Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Secangkir Kopi Rempah dan Sepotong Roti Lapis Daging

Bohong kalau aku tak ingin ada kamu di sini. Menikmati malam yang dingin setelah hampir seharian dibebat mendung dan diguyur hujan. Dengan isi kepala dipenuhi sulur-sulur pekerjaan yang menumpuk. Entah karena itu pula akhir-akhir ini aku merasa semakin tak nyenyak tidur. Entah karena rindu untukmu yang kian bertumpuk. Ini yang keempat kalinya aku datang ke kafe ini. Tak begitu jauh dari rumah. Selain, tempatnya juga nyaman, bebas asap rokok, tak berisik, lapang, dengan pendar-pendar lampu kekuningan yang agak sedikit temaram. Selalu ada tempat untuk membahagiakan diri sendiri. Tempat ini, mungkin saja salah satu di antaranya. Seorang pelayan pria segera menghampiri begitu aku merapatkan pantat dengan kursi kayu berpelitur cokelat muda yang licin. "Mau pesan kopi rempah?" tanyanya ramah. Aku mengangguk cepat. Ya, kopi rempah adalah tujuanku datang ke kafe ini. Selain, berencana menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda. Juga untuk menghilangkan nyeri yang seja

Wakaf Saham, Cara Cerdas Investasi Akhirat di Era Revolusi Industri 4.0

Ilustrasi MOBIL yang dikendarai Humas Aksi Cepat Tanggap Aceh, Zulfurqan, melaju di Jalan Malahayati menuju arah Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Sabtu sore (12/10/2019). Sekitar 30 kilometer dari pusat ibu kota provinsi di Banda Aceh. Bersama seorang rekan lainnya, sore itu kami bergerak menuju ke lokasi rintisan lumbung ternak wakaf milik ACT Aceh di Gampong Ie Suum, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Lembaga ini, sebagaimana diketahui merupakan sebuah organisasi nonpemerintah yang fokus pada isu-isu kemanusiaan. Di samping itu juga fokus pada pemberdayaan ekonomi umat, di mana lumbung ternak wakaf dan lumbung pangan wakaf menjadi salah satu program andalannya. Lumbung ternak wakaf ini mulai dirintis sejak awal 2019 berawal dari lima ekor domba wakaf. Kini telah berkembang menjadi 44 ekor domba. Sebagiannya merupakan domba-domba wakaf dari para dermawan, sebagiannya lagi hasil kembang biak dari beberapa induk. "Lumbung

Ngobrol @tempo Bicarain Kesiapan Perbankan di Aceh Terhadap Qanun Lembaga Keuangan Syariah

Para pemateri dan sejumlah peserta yang hadir @Hayatullah Pasee ACEH kerap menjadi “buah bibir” karena qanun-qanun atau peraturan daerah yang dibuat di daerah ini sering kali dianggap antimainstream oleh masyarakat Indonesia. Bahkan ada yang dianggap kontroversial dan menjadi polemik. Tak hanya di jagat nasional saja lo, tetapi juga di Aceh sendiri. Pokoknya rame deh! Namun, dalam beberapa hal Aceh justru menjadi “pionir” bagi terobosan-terobosan yang dilakukan oleh para pengambil kebijakan di tataran nasional sana. Sebut saja seperti lahirnya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang terinspirasi dari Bappeda Provinsi Aceh. Begitu juga untuk Badan Pelayanan Jaminan Sosial yang cikal-bakalnya dari program Jaminan Kesehatan Aceh. Ugh! Keren, kan? Nah, saat ini yang sedang hangat-hangatnya dibicarain ialah tentang lahirnya Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah atau Qanun LKS. Qanun ini menurut saya sendiri sangat menarik, pasalnya Aceh sebagai sa