Meninggalkan. Mengepakkan kembali sepasang sayap lemahnya


Permata Punie, 10:57 PM
09-10-2014

Kamis, 02 Oktober 2014

Selamat Ulang Tahun, Z

By On Oktober 02, 2014

Selamat ulang tahun. Semoga Tuhan terus memuliakanmu dan mewujudkan semua impianmu. 

Rasanya sulit untuk melupakan hari lahirmu. Lebih sulit lagi untuk membiarkannya berlalu begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun. Berbulan-bulan tidak saling terhubung ternyata tidak membuatku lantas lupa padamu.

Beratus hari tidak mendengar suaramu tidak lantas membuat semua rindu itu berhenti begitu saja. Bertahun-tahun tidak melihatmu, rasanya aku belum lupa bagaimana garis bibirmu ketika sebuah senyum melengkung di sana. Kurasa masih sama menariknya seperti saat terakhir kali kulihat. Sungguh senyum yang membuat candu dan karenanya kau terus hidup di ingatanku.

Banyak yang ingin kuketahui, tapi sebaiknya tak perlu kutanyakan. Untuk apa mengumpulkan angin jika pada akhirnya hanya akan menjadi badai. Sebutir embun saja sudah membuat hati ini menjadi sangat beku, apalagi jika aku harus menampung ribuan butir hujan dari setiap jawabanmu.
Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email