Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

Cincin Kawin*

Juga pada kali itu, semestinya waktu bukanlah miliknya sendiri. Tetapi milik berdua. Ia dan istrinya. Lima tahun lebih mereka bersama, diijab kabulkan untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Menikmati kesenangan dan suka cita bersama. Begitu pula halnya dengan kesedihan dan kesakitan. Tetapi mengapa harus ada yang terlewati? Untuk dinikmati sendiri-sendiri. Tanpa ia dan istrinya.
Di tempat ini, pertanyaan “mengapa” kerap hadir bukan sebagai basa-basi. Tetapi adalah bentuk lain pertanyaan atas ketidak mengertian sikap dan keraguan. Maka, jawaban itu hanya ia temukan di tempat ini. Atas nama kesembuhan. Maka ia menikmati waktu sendiri. Tanpa istrinya.

Cinta yang membawa Petaka

Adalah Rahma (nama samaran) perempuan berusia lebih kurang 30 tahun, yang sudah hampir dua tahun ini melakoni skenario hidupnya sebagai seorang istri dan juga seorang ibu bagi bayinya yang belum genap setahun, Najwa (nama samaran). Rahma hanyalah pelakon dalam drama kehidupan ini atas semua skenario yang telah dipilihkan Allah untuknya. Ia tak dapat menggugat apalagi memberontak atas peran-perannya. Maka air mata, ketakutan, kesedihan, perasaan terkhianati, rasa sakit hati, kecewa, marah dan benci adalah miliknya.Seyogyanya, Rahma adalah perempuan yang paling berbahagia saat ini. Wajahnya tidak buruk, kedua matanya berbinar penuh ceria dan memancarkan keramah-tamahan, kulitnya putih, senyumnya tak pernah sepi dari bibir mungilnya. Hanya badannya saja yang terlihat lebih gemuk karena postur badannya yang pendek. Secara fisik ia tak mempunyai kekurangan apapun.Rahma juga dikaruniai seorang anak yang lucu dan menggemaskan hasil pernikahannya dengan Anwar (nama samaran). An…