Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Minggu, 11 Januari 2015

Pusat Jajanan Rex Bioscope


Screenshot majalah Diwana

Kopi! Banda Aceh memang identik dengan sajian kopinya yang nikmat dan khas. Saking banyaknya warung kopi yang ada di Banda Aceh, sampai-sampai ibu kota provinsi Aceh ini dijuluki sebagai Negeri Seribu Warung Kopi. Tapi bukan berarti sulit mencari ragam kuliner lainnya di Banda Aceh.

Di ruas-ruas jalan protokol, begitu mudahnya menemukan warung, rumah makan atau gerai-gerai yang menjual berbagai macam kuliner. Baik yang bercitarasa lokal, nasional maupun internasional. Tinggal disesuaikan saja dengan selera masing-masing. Sebagai salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Provinsi Aceh, Banda Aceh adalah tempat yang cocok untuk berwisata kuliner.

Ada banyak lokasi jajanan yang bisa dikunjungi di daerah pesisir ini. Salah satunya adalah Pusat Jajanan Rex. Rex berada di antara ruas Jalan Ahmad Yani dan Khairil Anwar di kawasan Pecinan Banda Aceh yaitu Peunayong. Karenanya disebut juga sebagai Rex Peunayong. Berada tak jauh dari pusat kota, Peunayong menjadi salah satu pusat perdagangan di Banda Aceh yang tak pernah berhenti berdenyut. Mayoritas warga yang mendiami kawasan ini adalah etnis Tionghoa.

Rex Peunayong begitu melegenda. Konon nama ‘Rex’ diambil dari salah satu nama komidi gambar (bioskop) yang ada di kawasan ini sebelum Perang Dunia II, sebelum tahun 1930-an. Namanya Rex Bioscope. Selain Rex Bioscope kala itu juga ada Deli Bioscope (Bioskop Garuda). Lokasi bekas gedung Rex Bioscope inilah yang kemudian menjelma menjadi salah satu pusat kuliner di Banda Aceh.


Rex Peunayong berada di lokasi terbuka yang sangat strategis. Dikelilingi oleh deretan pertokoan dan juga sejumlah hotel. Di kawasan ini juga terdapat sejumlah kantor perbankan nasional dan internasional. Para pedagang makanan umumnya mulai membuka lapak sejak pukul empat sore hingga larut malam. Rex menjadi lokasi favorit warga untuk bersantai dan menikmati suasana malam di Banda Aceh. Di sini mereka bisa menyantap berbagai jenis kuliner khas Aceh seperti mie Aceh, sate Matang, martabak, atau kerang rebus dengan secangkir kopi atau teh dan juga minuman lainnya.

Kehadiran Rex Peunayong ini diharapkan menjadi ‘etalase’ untuk mempromosikan cita rasa kuliner Aceh, khususnya kepada para wisatawan nusantara dan mancanegara. Namun tak hanya kuliner Aceh saja yang dijual disini, berbagai menu umum lainnya seperti nasi goreng dan ayam penyet juga tersedia.

Wajah Rex Peunayong mulai bersalin rupa setelah direnovasi pada tahun 2008 lalu. Sebelumnya Rex Peunayong hanya berupa sepetak lahan tanpa bangunan pendukung apa pun. Posisinya agak lebih tinggi dari badan jalan di sekitarnya. Para pedagang meletakkan gerobak-gerobak mereka di sekeliling kawasan Rex. Sedangkan kursi dan meja-meja plastik tempat duduk pengunjung di tata di tengahnya. Ketika tsunami memporak-porandakan Aceh pada 26 Desember 2004 silam, kawasan ini termasuk salah satu yang paling parah.

Setelah selesai dibenahi, pertengahan Oktober 2009 pusat jajanan yang berdiri di areal seluas  670 m2 akhirnya kembali diresmikan. Sebelum direnovasi Rex Peunayong sering menjadi pusat aktivitas bagi kalangan budayawan dan seniman di Banda Aceh. Beratapkan langit terbuka sambil menyaksikan lalu lalang di sekitarnya, menyantap sajian kuliner di Rex Peunayong memberikan sensasi tersendiri.

Kerang Rebus

Yang spesial dari sajian kerang rebus ini adalah sambal nanas-nya yang juicy dan gurih dengan campuran kacang tanah. Rasanya asem-asem buah bercampur pedas yang berasal dari cabai rawit. Kerang yang dipakai adalah kerang batu (kreung geulungku) yang rasanya manis dan empuk. Berbeda dengan jenis kerang lainnya yang dagingnya menjadi liat setelah direbus.

Kerang rebus yang segar dan juicy dengan cocolan sambal nanas @ihansunrise.blogspot.com
Kerang rebus ini disajikan lengkap dengan cangkangnya. Saat hendak menyantapnya, dibutuhkan sedikit perjuangan untuk mencungkil dagingnya yang merah dengan garpu kecil. Barulah setelah itu dicocol ke dalam sambal. Jika Anda suka pedas silakan request ulekan sambal yang lebih pedas. Bisa juga menambahkan perasan jeruk nipis untuk mendapatkan cita rasa yang lebih nendang.

Ciri khas kerang laut ini adalah cangkangnya yang berwarna putih, tebal dan teksturnya bergerigi. Cara mengolahnya sederhana, setelah dibersihkan kerang direbus sampai dua kali. Biar lebih gurih tinggal ditambahkan garam saat merebus. Setelah dingin kerang siap disantap. Maknyuss!

Sate Matang

Nama ‘Matang’ di kuliner yang satu ini merujuk pada nama kota Matang Geulumpang Dua yang berada di Kabupaten Bireuen, Aceh. Awalnya sate yang disantap dengan bumbu kacang ini memang berasal dari Matang. Kini sate Matang telah tersebar ke berbagai kota di seluruh Aceh. Termasuk salah satu kuliner khas yang sering dicari para pencinta kuliner Aceh.

Sate Matang yang gurih semakin lengkap dengan saus kacang dan kuah soto bertabur seledri cincang @ihansunrise.blogspot.com
Yang membedakan sate Matang dengan sate Jawa atau sate Padang adalah kuah sotonya yang khas. Jika Anda memesan seporsi sate Matang, sudah plus dengan sepiring kuah soto bertabur rajangan seledri yang hangat dan segar. Kuah soto ini tetap disajikan meskipun tidak memesan nasi sebagai pelengkap hidangan.

Sama seperti sate pada umumnya, sate Matang menggunakan bahan utama daging kambing segar. Ada juga yang menggunakan daging sepi. Setelah dipotong dadu daging kemudian ditusuk ke lidi dan dipanggang di atas bara. Siapa pun tak sanggup menahan godaan dari kelezatan kuliner yang satu ini.

Mie Aceh

Popularitas mie Aceh memang tak perlu diragukan lagi. Warung-warung yang menjual mie Aceh pun kini sudah tersebar hingga ke daerah lain. Sebut saja seperti Sumatera Utara, Jakarta dan Makassar.

Mie Aceh yang lezat berasal dari bumbunya yang kaya rempah @indohoy.com
Aromanya yang kuat dan rasa pedasnya yang nendang berasal dari racikan bumbu yang melimpah. Beberapa rempah-rempah yang dipakai untuk memasak mie Aceh adalah cabai kering, bawang merah, bawang putih, merica dan pala. Selain dari bumbu kelezatannya juga berasal dari kaldu daging atau seafood yang dicampur dalam tumisan mie. Campuran lainnya adalah rajangan tomat, tauge, kol dan daung bawang.


Untuk menyantap seporsi mie Aceh juga dilengkapi taburan bawang goreng yang gurih dan harum, potongan mentimun, acar bawang dan kerupuk yang kriuk-kriuk. Laziis! 

Tulisan ini dimuat sebagai content di majalah pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh 'Diwana' Edisi I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email