Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2006

yang tidak ku mengerti

ada yang tidak ku mengerti dari diamnya orang-orang yang dingin juga dari orang-orang yang sangat halus perasaannya ada yang tidak ku mengerti juga dari jiwa ini kenapa itu menjadi begitu pentingnya ada yang tidak ku mengerti dari diamnya orang-orang yang dingin mungkin saja salah penterjemahan juga dari orang-orang yang lembut perasaannya terlalu perasa sehingga menjadi tidak perlu aku tidak mengerti semua ini dan kenapa terjadi padaku untuk kalian aku minta maaf atas kesalahan yang aku lakukan yang aku sendiri tidak tahu itu apa

"meninggalkan Zal"

“Sebelum kau benar-benar pergi. Sebelum aku benar-benar meninggalkanmu, ucapkan satu kata yang tulus, bahwa kau mencintaiku sepenuh hatimu. Dan aku akan merasakan kau selalu disini”. Mekar menggamit tangan Zal dan meletakkan tepat didadanya, ia yakin laki-laki itu merasakan detak jantungnya yang kencang. Juga air matanya yang menghangat. Mekar juga yakin kalau laki-laki itu bias memahami apa yang sedang dirasakan olehnya saat ini. Memang tidak mudah melepas cinta dengan cara seperti ini, meletakkannya di satu tempat yang jauh lalu meninggalkannya tanpa keihklasan dan kerelaan, hanya kesadaran logika sajalah yang mendasari semua itu. Hatinya pasti sakit dan terkikis pelan-pelan. Akankah ia patah hati? “Hari ini Jumat, tujuh Mei dua ribu sepuluh, genap dua puluh lima tahun usiaku. Aku rasa sudah cukup aku belajar bagaimana mencintai dari mu. Aku sudah cukup belajar bagaimana caranya menyayangi dan mengasihi seseorang. Dan sepertinya memang sudah cukup kau mengajariku tentang makna cinta

Lukisan Krayon

Kemarau telah membuat suasana menjadi kering. Syukur kampus ini terletak di dalam hutan (tidak tahu kenapa kampus ini dibuat seperti didalam hutan, katanya sih dari rektor dan jajarannya terdahulu yang semuanya berasal dari Gadjah Mada sehingga suasana kampus ini mencontoh plek apa adanya UGM) sehingga kemarau hanya berdampak pada banyaknya daun kering. Di jalanan, di halaman, di atas tanah hingga di atas selasar, hanya kerontang saja yang terlihat. Bedanya, angin lebih sering dan lebih banyak bertiup. Seperi saat ini, pukul dua siang, angin bertiup pelan. Mm, jalanan sepi, sekaranglah waktunya. Wuss!! Kupacu Suzuki Satriaku, suaranya meringkik seperti kuda yang digebah. Angin menerpa wajahku dan dari spion kulihat dedaunan kering berhamburan, beterbangan kaget. Nikmat sekali. Terima kasih kepada pabrik sepeda motor Suzuki yang telah menciptakan motor yang tau betul dengan selera ngebutku, seperti Satria ini. Seseorang sedang berjalan kaki di pinggir jalan, dengan tas ran

">>>"

Tuhan, aku ingin pergi saja dari dunia ini kemana saja ketempat dimana orang-orang tak mengenalku aku lelah seperti ini terus aku tersenyum kadang tertawa dengan sorot mata berbinar tapi hatiku tak henti menangis tak henti hatiku menahan gelisah aku memakai topeng kah Tuhan? untuk menutupi yang sebenarnya lalu sampai kapan? aku mampu bertahan dengan semua ini? Tuhan, aku membutuhkan Mu..... peluk aku rengkuh aku aku menangis Tuhan...

"Cinta Rumput"

layakah Rumput jatuh cinta? pada pengembara yang menumpang lewat dalam kehidupannya. yang bercerita sekilas tentang arah dan tujuannya, sedikit tentang negeri asalnya lalu kemudian pergi lagi. Rumput beruntung, Pengembara memilih menginap ditempatnya malam itu, membuat api unggun yang kecil sehingga Rumput bisa merasai sedikit kehangatan dimalam yang benar-benar dingin. mereka mengobrol hingga malam tua dengan kata-kata sepatah-sepatah. Rumput merasa tertarik pada Pengembara muda itu, ia menyukai kekakuan dan kedinginannya, sedikit angkuh barangkali. Rumput juga heran bagaimana mungkin Pengembara dengan sifat seperti itu yang dia sukai, kaku, bahkan belum pernah sekalipun ia mendengar kata terimakasih atas apa yang telah dilakukan Rumput untuknya. Rumput telah mengijinkannya mendirikan tenda ditempatnya, memasakkan makanan spesial untuk menjamunya pertama kali, membantunya mencari kayu untuk perapian, tetapi lelaki asing itu seperti batu yang teronggok dan tak bisa mengucapkan te

Adam, Alim, Aku

Suara sepeda kecil beroda tiga terdengar memasuki teras, lalu pintu bergedeguman. Begitulah ciri khas Adam anakku kalau pulang. “Mah, ada gopek?” “Untuk apa?” “Ada pengemis.” “Mamah tidak punya, pakai uangmu saja.” Kataku sambil terus melanjutkan aktifitas memasak. Anakku itu lalu mendorong kursi makan hingga menempel ke kulkas. Menaikinya, sambil berjinjit dan mengangkat dagunya agar lebih tinggi, ia mencari-cari sesuatu di atasnya . “Gak ada gopek mah, ada juga srebu.” “Tidak apa-apa, seribu juga boleh, dimana pengemisnya?” “Tadi masih di depan rumah si Ikhsan.” “Cepetan, nanti keburu jauh.” Anakku kembali keluar dengan berlari. “Nek, ini uangnya.” Sang nenek pengemis itu berhenti lalu memutar badannya kemudian mengangkat sedikit topi capingnya. “Massya Allah nak, leutik keneh tos bageur pisan. Ya Alloh, gusti pangeran mugi-mugi ieu budak janten anak anu bakti kakolotnya, ka bangsa jeung agamana. Janteun budak sing ca

...

aku sakit, kataku istirahat yang cukup kata mu aku gelisah sholat sunnah ya Yank pikiranku tidak enak mengaji saja katamu lagi aku tidak bisa tidur, kataku lagi zikir sampai ngantuk aku rindu Say... aku juga Yank...

satu dua tiga

semalam aku melihat bintang kelap kelip meski langit agak gelap tetap tampak indah menghilangkan getar dikaki meratakan nafas yang tak teratur hari ini ada matahari memberiku kehangatan dalam tubuh yang menghangat tetapi dingin mensejajarkan langkahnya denganku mengawasiku dari jauh takut kalau aku hampir jatuh seperti kemarin sore satu dua tiga dan seterusnya kaki ini terus melangkah menyusuri lorong melewati ruas-ruas jalan ada satu dua tiga rumput melambai dan seribu anai-anai yang beterbangan melemparkan doa dan kusambut dengan kedua tangan terbuka satu dua tiga dan seterusnya aku sampai dan aku tertidur

"Ijinkan"

andai kau ijinkan walau sekejap memandang ku buktikan kepadamu aku memiliki rasa cinta yang kupendam tak sempat aku nyatakan karena kau tlah memilih mengetuk pintu hatinya ijinkan aku mengatakan inilah kesungguhan rasa ijinkan aku menyayangi mu sayangku ooo... dengarkan lah suara hatiku cintaku ooo... dengarkanlah isi hatiku bila cinta tak menyatukan kita bila kita tak mungkin bersama ijinkan aku menyayangimu sayangku ooo.... dengarkanlah isi hatiku cintaku ooo... dengakanlah suara hatiku... sudah tengah malam, sisa-sisa hujan tadi masih ada satu-satu. tik tok...tik tok..bunyinya dari atas atap. dan angin bertiup dua kali lipat lebih kencang dari tadi siang, menggoyangkan pohon-pohon, menggugurkan daun-daun, menerbangkan sampah-sampah. hujan dan angin bergumul. melahirkan dingin hingga ketulang iga. ditambah lagi dengan kipas angin yang sengaja dibiarkan berputar-putar, semakin sempurnahlah rasa dingin malam itu. tanpa selimut, tanpa baju tebal, hanya ada

"tidur"

tidur merupakan salah satu bentuk istirahat yang paling baik, ketika tidur tubuh menjadi rileks dan segar. otot-otot menjadi regang dan tentu saja melancarkan peredaran darah. selain itu tidur yang baik juga menghilangkan stress tentunya, selain penat dan rasa lelah yang mendera setelah beraktifitas seharian. orang yang kekurangan tidur akan kelihatan pucat dan loyo, sebaliknya kebanyakan tidur juga tidak baik, tubuh menjadi tidak segar dan malas. ngomong-ngomong soal tidur memang mengasyikkan, membayangkan kasur yang empuk dan dikelilingi bantal-bantal yang empuk saja bisa membuat mata selalu merasa kantuk. apalagi kalau memang sudah berada diatasnya. perut laparpun bisa dihilangkan dengan tidur. tidur merupakan salah satu aktivitas yang tidak dapat dihindarkan oleh setiap orang, begitu juga saya. tidur inipun kata orang ada macamnya, ada yang namanya tidur ayam, ada yang tidur mati. jenis tidur ayam biasanya sering disebut sebagai tidur ecek-ecek karena totalitasnya dalam tidur kura

"Berlayar ke pulau hati"

I am sailing I am sailing, home again cross the sea I am sailing stormy water to be near you to be free I am flying I am flying, like a bird cross the sky I am flying passing hihg clouds to be with you to be free can you hear me, can you hear me through the dark night far away I am dying forever trying to be with you who can say We are sailing We are sailing, home again cross the sea We are sailing stormy waters To be near you to be free, oh love, to be near you to be free *** Aku pernah naik kapal layar dan sekarangpun masih berada dalam kapal layar itu. Sejarah naiknya aku ke kapal layar ini tidaklah biasa. Tidak sebagaimana lazimnya orang-orang berlayar. Mencari agen perjalanan, membeli tiket, ke pelabuhan mencari kapalnya, naik lalu mencari kamar (atau hanya tempat duduk, bila naik kapal kecil untuk perjalanan yang singkat) lalu berlayar. Tidak, aku tidak seperti itu. Naiknya aku ke kapal layar ini adalah suatu kebetulan. Lebih tepatnya karena rasa iba alias kasihan sang pemilik ka

"sebuah arti"

tidak terasa waktu telah berjalan begitu cepat, kadang merambat mengganti malam, berlari mengganti bulan dan mengeja tahun. purnama demi purnama terlewatkan dengan sangat sederhana, menatapnya dalam-dalam dan menikmatinya dengan kedalaman rasa dan keliaran imaji. kadang dari jendela kadang juga dari teras depan seperti kemarin...sambil tiduran dengan menatapnya lekat-lekat. menelanjangi setiap lekukan sinarnya yang mempesona. hhh... kapan menghubungi ku cinta? ..... kulirik Adam kecilku yang tidur dengan nyenyak, matanya terkatup rapat dan nafasnya sangat teratur. aku jadi iri pada ketenangannya. kedamaiannya. tak bosan-bosannya aku ingin memeluknya, menggendongnya, mengganti popoknya dan menciumnya kuat-kuat, dia tidak bisa membalas, itu yang membuatku begitu bernafsu menggoda Adam kecil. jahatkah aku? mungkin juga. tapi dengan begitulah Adam kecil bisa merasakan kalau aku sangat dan sangat menyayangi dan mencintainya dengan setulus hati. ah...teringat cintaku lagi sedang apa dia d

"Surat untuk Murid"

aku, bu guru yang pernah dianggap sangat istimewa oleh salah satu muridnya. sampai ia mencatatnya dimana-mana. boleh jadi aku merasa istimewa atas perlakuan muridku ini, dimatanya barangkali dia melihatku sebagai seorang yang luar biasa, yang tidak hanya bisa mengajarinya bagaimana cara membuat "rumah" berikut dengan mengisi pernak-perniknya, berikut perkakasnya semaca buku tamu dan jam tetapi juga menyayanginya karena dia adalah murid kesayangan gurunya dari sekian murid yang lain. hampir setiap hari saya mendapatkan surat dari murid yang satu ini, isinya beragam, kadang ucapan terimakasih karena ia telah berhasil mengerjakan tugas yang saya berikan dengan baik, kadang juga berisi tentang perasaanya yang beragam juga, kadang sedih, kadang bahagia, kadang bahkan ingin menangis. saya sungguh bingung menghadapi murid yang satu ini, apa dia manja? sehingga minta sering diperhatikan? entahlah...aku juga tidak tahu. pernah suatu hari ditengah-tengah kesedihannya yang mendalam, sa

"tanpa titik koma"

ku tahan hati ini untuk tidak menyapanya untuk tidak menegurnya untuk tidak mencandainya aku takut melakukan kesalahan aku takut membuatnya marah lagi lagi pula kekagetanku maish belum hilang sore itu, saat aku dikatakan telah membohonginya aku kaget sekali sampai aku tidak sadar kalau aku menangis padahal sama sekali aku tidak membohonginya tapi aku menyesal menangis toh air mata tidak bisa membuktikan kalau aku tidak membohonginya aku menyesal padahal dia adalah saudaraku

"Suami ku"

kalau suamiku tidak menikah denganku dia bukan suamiku tentu aku kebetulan mencintainya diapun mencintaiku seandainyapun aku tidak mencintainya dan dia tidak mencintaiku pula dia tetap suamiku karena ia menikah denganku

"Malaikat kecilku..."

Assalammualaikum anak bunda... selamat datang kedunia fana ini jadi anak sholeh ya? hanya itu pinta bunda sejak dalam kandungan dan ketika mendengar teriakanmu subuh kemarin juga ketika mendengar tangisanmu pada hari-hari berikutnya ketika memandikanmu ketika menyusuimu ketika mendengarkan decapanmu juga lesung pipimu anak bunda... jangan pernah kecewakan bunda ya? bunda tidak minta kamu kelak jadi profesor atau presiden bunda dan ayah hanya ingin kamu jadi anak yang sholeh taat kepada Allah dan juga orang tua bunda tidak ingin kulit merahmu kelak menghitam di negeri akhirat bunda tidak ingin tangisan mu yang sekarang membahagiakan bunda kelak menyiksa bunda, nak... anak bunda sayang.... lihatlah ayahmu yang ketakutan memegangmu dengan tangannya yang gemetar ia tetap kukuh ingin menggendongmu itu karena dia sayang padamu yang telah menunggunya dengan sangat lama dan ia sangat menyesal ketika kau pertama kali menangis tidak bisa mendengarkannya dia tidak ber

"Doa"

Doa I aku bukanlah pendoa yang doanya selalu terkabulkan juga bukan orang yang pandai sekali berdoa aku hanya tahu satu satu tentang tata cara berdoa yang baik dan benar aku adalah aku !!! dengan segala kekurangan dan keburukanku dengan sedikit kelebihan tentunya aku bukanlah pendoa yang baik tapi aku yakin Tuhan pasti mengabulkan doaku meski aku tidak memakai jubah, tidak berjenggot dan tidak berselendang panjang aku hanya tahu sedikit tentang doa yang makbul bahkan dalam berdoa, seingatku jarang sekali aku menangis paling aku hanya bisa membuat suaraku sedikit perlahan dan mengiba memang begitu kan seharusnya etika meminta dengan suara yang lembut dan mengiba agar permintaan dikabulkan Doa II aku memang bukan pendoa yang baik aku bahkan jarang sekali bersimpuh untuk berdoa tetapi aku sering melakukannya ketika berjalan ketika melihat sesuatau atau merasai sesuatu ketika hujan atau ketika aku kesusahan dan tidak lupa bersyukur kalau aku bahagia Doa III

"Kehidupan"

kehidupan I seperti apa kehidupan ini? tanyaku semalam pada bintang yang berlarian mengejarku juga pada bulan yang tak henti menatapku hidup ini adalah seperti yang kau rasakan saat ini malam ini, siang ini dan juga detik ini gelisah, air mata yang menggenang juga bagian dari kehidupan itu sendiri aku masih belum puas kutanya lagi pada angin dan hujan apa sebenarnya hidup ini angin dan hujan menjawab hampir serentak mereka berebutan menjawab hidup adalah bayang-bayang dari kecemasan dan ketakutan kehidupan II aku masih belum mengerti ketakutan dan kecemasan apa? rasakan deguban jantungmu sendiri sentuh ia dengan pelan dan pelan sekali ketakutan dan kecemasan untuk tidak bisa menjadi lebih baik ketakutan dan kecemasan menjadi lebih buruk kehidupan III hidup adalah kumpulan warna-warna merah, biru, hitam dan putih hidup membutuhkan keseimbangan hidup membutuhkan irama dan ritme hidup membutuhkan tidak hanya cinta, tapi juga sayang dan kerinduan hidup ad