Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Success Story; Setelah Papa Mengantarkan Receh untuk Biaya Kuliahku

Diiringi tepuk tangan dan hentakan musik, seorang pria berwajah oriental naik ke panggung.  Senyumnya lepas. Memperlihatkan kegembiraan hatinya yang kentara. Penampilannya kasual dengan setelan jas hitam dipadu celana jeans warna senada. Apalagi dengan postur tubuh yang ideal. Huh... tapi nggak bikin gagal fokus kok :-D
Sedetik kemudian, microphone yang dipegang oleh MC berpindah tangan. Sang MC -seorang ibu cantik berbaju merah muda- lantas turun panggung dengan anggun. Senyumnya tak kalah semringah. Sesaat sebelumnya ia baru saja memperkenalkan dengan lantang mengenai pria di atas panggung itu.
Andri Kristian Subur. Begitu MC menyebut namanya. Ayah dua putra yang juga seorang pengusaha asal Bandung. Pria ini punya latar belakang yang cukup unik, beruntung, saya sudah dapat bocorannya sejak tiga pekan lalu. 
Saking penasarannya, tak masalah harus membayar Rp 65 ribu agar bisa mengikuti seminar Pak Andri di Hotel Grand Permata Hati, Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh pada Sabtu s…

Lembang, Dataran Tinggi Nan Sejuk yang Bikin Kangen

"Dingin, seger, hijau, strawberrynya, makanannya enak, sate kelinci, hmmm..."
Itulah jawaban teman saat saya menanyakan apa kesannya yang pernah menginjakkan kaki di Lembang. Jawaban yang singkat, padat, namun sangat jelas.
Sekalipun tanpa bermaksud promosi, penjelasannya tentang Lembang cukup membuat saya penasaran pada salah satu dataran tinggi berhawa sejuk yang terkenal di Indonesia itu.
Seiring dengan naiknya pamor Kota Bandung, nama Lembang juga ikut naik daun. Pasalnya kecamatan yang terletak di Kabupaten Bandung Barat ini memiliki pemandangan alam yang eksotis. Sangat cocok dijadikan tujuan utama wisata bersama keluarga, pacar ataupun sahabat.
Jika Anda sering mendengar nama Gunung Tangkuban Perahu, itulah puncak tertinggi di Lembang yang mencapai 2.084 meter di atas permukaan laut. Tak heran kalau suhu di Lembang sangat sejuk, berkisar antara 17-27 derajat celcius. Tak bisa dipungkiri, keindahan kawah Tangkuban Perahu dengan legenda Dayang Sumbi dan Sangkuriang itu te…

Fan; Tentang Kegilaan Seorang Penggemar

MENGHABISKAN dua jam untuk menonton Fan kukira bukan penyesalan. Fan menawarkan suguhan berbeda dari sebuah film Bollywood yang lazimnya bertemakan asmara. Sama sekali tak ada bumbu-bumbu hubungan percintaan antara pria dengan seorang perempuan dalam film ini.

Fan berkisah tentang seorang pemuda bernama Gaurav (diperankan oleh Shahrukh Khan), yang menjadi penggemar berat seorang megabintang bernama Aryan Khanna (juga diperankan oleh Shahrukh Khan).

Gaurav melakukan semua hal yang lazimnya dilakukan para fan di dunia ini. Mengoleksi ratusan bahkan ribuan foto-foto idolanya, meniru gayanya, menghafal dialog-dialog tertentu dalam filmnya. Ia mendedikasikan seluruh hidupnya hanya untuk sang idola. Ia juga menyebut dirinya sebagai Aryan Khanna Junior.

Jelang ulang tahun Aryan, Gaurav berangkat ke Mumbai. Ia berniat memberikan tropi kemenangannya di kontes Super Star dan manisan titipan ibunya. Pertemuan yang sudah diidam-idamkan selama 25 tahun hidupnya. Ia naik kereta api sebagai penumpa…

Perempuan yang Datang Menemuiku

"Aku ingin kita selalu bersama."

Suaramu begitu lirih. Nyaris kalah ditelan angin pantai yang menderu-deru. Lalu kau menyentuh tangan kiriku dengan tangan kananmu, dan menggenggamnya dengan sangat erat. "Kita akan selalu seperti ini," bisikmu di telingaku.

***

Aku masih ingat dengan jelas apa yang kau katakan dan apa yang kau bisiki di telingaku ketika itu. Saat kuingat-ingat ternyata itu sudah lama sekali, sudah belasan tahun. Tapi aku masih bisa merasakan hangat nafasmu yang menempel di telingaku sore itu. Darah yang tiba-tiba berdesir dan memacu adrenalin.

Aku bahkan belum lupa pada senja yang bergerak turun meningkahi kepergian kita. Saat inipun, aku masih bisa merasakan kuatnya cengkeramanmu yang berhasil membuatku meringis. "Rupanya Xena mewarisi kekuatannya padamu," candaku saat itu.

"Kenapa kau ingin agar kita selalu bersama?"

"Karena kamu adalah sajak-sajakku. Aku ingin terus membacanya."

"Seruni, kau memulai lagi."

Rindu Tak Terucap

~Jika hati berdegub kencang di malam selarut ini, percayalah, kita sedang saling merindui. Sudah kukatakan, rindu sebenar-benar rindu adalah rindu yang tak terucap~
Petang kemarin aku membaui aroma tubuhmu. Menarikku begitu dekat dan lekat, hingga bibir ini menempel bak dua kutub magnet saling bertemu. Bukan di bibirmu tentu saja, tetapi di bibir cangkir berisi bermili-mili minuman yang disebut kopi.

Setelah berpantang sekian lama, akhirnya aku takluk. 

Kopi dalam cangkir itu adalah kamu yang menjelma dalam wujud yang lain. Padamu aku selalu takluk bukan? 

Secangkir kopi dan sepotong senja sore kemarin mencapai klimaksnya malam ini. Saat angin dan hujan saling berkolaborasi memainkan harmoni. Lagi-lagi kau hadir dalam sekerat rintik hujan. Berdentang-denting mengirimkan suara ke gendang telingaku. Kenangan demi kenangan berloncatan dari alam ingat.

Dan, selain kopi, hanya kau yang bisa membuatku menjadi insomnia bukan?

Inilah jawaban dari kemarau berbulan-bulan, seperti perantau yang menemu…