Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Jangan Bertanya Tentang Rupa Angin

JANGAN bertanya padaku tentang rupa angin.

Untukku menjadi sangat indah ketika angin selalu terselubung rahasia. Apa yang selalu kasat mata bukan berarti semuanya menjadi begitu menyenangkan. Kesenangan itu ada kalanya terletak pada apa yang tidak kita ketahui, pada sesuatu yang tidak mampu kita raba bentuknya, atau pada sesuatu yang tidak dapat kita cumbu aromanya.

Kesenangan itu adakalanya menjadi berlipat nikmatnya ketika hanya bisa kita rasakan tanpa pernah meminta umpan balik dari semuanya. Sekali waktu kita perlu membiarkan hati berkelana, membiarkan seutas tali yang menjadi penyangganya. Kemudian dia akan terbang bebas tanpa perlu lupa jalan pulang. Tanpa perlu mengetahui rupanya, angin akan membawanya mengapung di ketinggian jagad dunia.

Jangan bertanya padaku tentang rupa angin.

Karena aku sama sekali tidak pernah melihat seperti apa bentuknya. Memang, dia selalu menghinggapi tubuhku dan berdiam lama sekali di sana. Terkadang ia mengendus dan membuat aku berdesir hingga hamp…

Memetik Bayang Wajahmu

APA lagi yang bisa kukatakan selain terimakasih karena sudah mencintaiku. Kau yang menyayangiku tanpa pernah berubah. Kau dengan caramu mencintai yang tak biasa itu selalu membuatku bahagia. Berhasil membuatku tersenyum setelah siksa panjang yang kau bilang sebagai kenikmatan.

Hatiku berdetak setiap kali kau mengatakan rindu. Dan entah sudah berapa puluh ribu kali aku mengatakan bahwa cinta dan rindu ini hanya milikmu. Kau yang dikirimkan waktu untukku.

Bahagia itu sungguh sangat sukar untuk diterjemahkan. Aku bahkan bingung harus menuliskannya seperti apa. Bahagia itu hanya untuk dirasakan oleh seluruh panca indera. Dan hati yang selalu mengembang seperti kuntum bunga yang mekar di pagi hari.

Aku selalu tersiksa oleh rindu. Tapi kau bilang itu bagian dari proses cinta. Takdir menuliskan kisah kita berbeda dan kita harus menerima setiap bait yang harus dilalui. Tanpa perlu mempertanyakan kepada sang pemilik takdir. Kita juga tak perlu menggugat kan, Sayang?

Aku tidur dengan menggengg…