Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Traveling with My Boy Bike #2: Gagal Menaklukkan Pentagon

Menjadi seorang goweser, benarlah seperti yang aku duga. Membutuhkan stamina dan fisik yang kuat. Itu kalau kita memang ingin menjadi pengayuh sepeda, yang bisa mengayuh ke mana pun hati inginkan. Si goweser pemula ini sudah kena 'batunya' gara-gara ingin menyaingi para senior. Kapok? Justru itu bikin semangat untuk gowes jadi kian berapi-api. Ceritanya, dua minggu lalu aku mengajak teman untuk gowes di hari Minggu. Dia bilang ayuk. Kami sepakat untuk 'nebeng' sebuah klub sepeda yang hari itu sudah merencanakan mau ke Pentagon. Konfirmasinya aku dapat jelang tengah malam. Saking semangatnya, aku lupa menanyakan di mana itu Pentagon, bagaimana rutenya, dan memungkinkan atau tidak buat pemula seperti aku. Pentagon adalah nama yang 'sexy' bagi sejumlah kalangan komunitas sepeda di Banda Aceh, khususnya komunitas sepeda gunung. Setidaknya, teman-teman di dua komunitas sepeda yang aku kenal, menyebutkan kalau Pentagon cukup berarti untuk dituju. Lalu, di mana itu Pe…

Berburu Oleh-oleh di Balikpapan dengan Tiket Pesawat Murah

Mendengar nama Balikpapan, yang terpikirkan di benak kita adalah kota ini sangat dipenuhi dengan berbagai macam kegiatan industry dan pertambangan. Namun jangan salah, di Ballikpapan ternyata banyak sekali tempat-tempat wisata menarik yang wajib untuk dikunjungi. Mulai dari hutan bakau hingga pantai, dengan ciri khas unik sehingga menjadikan Balikpapan sebagai salah satu tujuan wisata yang wajib didatangi. Tidak heran rasanya jika kita melihat banyak orang yang memesan tiket pesawat ke Balikpapan untuk keperluan bisnis, namun kemudian betah berlama-lama di kota ini karena keindahan wisatanya. Selain itu, melakukan perjalanan ke Balikpapan tidak lengkap pula rasanya mencicipi makanan khasnya. Di kota ini sendiri tersedia berbagai macam pilihan makanan yang bisa dicicipi langsung hingga dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Apalagi, masih banyak yang belum tahu apakah sebenarnya Balikpapan punya kuliner khasnya sendiri. Jadi, jika sudah memesan tiket pesawat ke Balikpapan dan sudah mengunjun…

Traveling with My Boy Bike: Gowes di Aceh Selatan

ADALAH pengalaman tak terlupakan dalam ingatan saat kita bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan. Bersepeda akhir-akhir ini memang menjadi salah satu hobi yang mendapat prioritas, selain tetap menulis seperti biasa. 
Seperti halnya hobi-hobi yang lain, makin dilakukan makin bikin penasaran dan makin menantang. Bersepeda kini menjadi hobi yang makin menarik untuk kulakoni. Ini pula yang membuatku bela-belain memboyong sepedaku ke Aceh Selatan pada 13-17 November, tujuannya agar tetap bisa bersepeda di sela-sela padatnya workshop.
Dan ternyata benar, padatnya agenda workshop nyaris tak memberiku kesempatan untuk itu. Syukurlah kami datang sehari sebelum acara, jadi ada sedikit waktu untuk mengeksplore sebagian wilayah Aceh Selatan dengan sepeda.
Daerah itu adalah Kecamatan Samadua, yang berbatasan langsung dengan Kota Tapaktuan, Ibu Kota Kabupaten Aceh Selatan. Cerita seru tentang perjalanan ini akan aku tulis belakangan, sementara aku tampilkan beberapa foto-fotonya dulu ya. Berikut …

Aishaderm; Klinik Cantik Muslimah yang Bukan Sekadar Tagline

KESAN teduh dan damai langsung tertangkap indera begitu aku memasuki Klinik Aishaderm di Jalan Sultan Mahmudsyah No. 4-5 Banda Aceh, Kamis pagi, 23 November 2017. Interiornya didominasi warna cokelat, tampak serasi dengan kombinasi hijau dan putih yang diaplikasikan pada seperangkat sofa dan ornamen dinding. Sambutan hangat dari pegawainya yang juga berkostum senada menambah semangatku untuk terus melangkah.

Ihansunrise.com mendapat kesempatan menghadiri konferensi pers untuk melihat-lihat sekaligus merasakan perawatan langsung dari Klinik Aishaderm. Hari ini, Sabtu, 25 November klinik ini resmi hadir dan beroperasi di Banda Aceh . Sejak awal mendapatkan tawaran 'hibah' dari Liza, aku sangat bersemangat. Penasaran, seperti apa sih Klinik Aishaderm ini yang digadang-gadang sebagai "Klinik Cantik Muslimah ini".

Seperangkat produk yang telah di-display di atas meja langsung menarik perhatianku. Sebelumnya aku juga berkenalan dengan Mbak Ined, Marketing Aishaderm Pusat y…

Seseorang Bertanya tentang Zenja

Seseorang bertanya; mengapa tidak pernah kau tag Zenja di status-statusmu yang puitik?
Aku tak ingin menjawab. Tapi seseorang itu terus mendesak. "Aku penasaran," ucapnya.
"Tidak semua statusku kutujukan untuk Zenja. Dalam sepuluh status mungkin hanya satu dua yang benar-benar kutujukan, atau terinspirasi dari Zenja. Selebihnya bisa dari dan untuk siapa saja," jawabku kemudian.
"Mengapa begitu?" ia bertanya lagi.
Kali ini, pepatah diberi hati minta jantung benar adanya. Tapi demi sorot matanya itu aku berbaik hati menjawab.
"Jika duniaku hanya tertuju kepada Zenja, betapa sempitnya hidupku. Sedangkan aku ingin punya kehidupan yang seluas kehidupan itu sendiri." "Wow... Bagaimana caranya?"
Hahaha. Aku tergelak. Dia bertanya lagi. Aku enggan menjawab. Pertanyaan yang terjawab adalah bibit untuk pertanyaan baru. Tumbuhnya seperti diberi mantra. Dalam sekali tarikan napas.
"The last quest," katanya membujuk. Matanya mengerjap-ngerj…

Menyeduh Narasi Dalam Secangkir Kopi

SETELAH menunggu sekitar sepuluh menit, kopi yang kupesan akhirnya terhidang juga. Semerbak aroma kopi Gayo seketika menyerbu indra penciumanku. Merasuki otak. Tak berselang lama setelah aku menyeruputnya, kantuk yang tadi masih hinggap di pelupuk mata rasanya menjadi luruh seketika. Ini memang hanya karena faktor sugesti saja. Tapi setidaknya setelah membaui aroma kopi, ide-ide yang ada di kepala lebih mudah dituangkan menjadi narasi. Kopi dan narasi adalah dua hal yang sangat kugilai. Entah dari mana 'hal gila' ini kuwarisi. Sebab ayah dan ibuku bukanlah penikmat kopi, mereka juga tidak pernah bergelut dengan kata-kata. Aku tak pernah lupa bersyukur untuk hal ini. Melalui hobi yang kulakoni sejak belasan tahun silam ini, aku lebih mengenal diriku sendiri. Aku menjadi seperti apa yang aku inginkan. +++ Saat aku menuliskan catatan ini, ingatanku seketika terlempar ke masa lebih dari dua puluh tahun silam. Aku masih seorang gadis kecil yang tomboy. Orang tuaku tinggal di desa …

Menjaga Leuser, Menjaga Sumber Air

Terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa Perempuan Peduli Leuser merupakan satu hal yang sangat saya syukuri. Walaupun workshopnya baru berlangsung sekali, namun banyak pengetahuan baru yang saya dapat sehingga membuka lebar-lebar cakrawala berpikir saya. Khususnya mengenai Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang menjadi wilayah sentral kerja USAID Lestari di Aceh. Menyebut Leuser, tentu bukan nama yang asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat Aceh. Wujudnya sebagai gunung dengan ketinggian 3.404 mdpl menjadikannya sebagai gunung tertinggi di Aceh dan tentunya menjadi primadona. "Digunjingkan" semua orang terkhusus para pecinta alam dan aktivis lingkungan. Bagi seorang pendaki gunung, bisa menapakkan kakinya di puncak Leuser yang misterius adalah kebahagiaan tak terdefinisi. Nyatanya menaklukkan Leuser memang tak mudah. Leuser kian masyur ketika pemerintah pada 1980 menabalkan namanya sebagai Taman Nasional Gunung Leuser yang mencakup Kabupaten Aceh Barat Da…

Saturday with My Boy Bike

BERSEPEDA kini menjadi aktivitas baru yang sangat menyenangkan buatku. Selain rutin berlatih aikido dua kali seminggu, bersepeda masuk dalam daftar aktivitas mingguan yang kulakukan. Terutama di akhir pekan dan waktu-waktu senggang. Alhasil kegiatan berlari yang sebelumnya juga rutin kulakukan terpaksa dipending dulu untuk waktu yang tidak terbatas. Karena susah menyocokkan waktu dengan teman-teman, jadinya aku lebih sering bersepeda sendirian. Teman-teman di komunitas selalu gowes bareng di hari Minggu, sementara aku pada hari itu malah kerja. Jadinya belum sekalipun niat gowes bareng mereka terwujud sampai hari ini. Kalau ingin bersepeda dengan rute yang jauh aku harus melakukannya di hari Sabtu, karena hari itu aku libur. Setelah sebelumnya sempat bikin janji dengan dua teman untuk bersepeda bersama di Sabtu pagi, eee.... lagi-lagi aku harus gowes sendirian. Teman yang satu malamnya harinya terpaksa membatalkan karena ibunya datang dari kampung. Mira juga membatalkan karena ada ac…