Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Menepi di Ujung Senja

Menepi di ujung senja, 
Menantimu pulang ke hatiku, 
Tempat semua cinta untukmu bermuara...

Aku suka sekali menanti senja datang, walau hanya kulakukan di balik meja kerjaku hingga hari berubah gelap. Senja mendekatkan aku denganmu, membuat kita bisa bertukar cerita tanpa perlu tersekat, membuat perasaanku terasa hangat dan meletup-letup. Seperti yang kukatakan semalam, tak ada sedetikpun waktu yang terlalui tanpa percikan rindu untukmu.

Senja melahirkan gelap yang abstrak. Bersamaan dengannya muncul rembulan yang menawarkan sepotong cahaya, membuat dunia menjadi temaran dan eksotis. Diringi bintang-bintang yang tak bosan berkerlipan, semuanya menjadi indah tanpa perlu kita jelaskan seperti apa definisinya.

Senja mengantarku pada keriuhan menuju pintu hening yang penuh imaji. Tempat di mana aku bebas bertukar rasa denganmu tanpa perlu canggung. Kau yang matematis dan aku yang penuh perasaan. Kita bertengkar kemudian saling tertawa. Mentertawakan kebersamaan kita. Menghitung hari-hari ya…

Menciptakan Kenangan Masa Kecil

INI adalah foto yang kujepret saat keponakanku Ulis -memakai singlet-, asyik bermain hujan bersama teman-temannya pada Minggu, 17 Januari 2016 lalu.

Biar kuurutkan siapa saja dari mereka. Yang paling pojok kiri itu adalah Nadir. Dia sepupuku dan pamannya Ulis. Berikutnya adalah keponakanku Ulis dengan posisi berjongkok. Yang duduk berselonjor kaki itu adalah Mirza, temannya Nadir. Sedangkan yang bugil menggemaskan itu adalah Kevin, anak tetangga kami.

Mereka terlihat sangat asyik menikmati genangan air di halaman rumah nenekku di Gampong Teupien Raya, Kecamatan Geulumpang Minyeuk, Pidie. Di bawah guyuran hujan, bocah-bocah itu mengabaikan rasa dingin demi mendapatkan kesenangan masa kecil.

Sejak pertengahan November lalu, seminggu sekali aku rutin pulang ke tempat nenek untuk menjenguk ibu. Setelah keluar dari rumah sakit pada awal November lalu, dan sempat beberapa waktu di Banda Aceh, kami memutuskan membawa ibu pulang ke rumah orang tuanya untuk proses pemulihan. Kami memang tidak…

Happy 10 th Anniversary Senarai Cinta

BEBERAPA teman di LinkedIn mengirimkan pesan. Isinya sederhana saja; selamat atas anniversary kerja Anda.

Hm... sejenak saya bingung. Pekerjaan mana yang sedang 'berulang tahun'? Selidik punya selidik rupanya 'pekerjaan' di www.ihansunrise.blogspot.com yang saya cantumkan di LinkedIn. Ya, Januari 2016 ini memang genap berusia 10 tahun sejak saya mulai mengenal dan membuat blog tersebut pada Januari 2006 silam.

Di zaman modern ini, kita cukup perlu banyak akun di media sosial untuk mengingatkan kita tentang ini dan itu. Misalnya tentang tanggal ulang tahun teman, atau ulang tahun pekerjaan. Mari lupakan sebentar tentang fenomena sosial media, sekarang mari kita bicarakan tentang blog saya saja :-D.

Ihan Sunrise adalah nama pena yang saya pilih sejak saya memutuskan 'serius' di dunia narasi belasan tahun silam. Awalnya saya sempat menggunakan nama 'Ihan Salsabila' yang sering saya tulis dengan lafal Arab. Salsabila berarti 'mata air surga', dan s…

Saat Harus Kehilangan

KEHILANGAN. Sekalipun ia tidak bernama tetap saja menyisakan sepotong perih. Terlepas kita rela atau tidak pada sesuatu yang hilang itu. Mungkin, kemuraman akan menghinggapi setengah atau seluruh wajah kita. Melahirkan sembab di sepasang mata kita atau keletihan otak yang teramat sangat.

Apakah kehilangan perlu ditangisi, diratapi atau mungkin membuat kita frustasi? Jawabannya tentu saja tergantung. Tergantung pada sekuat apa bola mata kita menahan laju air agar tak berubah menjadi deras. Tergantung pada sekuat apa jiwa kita menyikapi beban dan memahami semua yang terjadi.

Setiap orang pernah mengalaminya. Seperti yang kutulis di atas, rela atau tidak kehilangan tetap menyisakan sepotong rasa yang tak nyaman.

Anggap saja sesuatu yang hilang itu seperti buih-buih ombak di tepi pantai. Ia akan terus datang silih berganti dengan bentuk dan rupa yang berbeda-beda. Atau seperti pucuk gunung yang tertutup kabut atau awan pekat. Hilang, tetapi bukan berarti kita tidak bisa melihatnya kembal…