Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Minggu, 23 Oktober 2016

Saat Hujan Datang

By On Oktober 23, 2016

SAAT hujan tak kunjung reda, apakah aku akan cemas? Tidak, tidak sedikitpun aku mengkhawatirkan tentang itu.

Justru hujan menghadirkan kebahagiaan, pada tanah yang selama ini telah keriput karena terlalu lama bertemankan kemarau, pada daun-daun yang selama ini menjadi amat sangat kusam karena saban hari bermandikan debu.

Dari tempatku duduk, aku mengamati butir hujan yang membentuk garis-garis panjang. Jatuh dari langit, kemudian memunculkan aroma yang sulit dilupakan indera.

Aku mengamati dedaunan yang bergerak perlahan menahan saat hujan menimpa tubuhnya, seperti ada rona yang tiba-tiba memantul di permukaannya.

Mungkin, serupa wajah seorang gadis yang telah lama menanti kehadiran kekasihnya. Lalu satu persatu permukaan daun-daun itu memunculkan wajahmu. Membuatku termangu, membuatku terkesima, akankah rindu ini sampai kepadamu?

Jumat, 14 Oktober 2016

Selamat Ulang Tahun, Adikku

By On Oktober 14, 2016



Happy birthday my sista
Happy sweet seventeen

Selamat ulang tahun adikku,

Akhirnya kau genap berusia 17 tahun. Usia yang sering disebut-sebut sebagai 'gerbang' menuju kedewasaan. Sehingga banyak gadis remaja yang sangat antusias menyambutnya, dan kamu salah satu di antara mereka.

Itulah sebabnya jauh-jauh hari kau telah memberi 'sinyal' pada kakak. Kau bercerita sambil menangis. Kau bilang ini, kau bilang itu... kau sampaikan semua harapanmu, juga permintaan-permintaanmu.

Ya, kakak bisa menangkap apa 'pesan' yang ingin kau sampaikan lewat cerita-cerita itu. Kau ingin ada pesta kecil dengan kue dan beberapa potong lilin kan? Ada mamak, kakak, abang dan juga keponakan yang duduk mengelilingimu. Lalu satu persatu di antara kami mengucapkan; selamat ulang tahun, selamat ulang tahun.... selamat ulang tahun.

Kemudian setelah tiup lilin selesai, kau memotong kue dan memberikannya kepada mamak. Setelah itu mamak memeluk dan menciummu. Tapi sayangnya semua itu tidak terwujud. Seperti harapanmu, kakak juga ingin keluarga kita berkumpul seperti dulu lagi.

Adikku sayang,

Sebagai seorang kakak, kado terbesar yang bisa kakak berikan adalah doa. Memang, kado ini sama sekali tak berbentuk, tidak bisa dibawa-bawa, tidak bisa ditunjukkan kepada teman-temanmu, tidak bisa disimpan sebagai kenang-kenangan, tidak bisa difoto dan diposting di sosial media, sehingga tak bisa kau 'pamerkan' kepada teman-temanmu.

Tapi kakak percaya 'kado' doa dari orang-orang yang benar-benar sayang padamulah yang siap mengantarkanmu ke 'gerbang' itu. Yang selalu menjadi pagar pelindung dari marabahaya yang mengintaimu.

Rasanya baru kemarin kakak menggendongmu dan membawamu jalan-jalan dengan Astrea Grand berkeliling kampung. Rasanya baru kemarin kakak mencubit pipimu yang mulus, tapi hari ini kakak mendapati pipimu sudah ditumbuhi satu dua jerawat. Pertanda usiamu bukan lagi anak-anak. Rasanya baru kemarin kau lari ke sana ke mari, lompat sini lompat sana sebagai balita, tapi hari ini kau sudah tumbuh sangat besar. Begitu cepatnya kau tumbuh, Dek. Begitu cepatnya kau besar.

Adikku sayang,

Kakak hanya ingin kau tahu, betapa kakak sangat menyayangimu. Selalu berharap yang terbaik untukmu, selalu mengusahakan yang terbaik untukmu.

Ya, mungkin kakak belum menjadi kakak yang ideal seperti harapanmu, belum bisa memenuhi semua keinginan-keinginanmu, belum bisa mengabulkan semua permintaanmu, belum bisa menjadi 'teman' yang selalu ada untukmu, bukan teman yang asyik untuk mengobrol atau bercanda, yang sering memarahimu, ataupun sering bersikap cerewet. Kakak hanya ingin katakan, semua itu kakak lakukan untukmu juga. Mungkin sekarang kau belum memahaminya, tapi kakak yakin suatu saat kau akan paham.

Selamat ulang tahun adikku,

Tumbuhlah layaknya sebatang pohon yang rimbun. Tancapkan akarmu sedalam-dalamnya agar kau kokoh dalam situasi apapun. Jangan pernah takluk pada angin yang bertiup kencang, atau pada semilir yang melenakan.

Jadikan dirimu sebagai pribadi yang meneduhkan dan memberi kesejukan, juga sepasang tanganmu layaknya dahan yang siap merangkul siapapun untuk memberi kekuatan dan kedamaian.

Tumbuhlah, tumbuh, tumbuh....jangan pernah merasa cukup dalam mencari ilmu, berbaktilah dengan sebaik-baik bakti pada mamak, karena itu satu-satunya orang tua yang kita punya sekarang. Kasihilah saudara-saudaramu dengan sebaik-baik kasih yang kau punya.

Jadilah mata air bagi keluarga, yang sejuk saat disentuh, yang menenangkan saat dilihat, yang melepaskan dahaga saat diminum.

Ditulis dengan cinta yang paling dalam
Kakak
Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email