Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Kabar Duka di Hari Kartini

21 April, Hari yang dianggap 'sakral' itu baru saja berlalu dua hari yang lalu. Dianggap sakral karena 21 April ditabalkan sebagai hari kebangkitan perempuan Indonesia. Tanggal itu sendiri diambil dari tanggal lahirnya Raden Ajeng Kartini yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah.

Tahun ini, Hari Kartini jatuh pada hari Kamis. Mayoritas orang Indonesia ''merayakannya'' dengan cara masing-masing. Namun tak sedikit pula komentar-komentar sumbang yang dilontarkan. Entah ditujukan kepada siapa. Kepada Kartini? Tentu saja salah alamat, sebab Kartini pun tak tahu jika hari lahirnya belakangan menjadi begitu penting bagi Indonesia.
Waktu saya lahir dulu Ibu pernah ingin memberikan saya nama Kartini. Ibu terinspirasi dengan keanggunan Kartini yang terlihat lewat gambar dan keberaniannya yang dikisahkan dari cerita-cerita sejarah. Tetapi entah kenapa Ibu urung memberikan nama itu itu untuk saya. 
Mengapa tiba-tiba saya menuliskan tentang Hari Kartini? Sebenarnya tidak, kar…

Burung Kecil

ilustrasi
Kau tak akan pernah tahu jika senja akan hadir dengan rona yang selalu berbeda. Atau pagi yang datang dengan gurat yang tak pernah sama. Kita sudah tak pernah membicarakan tentang itu lagi. Kita bahkan tak pernah lagi membicarakan tentang kita.
Seekor burung kecil tersesat lama sekali dalam kehidupan orang lain. Ia terperangkap di balik sangkar berjeruji. Ia terjerembab dalam lembah yang begitu kompleks. 
Dari balik sangkar ia menatap semua kisah. Episode per episode selama sebelas tahun yang kian menjadi entah. Ia menjadi salah satu penutur di dalam kisah itu. Mulut kecilnya mengalirkan banyak cerita, kerinduan, keceriaan, air mata, pasrah, ketakutan, dan entah apa lagi. 
Semua rasa bergumul di benaknya, tercekat di kerongkongannya, dan tak pernah keluar kecuali sampai di ujung lidahnya saja.
Jari-jari kecilnya mencengkeram dengan hebat. Khawatir tergelincir dan menenggelamkan semua angan dan impiannya. Ia mencengkeram sampai tak sadar kuku-kukunya telah terluka. Ia tak sa…