Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2010

Inisial Terakhir*)

oleh; Ihan Sunrise

Hatiku diliputi kesenangan maha dahsyat. Untuk yang kedua kalinya. Pertama ketika aku mengenalmu sepuluh tahun silam. Saat umurku baru menjelang 20 tahun. Dan sekarang, ketika aku kembali menjumpaimu di tempat ini, di kotamu.Tadinya kupikir itu bukan kamu. Skemata-ku hampir tak berfungsi sempurna. Itu gara-gara tubuhmu yang menyusut. Tidak gemuk seperti dulu. Dan rambutmu yang mulai terlihat memutih di beberapa bagian. Tapi kau masih gagah seperti dulu. Dari jauh aku memandangmu yang sedang khusyuk membaca sesuatu. Lalu kuputuskan untuk mendekat dan menyapa. “Tidak menyangka kembali bertemu denganmu, di sini.” Ah, harusnya aku tidak menyebutmu dengan “kamu”. Tapi menggantinya dengan “Bapak” atau “Om”. Tapi setahuku kau tidak pernah keberatan sekalipun aku memanggilmu dengan nama saja, Zal!Kau menoleh. Dan aku menikmati keterkejutanmu. Mungkin kau tidak menduga Tuhan mempertemukan kita kembali di sini, di kotamu. Atau kau pura-pura terkejut untuk meman…

Pasang dan Surut

Dan yang paling kuingat malam itu adalah ketika kau memintaku untuk menunggumu di kota ini. Saat itu aku tengah menikmati gurihnya jagung bakar yang dijajakan di setiap pinggir jalan menuju pelabuhan di sudut kota ini. Bersama seorang teman. Dengan angin yang menampar-nampar pipi dan mempermainkan anak rambut. Dan entah mengapa, pembicaraan selanjutnya adalah tentangmu menjadi begitu menyenangkan dan riang. 
Tapi aku tahu diriku sedang tidak di situ. Terbang bermil-mil jauhnya membelah jarak. Aku berada dalam palung jiwamu yang paling dalam. Bahkan detak jantungmu ketika itu dapat kurasakan begitu kencangnya. Ketika kau mengatakan “tunggu hingga aku datang”.

Puisi Bulan November

Ijinkan

Ijinkan aku menyudahi dengan carakuCara paling sederhana yang tidak melukakan hati Cara paling manjur tanpa menumpahkan air mata
Ijinkan aku menyudahi dengan carakuCara paling murah yang tidak lahirkan kebencianApalagi dendam kesumat dan sumpah serapah karena sakit hatiCaraku cara jituMenyudahi dengan terus mencintaiYang aku yakin, Kaupun tidak bisa melakukannya


Maaf
Sepertinya bulan akan sabit dalam waktu yang lamaSelama itu pula sebagian bintang akan kehilangan cahayaDan kita, mungkin akan bersembunyi di separuhnya yang lainSambil terus mencari-cariDi mana saklar yang akan mengembalikan cahaya-cahaya ituLalu entah siapa berteriak di sanaSaklar itu di hati kalian!Dan kita tetap mencari-cari


23:53 pm01-11-09

Anda dan Buku

Bagi saya buku bukanlah sesuatu yang menakutkan. Sebagai seseorang yang menyukai dunia tulis menulis membaca buku merupakan sebuah keharusan. Atau paling tidak jangan menaruh kebencian berlebih terhadap jendela dunia tersebut. Pusat informasi termurah yang paling efektif. Mudah di dapat dan efisien.Segala hal yang sulit terjangkau secara kasat mata akan dengan mudah kita dapatkan dari sebuah buku. Lalu hasil dari apa yang kita baca tersebut akan masuk ke otak kita dan memacu otak untuk berfikir. Nah, proses berkepanjangan itulah yang nantinya baik secara sadar maupun tidak akan mempengaruhi sikap dan prilaku seseorang. Karena apa yang kita lihat, kita dengar dan kita ikuti secara perlahan-lahan akan masuk ke alam bawah sadar kita. Itulah yang menyebabkan pola hidup dan kebiasaan seseorang menjadi berbeda satu sama lainnya. Dan uniknya, hanya pola kebiasaan inilah yang akan mempengaruhi kehidupan seseorang secara signifikan.Maka menarik sekali ketika ada seorang mitra bisnis saya beber…

Di Kotamu*

Di kotamu

Menjejakkan kaki di kotamu, CintaAdalah proses menggali dan mengubur sejarahPentasbihan diri atas harapan dan keinginan
Menjejakkan kaki di tanahmu, CintaAdalah mengikrarkan kembali kesaksianUntuk terus menyetiai waktu dan keabadian
Menjejakkan hasrat di tubuhmu, CintaAdalah pergumulah rasaPertengkaran imajinasiPerseteruan kerinduan
Menjejakkan hidup di Nafasmu, CintaAdalah untuk selamanya mencintai
Medan, 12-12-09



Sapa


Aku selalu menyapaMeski setelah itu diam adalah pilihanBagi aku dan kamu; bagi kita
Dan itu kulakukan saban hariKapan saja aku melihatmu ada di ruang iniKetika aku menyadariRitual ini telah bertahun-tahun lalu terjadi
Tetapi kau masih juga tanyaMengapa tak ada sapa untukmu?Harusnya aku yang bertanyaMengapa tak ada jawab setelah ada sapa?


23:53 pm01-11-09


* Puisi ini telah dimuat di Koran Harian Aceh, edisi Minggu 10 Januari 2010

Bahasa Kasih