Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Minuman yang Tak Sempat Kami Habiskan

“Abang mau minum apa? Kopi?” tanyaku pada Zenja malam itu.
“Malam-malam kok minum kopi. Nggak bisa tidur kita nanti.”
Sementara Zenja sibuk melihat-lihat daftar menu, kugunakan kesempatan itu untuk memandangi wajahnya. Wajah yang selalu kurindukan. Karena di sana terdapat sepasang mata yang selalu menatapku penuh rindu dan sungging senyum yang melegakan setiap kali aku melihatnya.
Malam itu, akhirnya kami bisa bertemu setelah melewati hari demi hari yang sangat lama dan panjang. Aku lebih dulu sampai sekitar lima belas menit dari waktu yang telah kami sepakati. Zenja tertahan karena arus lalu lintas yang sangat padat menjelang pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh VII. Sabtu malam itu Banda Aceh memang tampak lebih ramai dari biasanya.
Kami, tepatnya aku, memilih sebuah kafe di sudut Taman Bustanussalatin untuk lokasi pertemuan. Tak begitu jauh dari tempat tinggalku. Tak begitu jauh pula dari tempat Zenja menginap malam itu.
Selain itu, aku suka pada tata letak kafe tersebut. Sebuah bangunan la…

Yang Lebih Kurindukan Daripada

"Selamat pagi, Cinta."

Sayup-sayup kudengar suaramu mampir ke telingaku. Aku menggeliat. Menarik selimut dan bersiap untuk tidur kembali.

"Sayang?"

Kembali kudengar suaramu. Aku mengerjap-ngerjap. Mengumpulkan seluruh kesadaranku. Kutoleh ke kiri, mataku langsung menangkap berkas-berkas cahaya yang menembusi jendela kaca berlapis tirai putih dan cokelat muda.

"Sudah pagi rupanya..." aku membatin seraya menangkap sosokmu di sudut ruang.

Beberapa saat kemudian setelah mandi dan berkemas-kemas aku segera ke ruang makan. Setelah sebelumnya mendapat hadiah berupa pelukan yang hangat dan erat darimu, serta ciuman yang membuatku nyaris terbakar. Kau menyusul belakangan.

"Mau kopi?" tanyaku.

Kau menggeleng. Kau memilih jus jeruk segar dan beberapa potong sus. Sedangkan aku memilih sarapan dengan secangkir kopi, dua potong puding dan beberapa potong dadu semangka. Rasanya itu menjadi ritual pagi yang menyenangkan.

"Kita ke bawah saja," katamu sesaat se…

Duet di Panggung Bareng Mira Maisura

Akhirnya, bisa juga dapat kesempatan duet bareng @rahmanovic aka Mira di panggung. Rasanya? Uhg... deg-degan.

Jadi ceritanya pada Jumat sore, 10 Agustus 2018 kemarin aku dan Mira didapuk untuk mengisi talkshow seputar Steemit dan blog di panggung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Selama satu jam dari pukul lima sampai pukul enam sore kami cuap-cuap melalui pelantang suara.

Sebenarnya ini bukan panggung kami, melainkan jatahnya Bang @rismanrachman. Sejak awal aku mengusulkan kepada panitia agar materi tentang Steemit dan blog dimasukkan dalam agenda kegiatan. Pasalnya dua topik ini sangat erat kaitannya dengan literasi digital. Literasi memang salah satu isu yang menjadi fokus kerjanya instansi ini.

Namun karena Bang Risman tak bisa, akhirnya kamilah yang mewakili tampil di atas panggung. Eh, nggak juga ding, itu pun setelah sang Ketua KSI Banda Aceh @kems13 alias Kemal juga tak bisa karena acaranya dibuat di hari kerja. Tapi senang juga sih ha ha ha.

Karena kami sama-sama bloger…

Kecup Terakhirmu Itu

Apa pun yang terjadi denganmu akan kucatat sedetail-detailnya. Jika tak mampu kunarasikan dengan baik, akan kucatat di dalam memori terbaikku. Agar kelak semua itu menjadi kenangan indah buat kita. Ya kan, Zenja?
Terima kasih untuk waktumu. Terima kasih untuk cintamu yang besar. Untuk tatapanmu yang selalu penuh gebu dan cinta. Untuk kecupan hangat yang kau daratkan di keningku. Untuk genggaman erat di jemariku. Untuk lenganmu yang bisa kugandeng dengan mesra. Untuk langkahmu saat membersamaiku menyusuri sebagian lekuk kota ini. Untuk peluk yang menenangkan dan meredam semua emosi. Untuk ruang dan waktu yang hanya milik kita berdua. Ya, hanya milik kita berdua. Untuk kesabaranmu menghadapiku yang sering tak pernah sabar. Aku tak pernah menghitung sudah seberapa jauh perjalanan kita. Yang kutahu jarak agar kita bisa bersama semakin pendek. Semakin singkat. Kepada Tuhan kita selalu berdoa bukan? Setiap kali memandangmu aku selalu mendapatkan kekuatan baru. Melihat senyummu, hatiku ikut …