Jumat, 10 Oktober 2014

Ketika Burung Kecil Bertengger

Ilustrasi | burung kutilang @kutilang.or.id

Bagi seekor burung kecil, hinggap di dahan pohon yang rindang bukanlah sekadar berdiri
Dia sedang menguji ketangguhan dirinya
Menguji ketangkasan sepasang sayap lemahnya
Menguji seberapa kuat kukunya mencengkeram dahan
Agar ia tidak terempas ketika angin mengguncang tubuh mungilnya

Ia juga sedang belajar meyakini dirinya sendiri
Percaya pada paruhnya yang rapuh
Belajar awas pada penglihatannya yang terbatas
Belajar bersiul dengan suaranya yang parau

Bertengger di dahannya membuat burung kecil paham maknanya ketinggian
Angin yang tidak selamanya bersahabat
Dan ranting-ranting yang menipu

Ia juga belajar pentingnya waspada
Bahaya yang selalu mengancam
Juga patah hati karena pada akhirnya ia harus pergi

Pohon dengan dahannya yang kokoh dan daunnya yang rimbun adalah cintanya
Yang telah mengajarkannya banyak hal
Tapi dunianya ada di alam bebas sana
Ia harus pergi. Meninggalkan. Mengepakkan kembali sepasang sayap lemahnya


Permata Punie, 10:57 PM
09-10-2014
Previous Post
Next Post

Coffee addicted and mother of words

0 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)