Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2006

"Permintaan yang ringan"

pernahkah berfikir permintaan yang sangat ringan sekalipun bisa menjadi berat melebihi truk dari baja? dan pernahkah berfikir permintaan yang beratnya serupa dengan truk baja bisa menjadi seringan kapas? semuanya hanya terletak pada waktu, kapan saat meminta yang tepat. jangan harap bisa meminta untuk ditemani bercengkerama kalau dia sedang kepalang sibuk, apalagi meminta memelukmu lama-lama dan menyeka air matamu yang telah begitu lama menunggunya. konon lagi memintanya mendongeng untuk menina bobokan diri ini. tetapi pernahkah dia melakukan sesuatu yang menurutmu tidak pantas dilakukan? menurutmu berat? misalnya menggantikan jemarimu untuk mengetikkan tugas-tugasmu yang belum selesai? memberikan lengannya ketika kau kelelahan karena pekerjaanmu yang menumpuk, memberikan pijitan-pijitannya tanpa diminta ketika karena dia tahu ada bagian dari tubuhmu yang sakit. atau juga memberikan sedikit perhatian ditengah kesibukannya yang begitu padat. pernahkah mendapat perlakuan seperti itu? at…

"Cinta I, II dan III"

Cinta I

begini saja,
daripada ribut-ribut
lebih baik kita berdamain kan?
dan matahari akan kembali tersenyum
melihat kemesraan dan kehangatan kita...

begini saja,
kalaupun kau tetap marah
biar aku yang mengalah
mungkin kita perlu waktu lebih
untuk saling memperbiki diri
sesekali biar saja kita menjadi anak-anak
menimati kecemberutan dan rajukan tanpa paksaan
toh kita sama-sama manusia biasa kok
yang bisa marah, bisa melakukan apa saja yang kita maui
apalagi cuma sekedar merajuk
itu mudah saja kan?

biarlah air sesekali mengalir dengan ritme yang tidak biasa
dan awan saling bergemuruh berunjuk rasa
mungkin juga debu yang diterbangkan angin
bisa menjadi perumpamaan


cinta II

kekasih-kekasih yang pergi ingin dijemput kembali
tapi kujawab begini, juga minta ditunggu dengan setia
jangan membunuh siang dan melupakan malam katanya lagi
tidak !!! jawabku lagi
aku tidak akan melupakan siapa diriku
aku ingin seperti layang-layang yang terbang bebas di cakrawala
aku ingin seperti burung yang terbang bebas di langit terang
ya…

"Menunggu"

sudah pukul 19:11 menit ketika saya menuliskan tulisan ini, harusnya jam segini saya sudah berada dirumah. atau paling telat tidak berada lagi ditempat ini, sepi banget. yang lain sudah pada pergi. tinggal saya sendiri. padahal hari ini saya sangat lelah, karena kurang tidur semalam. syukurlah hari ini ada seorang teman yang bisa diajak ngobrol dari hati kehati sehingga kelelahan itu tidak begitu terasa ( untuk ichie: tumben hari ini baik), namun keletihan itu tetap terasa, setidaknya sekarang ketika sudah waktunya pulang tetapi teman yang ditunggu-tunggu belum juga tiba. semoga tidak ada apa-apa dengannya. khawatir juga sih, sudah ditelfon tapi hand phonenya tidak aktif, di sms juga masih pending sampai sekarang, mungkin juga sampai besok pagi. sampai pukul berapa saya harus menunggu? padahal tubuh sudah minta diistirahatkan, kalaupun tidak langsung tidur palign tidak rebahanlah untuk melempangkan otot-otot...maklum sudah seharian duduk terus, pegel. saya juga sudah rindu dengan kama…

"Perempuan"

kemarin sore sambil jalan-jalan nyari bakso saya dan seorang teman saya melewati sebuah toko kecil yang menjual perlengkapan perempuan, ada beberapa celana jenas model terbaru yang terpajang didepannya, juga dua buah rok yang anggun sekali. warnanya lembut dan bahannya bagus, yang pasti enak dipakai, soal harga aku tidak tahu karena memang tidak berminat membeli, mungkin juga karena tidak ada uang. inilah faktor utama pengendali jiwa konsumtif manusia, uang!!

beberapa hari yang lalu jalan-jalan di pasar tradisional, sungguh sangat banyak yang bisa dilihat, mulai dari pakaian sampai buah, pakaianpun terbagi lagi ada pakaian luar ada pakaian dalam. dari alat-alat dapur sampai perhiasan, tapi yang paling menarik adalah aksesoris perempuan yang bentuknya unik-unik, berupa gelang, kalung, bross sampai ke cincin. harganyapun bervariasi, mulai dari yang ribuan sampai yang puluhan ribu bahkan ratusan ribu. tergantung dari materialnya. tetapi tetap saja aksesoris yang ada disini tidak seberapa …

"Bulukat Kuneng"

beberapa waktu yang lalu di milis sempat heboh gara-gara ada issue bulukat kuneng yang muncul secara tidak disengaja. entah siapa yang memulai, yang pasti sayapun jadi ingin merasakan kenikmatan bulukat kuneng tersebut. aroma dan inti yang terbuat dari kelapa biasanya lebih menarik perhatian saya, palagi kalau proses pembuatannya memakai gula merah ditambah dengan daun pandan, harum. pun begitu saya bukanlah orang yang doyan banget dengan makanan tersebut, saya cuma tergiur dengan warna kuningnya dan taburan parutan inti kelapanya yang berwarna coklat tersebut. wajarlah kalau kemudian saya ingin mencicipi rasanya. bulukat kuneng biasanya disajikan pada acara-acara tertentu di Aceh, misalnya pada acara peusijuek atau tepung tawar, peusijuek ini biasanya pada upacara perkawinan, sunatan, sampai tepung tawar rumah baru, kalau yang pernah kecelakaan atau selesai operasi biasanya juga di peusijuek in...ritual yang menurut saya mubadzir dan ngga jelas, tetapi saya hanya bisa mengatakannya di…

"Cinta adalah..."

cinta itu seperti kupu-kupu. tambah dikejar tambah lari. tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak menharapkannya. cinta dapat membuat seseorang bahagia tapi juga sedih. cinta baru berharga bila diberikan kepada seseorang yang bisa menghargainya. jadi jangan terburu-buru, danpilihlah yang terbaik. cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang. tapi bagaimana menemukan seseorng yang bisa membantumu menjadi dirimu sendiri. dankarena itu kamu menjadi sempurna. jangan pernah bilang "i love u" kalau kamu tidak peduli. jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu menghancurkan hatinya. jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu berikan hanyalah kebohongan. hal yang paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat menangkapnya... cinta bukanlah "ini salah kamu", tapi "maaf…

"Bapak Bercelana Pendek"

sore-sore bila kebetulan cepat pulang ada yang menarik untuk dilakukan, kebetulan kamar saya terletak diatas, jadi ada keasykan tersendiri. salah satunya adalah duduk didekat jendela, kadang dijendela belakang, yang terlihat adalah puncak gunung Seulawah yang sangat anggun. apalagi kalau sedikit mendung atau baru hujan, subahanallah, cantik sekali. saya sering melihat bintang ataupun purnama dari jendela belakang ini, disini kadang saya juga menangis bila mengingat sesuatu, kerinduan. tetapi bukan itu yang akan saya ceritakan, saya ingin menceritakan sesuatu yang terkait dengan jendela depan, apa yang saya lihat bila saya kebetulan duduk disana. lupakan jendela belakang, dan mari ke jendela depan. pasti akan terlihat seorang bapak yang setiap sore setia nongkrong diwarung sebelah. dengan kaos dan celana pendeknya yang khas. diam-diam saya memperhatikan, bukan sekali dua kali lagi. bahkan ketika ada beberapa orang dari jamaah tertentu beberapa waktu yang lalu memberikan ceramah singkat…

"Berantakan juga perlu"

yang akan saya ceritakan disini adalah pengalaman saya sendiri, barangkali anda juga pernah melakukannya. terlepas dari apa yang akan saya katakan, anda semua pasti punya alasan yang berbeda. beberapa waktu yang lalu saya malas sekali bangun pagi, bahkan dalam tidurpun sempat berdoa agar waktu berhenti sejenak supaya tidak cepat-cepat pagi. tepatnya tidak cepat-cepat bangun pagi dan berangkat menjalankan rutinitas seperti biasa. saya tidur dilantai, dengan posisi bantal yang tidak beraturan, selimut juga sudah tidak berbentuk lagi, saya bukan orang yang setia dengan selimut jika tidur malam, didekat saya beberapa buah buku bacaan dan buku tulis tergeletak sama tidak beraturannya seperti saya. ada pulpen, ada kertas dan beberapa buah jeruk. berantakan sekalikamar saya waktu itu. tetapi saya biarkan. akhirnya saya pergi dengan meninggalkan kondisi kamar yang sangat berantakan, bukan karena tidak sempat membereskannya, tetapi karena faktor kesengajaan. berbeda dengan hari sebelumnya, hari…

"Bunga di depan Rumah"

saya sering bertanya-tanya mengapa bunga-bunga didepan rumah saya tidak cantik lagi, tidak elok lagi, tidak sesegar ketika didepan rumah yang dulu. dirumah yang dulu, yang terpaksa dibongkar dengan air mata dan rasa tidak ikhlas demi mendapatkan kenyamanan dan kelayakan untuk hidup. megnapa dirumah yang ini, bunga secantik dan seindah dirumah yang dulu menjadi layu dan tidak bergairah untuk terus hidup, sekalipun bunga jenis asoka yang terkenal daya tahannya. dirumah yang dulu, bunga asoka itu diletakkan begitu saja bisa tumbuh dengan cantik, bunganya macam-macam, ada kuning, merah, merah jambu sampai putih, kuningpun ada kuning muda dan kuning tua. belum lagi bunga-bunga yang lain yang indah-indah dan beraneka warna. pokoknya, dulu cuma rumah saya yang banyak bunganya, sekarngpun begitu, tetapi kondisinya berbeda dan membuat ibu saya jadi berkurang selera untuk mengurus bunga-bunga itu. padahal sebagian bunga yang ada dirumah sekarang adalah warisan dari rumah yang dulu, rumah yang t…

"Giant Bike"

"Nah"

setiap orang pasti mempunyai ciri khas tersendiri, entah itu terletak pada kebiasaannya, pada perbuatannya, pada perkataannya maupun pada kegemarannya yang lain semisal dia hobby masak atau tidur, hobby bercanda dan lain sebagainya. karena ciri khas yang melekat itulah akhirnya dia menjadi mudah diingat dan susah dilupakan. awalnya, saya tidak begitu perhatian dengan saudara yang satu ini, dia terbilang unik menurut saya karena beberapa hal sampai-sampai di hand phone saya namai dengan unique, bukan, bukan karena saya tidak tahu siapa namanya tapi yaitu tadi karena dia unik (maaf bila tidak berkenan dihati). sekali dua kali berinteraksi semuanya masih biasa-biasa saja, tetapi karena intensitasnya makin sering akhirnya saya menjadi semcam kewajiban untuk menunggu-nunggu kapan kata itu diucapkan oleh teman saya itu. dan yang diucapkan kemarin sore sepertinya sangat berbekas sekali dibenak saya hingga lahirlah tulisan ini. "Nah...". teman saya ini sering sekali mengatakan "na…

"Jerawat"

jerawat! emang bikin gawat! kalimat itu sepertinya tidak selamanya benar, toh masih ada orang yang menunggu-nunggu kedatangan jerawatnya, minimal kalaupun tidak sampai menunggu tidak sampai cemas dengan adanya jerawat yang nangkring diwajahnya. lihat saja anak smp yang mau memasuki masa puber...kehadiran jerawat merupakan satu hal yang sagat disenanginya, itu karena mereka berfikiran aku sudah gede! karena sudah tumbuh jerawat, lihat saja anak balita mana ada yang jerawatan. itu artinya untuk menjadi besar atau dewasa harus melewati fase jerawatan dulu, ini tidak selamanya benar. karena saya sendiripun ketika akan besar tidak ada jerawat yang tumbuh, mulus-mulus saja. malah seingat saya baru setahun terakhir ini pipi saya mulai rajin ditangkringi oleh jerawat. itupun bukan bergerombolan melainkan satu-satu, paling sering di pipi kanan atau kiri, saya justru suka kalau ada satu jerawat disana, mungkin ini karena setiap bulan saya jatuh cinta dan cuti.... jatuh cinta... berjuta rasanya jer…

"Tikus "

sering saya berfikir mengapa di rumah kost saya ini banyak sekali tikusnya, dan apakah rumah yang sederetan dengan saya juga sama halnya dengan rumah yang ini. disebelah kanannya ada warung, disebelah kiri ada wartel dan rumah tetangga. yang pasti bentuk dan modelnya sama, hanya saja rumah yang kami tempati berlantai dua. dibandingkan rumah yang lainnya, rumah yang kami tempati ini agak sedikit berbeda, bukan dari bentuk tetapi dari yang lainnya lagi. rumah kami depannya masih polos dan sepertinya memang tetap setia dengan bata telanjangnya, pintunya yang lebih unik lagi, cuma di cat setengah itupun yang ngecat tetangga sebelah, yang di warung itu. ngecatnyapun tanpa permisi, ketika kami pada mudik pulang kampung saat lebaran puasa yang lalu, kalau ada kami pasti tidak kami ijinkan di cat setengah begitu, ngga bagus banget. biru lagi warnanya. kembali kepersoalan tikus tadi, mungkin karena itu keluarga tikus itu betah tinggal disana, selain karena kami masih jomblo semua tentunya karen…

"Selamat Datang"

selamat datang kembali kerumah cinta...
setelah setahun lebih tidak ada kabar, tidak ada berita, tidak ada cerita, tidak ada canda, tidka ada tawa, tidak ada ledekan, tidak ada cemburu....
setelah hampir setahun, dan kau kembali dengan ucapan "apa kabar mu Dik?" setelah sekian lama melewati pagi-pagi tanpa ucapan selamat pagi dari denting-denting tembang jawa... akhirnya kembali dengan ucapan....sangat rindu... kembali dengan cerita yang tertunda karena harus menunaikan kewajiban sebagi seorang muslim. ku tunggu, tapi bukan dengan jawaban yang membingungkan seperti di akhir-akhir dulu. sampai membuatku bingung dan semakin mengejutkan ketika aku mengetahui apa artinya. selamat datang kembali kerumah sederhana ini, yang telah menyimpan segudang cerita pada setiap sudut ruangnya yang tidak terlalu luas. hhh...masih ingat dengan jelas kapan terakhir kita tertawa bersama melalui denting-denting nada cerita yang mengalir, pada segelas air kelapa yang membuat aku tersipu. juga pada pes…

"Lelah"

pernah ngga ngalami yang beginian???

"perjalanan"

perjalanan ini,
terasa sangat menyedihkan,
sayang engkau tak duduk disampingku, kawan………


barangkali inilah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, kenapa belum menikah? padahal usia sudah mencukupi, kehidupan juga sudah layak untuk membiayai seorang istri dan ditambah dengan beberapa orang anak untuk beberapa tahun kedepan. kau tidak tahu jawabmu selalu. tepatnya bukan tidak tahu tapi menyembunyikan apa yang kau rasakan, terlalu pintar kau menyembunyikan rasamu. dan aku tahu itu, karenanya aku tidak memaksa lagi dengan pertanyaan yang sama, aku yakin kau pasti akan menjawabnya dengan cara yang berbeda. dan benar saja, sekarang kau sudah menjawabnya. dengan sangat jelas sekali. tanpa kau sadarai, karenanya kau bukan hanya menyiksa dirimu sendiri tapi juga orang lain. aku bukanlah siapa-siapamu, tetapi aku pernah mengambil peran dalam bagian hidup seseorang dengan menjadi merpati kecil tempat berkirim pesan. aku pikir kau tidak perlu menangis ketika harus kehilangan seseorang sepert…

"aku"

aku adalah seorang ibu dari anak-anak ku yang berjumlah dua belas orang, yang setiap hari berebutan untuk minta kupangku. tentu tidak semuanya karena sebagiannya sudah besar-besar. tetapi tetap saja memerlukan perhatianku. bangun tidur, menanak nasi, menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anak-anak, menyiapkan pakian sekolah anak-anak dan juga pakaian untuk suami berangkat kerja. selanjutnya memandikan tiga orang balita, kakak-kakaknya sudah bisa mandi sendiri, sudah bisa sarapan sendiri, hanya sesekali mereka minta dimanjakan, itupun kalau aku punya waktu luang. mereka terpaksa harus mengerti dengan kondisiku yang kadang kerepotan megnurus mereka semua. pernah mereka bertanya mengapa ibu punya banyak anak, sampai selusin, tidak seperti tetangga yang lain, paling banyak hanya 5. ku jawab seadanya saja, supaya kita tidak sama dengan orang lain, keluarga kita harus berbeda, dan yang pasti banyak anak banyak rejeki, ini tentu saja alasan yang paling terakhir ketika pertanyaan itu terus …

"No Title"

"tetapi sebelumnya aku mau mengucapkan selamat pada seseorang yang entah siapa tiba-tiba telah memebersihkan seluruh ruangan dihatiku karena ia akan menetap disana, dia adalah jelmaan matahari pagi, angin, embun dan juga hujan. karena dia sekarang aku bisa tersenyum, dia juga adalah burung kecil yang setiap kicaunya meriangkan sanubari, aku ingin memilikinya..." kalau boleh aku bertanya, dan tolong jawab dengan jujur...jujur sekali, apa dia masih jelmaan matahari pagi? angin, embun dan juga hujan? apa dia sekarang masih membuatmu tersenyum? atau justru semakin mendung. apa kicaunya masih membuatmu riang atau semakin memurungkannya....

"Semua ini Untuk Mu

tak kan kusimpn rinduku menjadi bisu, kan ku tebarkan pada angin malam atau titik-titik debu, yang lalu bersama burung malam, menghantarkan keperbatasan hatiku, rindu yang terpendam didalam hati kala jarak merentang menebas cakrawala. pelan-pelan ketika satu-persatu dari kemisterian itu terkuak, pelan-pelan juga apa yang kita rasa menjadi semakin terbentuk, menjadi utuh. yang akhirnya melahirkan komitmen untuk kita jalani dari buah ketidak mungkinan itu. masih ingatkan ketika kau mengatakan, apa yang tidak mungkin didunia ini. sekarang semuanya menjadi terbukti dan menjadi nyata, kita mengambil peran dari ketidak mungkinan itu dan mewujudkannya menjadi mungkin. komitmen, tidak lain adalah kuda tunggangan yang kita adalah pengendalinya, terserah kita untuk menjaga komitmen tersebut atau menjadikannya dalam bentuk yang lain. sekali lagi, tidak akan kubiarkan rinduku menjadi bisu dan terpasung oleh jarak. ketika satu-persatu dari surat mu kulerai kembali dalam ingatan dan hatiku, ku bolak…

"Setangkai Kembang yang lain untuk mu"

ketika musim berlalu ada yang tidak pernah layu ada yang tidak pernah berubah ada yang tidak pernah berganti cinta ketika waktu berputar ada yang semakin bertambah ada yang semakin meninggi ada yang semakin menggelembung cinta ketika jarak terbentang ada yang selalu menanti ada yang selalu menunggu ada yang selalu mengharap cinta ketika semua terasa hambar ada yang kembali memberi rasa ada yang kembali memberi kehangatan ada yang kembali memberi kekuatan ada yang kembali memberi kesabaran cinta

"cinta...aku merindui mu"

cinta... kalau kau dekat, sungguh sangat banyak yang ingin kubagi denganmu, tentang bulan purnama yang terlewatkan seperti biasanya, tentang matahari, tentang kehidupan, dan tentang laut, laut yang pernah kita ceritakan bersama... sebulan tanpamu, ada yang berbeda dari hari demi hari yang terlewati, sepi....aku rindu keromantisanmu, juga ledekan-ledekan konyolmu. aku rindu semua, semuanya. aku ingin melihatmu, seperti diwaktu sesaat sebelum kau pulang. tentu sangat tidak adil jika aku harus memakimu karen rindu yang sudah tidak terbendung ini, perih, sakit tapi juga terasa nikmat. kenapa harus seperti ini cinta?kenapa begitu banyak aral untuk merinduimu, apalagi memelukmu, tidak, bukan, tepatnya memandangmu dengan mesra. andai perasaan bisa kubentuk, andai cinta bisa kuarahkan. aku hanya ingin yang sederhana saja, tidak perlu rumit-rumit sekali. aku mencoba mengkhianati perasaanku, tapi aku tidak mampu. ah sayang...kamu terlalu pintar membuatku mencintaimu, yah, kau telah berhasil memenja…

memenuhi permintaan mu

sebenarnya banyak yang ingin kutulis untuk menyenangkan hatimu...tapi aku sama sekali tidak punya waktu...mungkin sebait puisi ini bisa membuatmu senang.

ketika kau rindu tanyakan kepada cinta,
layakkah aku merindu?
kalau cinta mengatakan layak
maka sering-seringlah menyebut namaku
karena dengan begitu aku pasti akan mendengarkan teriakanmu
dan aku akan membalasnya dengan lebih keras: aku juga rindu!!!


ketika kau bertanya padakau
apa aku merinduimu?
juga tanyakan pada cinta
apa tanda-tanda orang yang sedang rindu
bila sudah tahu maka tak perlu bertanya lagi
karena tanda-tanda itu sudah ada sejak kemarin
kemarin
kemarinnya lagi


semalam
aku telah menyiapkan banyak hal untukmu
tapi lagi-lagi kita hanya bisa bertumpu pada kata sabar
sabar yang tidak berujung
yang tidak bertepi
untuk sekedar mengatakan
kalau aku juga rindu
aku tidak ingin ditinggal dengan cara
seperti kemarin sore
aku tidak mau begitu
tanpa ada kata-kata mesra seperti biasa
walau hanya doa dan harapan yang tersemat diujung lidah
mungkin juga di ujun…

"Bunga"

"Tanyaku pada (para) Ibu"

ibu, harus seperti itukah yang dialami oleh perempuan? dikhianati dan terus dikhianati oleh laki-laki? pun begitu, kau tetap tersenyum ibu, menyembunyikan gurat sedih dan lukamu demi kami, anak-anak mu, demi menjaga keutuhan keluarga, agar kami anak-anak mu tidak tercerai berai dan tahu tempat pulang. ibu, segini umurku mengapa telah begitu akrab sekali dengan yang namanya pengkhianatan, dengan perselingkuhan. bahkan sejak aku kecil, mungkin kelas dua es de waktu itu aku telah mendengar hal serupa itu tetapi aku belum tahu kalau itu namanya perselingkuhan. pulang terakhir kemarin ibu menceritakan padaku kalau si pulan telah begini, dan pulan kali ini si ini yang begitu....ibu...haruskan hidup ini begitu?


ibu, apa sebenarnya arti pernikahan dan sebuah keluarga jika akhirnya harus seperti itu. apa setiap suami merasa harus menyakiti hati istrinya ibu? apa ia lupa kalau istrinya telah melahirkan anak-anaknya dan merawatnya dengan baik, apa ia juga lupa kalau istri selalu mendoakannya dan…

"Ini, Untukmu"

ini.... bunga yang pernah ku janjikan untukmu sangat sederhana sekali hanya dengan tiga lembar daun dan satu kembangnya yang putih lihatlah sangat sederhana bukan? anggun sekali dia bukan, bukan aku tidak bisa memberimu kembang yang lain banyak ada mawar, ada kemboja tapi itu sudah biasa karenanya aku tidak mempersembahkan lagi sesuatu yang biasa untukmu aku ingin berikan yang sederhana ini saja yang putih kecil mungil dengan tig lembar daun yang hijau sekali lagi, bukan aku tidak sanggup memberimu yang sudah biasa itu tapi... aku tidak ingin menjadikanmu biasa seperti yang lain

"Sudah Kubawa"

kembali aku teringat akan puisi "ibu" yang dikirimkan oleh seseorang kepadaku, tetapi aku tidak mampu lagi mengeja kalimatnya sehingga tersusun dengan utuh. hanya makna tersiratnya saja yang masih teringiang-ngiang diti benakku. dan Subhanallah mampu menetralisir adrenalin ku yang sempat dibaluri emosi sesaat yang lalu. kupikir dimalam yang dingin dan basah ini aku tidak akan melanjutkan menulisku lagi karena emosi tersebut. seseorang entah siapa malam ini telah mempermainkan ku dengan tidak bertanggung jawab dan dengan cara yang sangat murahan sekali, syukurlah aku masih bisa menahan diri untuk tidak memakinya dan itu memang bukan kebiasaanku, meski teramat sangat marah. keburukan tidak harus dibalas dengan keburukan, bukankah begitu? semoga saja seseorang itu paham dengan sedikit petuahku diakhir cerita. bukan hanya membuat selera menulisku hilang tetapi juga telah memotong imajinasiku dengan paksa. syukurlah puisi "ibu"menjadi inspirator untuk ku, terimakasih ke…

"Puisi Matahari"

Matahari…
Kenapa engkau terasa semakin lama berarak mengintai bumi, merah rona senjamu yang memantul awan semakin membuat aku silau meski dipelukan malam
Aku tak tau, karena besok pagi akan ada pelangi lagi?
Bila hujan turun, akan kurayakan dengan siapa
Matahari, di ufuk mana engkau berarak hari ini ?
Besok, lusa dan hari depan
Ah, akan kujangkau jika engkau mendekati awan
Akan kudekap agar tak jatuh ke bumi
Meski licin ujung jemarimu wahai Matahari

"Persembahan dari burung kecil"

mempersiapkan sesuatu dengan waktu yang teramat singkat. bahkan tersingkat dari yang paling singkat selama perjalanan gejolak hati ini. ah, barangkali waktu sesekali memang ingin memberikan kejutan kepada burung kecil ini, kejutan-kejutan kecil yang membuatku serasa dipucak kenikmatan yang paling tinggi yang aku sendiri tidak tahu apa namanya, tepatnya tidak ingin memberinya nama. biarkan saja semuanya menjadi misteri dan selamanya begitu, karena dalam kemisterian itulah terkadang kenikmatan akan semakin jelas sempurna. tak usahlah terlalu cerewet dengan bertanya siapa, apa, dimana dan akan kemana. biarkan semuanya terjawab satu-satu seperti semalam. terjawab satu-satu. dan, sekali lagi terjawab satu-satu. mungkin setengah sadar ketika aku meminta pengulangan itu, dan setengah sadar pula ketika aku mengatakan akan ada sesuatu satu jam lagi, dengannya aku seolah-olah seperti berjanji pada diriku sendiri, yang aku sendiri menjadi terbeban karenanya dan mau tidak mau harus kupenuhi. lagi-…

"Dan Ku cemburu"

Ketika jantungnya bergetar aku terdiam dalam hening ingin menuntun tangannya ke dada seperti pernah kuajarkan kemarin-kemarin lewat batin aku sendiri tanpa sengaja menelentangkan telapak tangan tepat di tulang dada lalu aku bebrbisik sendiri: sekuat inikah getaran dijantungya auh…darahku berdesir deras… deras sekali…telapak tanganku hampir melepuh aku hampir terpurukaku menarik nafas dalam-dalam seperti pernah kuajarkan kemarin-kemarin lewat batin dan…… jantungku cemburu

"Sandaran Hati"

yakinkah kuberdiri
di ampa tanpa tepi
bolehkan aku mendengarmu
tuk kubur dalam emosi
yang tak bisa tersembunyi
aku dan nafasku merindukanmu
terpuruk kudisini
terangi ayat sepi dan kutahu pasti kau menemani
dalam hidupku kesendirianku teringat ku teringat
pada janjimu ku terikat
hanya sekejap ku berdiri
kulakukan sepenuh hati
peduli klu pedeuli
siang danmalam yg berganti,
sediku ini tak ada arti
jika kau lah sndaranhati
kau lah sandaranhati......
inikah yag kau mau
benarkah ini jalanmu
hanyalah engkau yg ku tuju
pegang erat tanganku
bimbing langkahku aku hilang tanpa hadirmu
dalam gepanya
malam hariku
teringat ku teringat pada janjimu ku trtikat
hanya sekejap ku berdiri
kulakukan sepenuh hati
peduli klu pedeuli siang dan malam yg berganti
sediku ini tak ada arti jika kau lah sndaran
hati kau lah sandaranhati
sandaran hati........

"Ku katakan sesuatu untuk mu"

persembahan untuk seseorang jika saja aku diberi kesempatan untuk memilih dan memelihara dari sekian bunga yang ada ditaman hatiku, ijinkan aku memilih Melati saja dari sekian bunga-bunga yang lain. bukan aku ingin mengatakan mawar itu tak indah, atau kenanga itu tak harum karenanya aku tak memilih mereka. bukan, bukan karena itu. aku memilih Melati karena ada kebersahajaan dari kesederhanannya. bunga-bunga lain, menganggapnya tak istimewa barangkali, daunnya tidak terlalu bagus dan bungannya kecil, dia juga jarang dilihat orang karena pohonnya yang kecil. bunganya juga tidak warna-warni seperti bunga yang lain. tapi disanalah letak kekagumanku padanya, pada Melati yang menjelma dalam bayang-bayang mu. yang tidak pernah berubah meski hujan dan panas menerpamu, kau jarang dipetik oleh tangan-tangan jahat bukan karena kau tak elok, tapi karena mereka tak pintar melihat keanggunanmu. percayalah...kalaupun aku memilihmu bukan untuk memasungmu dalam kerangkeng besi hingga untuk bernafaspun …

"Menebus Cemburu"

dengan ditemani hujan dan gelisa.... kalau hari ini kau bertanya padaku siapa yang paling aku sayangi dan cintai, jawabku adalah kamu. kalau kau bertanya mengapa jawabku adalah karena kau sering membuatku ingin menangis. bilapun kau masih bertanya begityu aku akan menjawab begini, sekarang duduklah dengan manis dihadapanku, tatap kedua bola mataku, apa aku sanggup membalas tatapanmu yang lembut itu? kemudian pegang kedua tanganku, apa aku terasa gemetar? lalu, letakkan sebelah tanganmu ke dadaku, apa kau merasakan deguban jantungku yang tak beraturan? lihatlah bibirku, apa kelihatan bergerak-gerak seperti ingin berbicara namun tak ada sepatah katapun yang terkatakan? apa aku menunduk? apa aku berusaha melepas genggaman tanganmu?apa aku kelihatan pucat? apa aku sesekali terpejam dan mafasku tak beraturan? baik, sekarang sudah cukup. cukup kau menjawabnya dalam hati saja. sekarang, apa kau percaya bahwa rindu dan sayangku hanya untuk mu seorang? apa kau percaya bahwa malam-malam yang terle…

"Apa itu cinta ?"

Aku bertanya kepada alam
Apa itu cinta



Dan Mentari menjawab
Cinta adalah ketulusan memberi tanpa berharap untuk menerima
Memberi kehangatan kepada mereka yang diterjang beku
Memberi terang kepada mereka yang terjebak gelap
Cinta adalah memilah bulir kejernihan
Dan mengirimnya ke ladang yang tandus
Dan turun menemui dedaunan pagi sebagai bulir sejuk embun




Dan
Pohon menjawab
Cinta adalah jemari kasih yang menghunjam kokoh ke dalam sanubari kehidupan
Cinta adalah keteguhan hati diterpa angin semakin kau menumbuhkannya
Cinta adalah rindang tempat kau berlindung dari terik perjalanan
Cinta adalah kelapangan jiwa ketika kau mampu memberi buah kebaikan walau kau dilontar oleh batu keburukan




Dan
Angin menjawab
Cinta adalah kekuatan
Yang dapat menghantarkan biduk citamu menuju pantai harapan




Dan
Tanah menjawab
Cinta adalah keikhlasan Ketika saripati kasihmu membuahkan beragam makanan
Tatkala kau diinjak dan diludahi



Dan
Samudera menjawab
Cinta adalah sebuah misteri
Kau hanya akan mendapatkan kei…

"Cinta dan Perkawinan"

"Apa itu cinta? cinta" Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik).
Sebenarnya aku telah menemukan
yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.
cinta" Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,
"Apa itu perkawinan?
Bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana.
Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh)
dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja.
Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang
paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"
Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.
Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.
A…

"Bersaksi ditengah Badai" (seikat kembang dari sang kakak)

Ytc. Dinda Ihan ini buku pertama yang bisa kamu cerna selama 1 bulan. menyusul 99 buku lagi artinya kamu harus mempersiapkan 100 (seratus ) bulan agar bisa jadi: "Pimpinan Masa Depan" medan, 28/06/06 Kakak ---------------------------------------------------------------------------------------- kalimat singkat dari seorang kakak kepada adiknya, yang bahkan namanya saja ia tak tahu siapa. singkat dan sederhana. tapi menyiratkan seribu makna yang dalam. dalam. dalam. sesuatu yang ku tunggu-tunggu sejak seminggu terahir tetapi baru sampai kemarin, ah kakak, lagi-lagi ia mencandaiku dengan cara yang tak biasa. sesuatu yang katanya aku adalah orang ke-4 yang memilikinya di naggroe tercinta ini, tidakkah aku merasa istimewa dibuatnya? terimakasih kakak... adik kecil

"Kembang Kehidupan"

kembang-kembang kehidupan. sebuah taman akan lebih indah bila ditumbuhi tidak hanya dengan satu jenis bunga saja. siapa yang membantah kalau mawar itu cantik, tetapi akan terasa lebih sempurna jika dipadukan dengan kuntum-kuntum melati, kelopak mayang kenanga yang harum bisa juga lili dan asoka. tidak semua bunga harum, begitu juga tidak semua bunga cantik bentuknya. namun, dalam kelengkapan itu masih saja kurang lengkap bila tidak ditumbuhi oleh serumpun dua rumpun tanaman liar atau rumput. rumput, kalau boleh diibaratkan adalah seperti kesedihan dalam catatan kehidupan kita, adakalanya ketika kebahagiaan itu tengah menyala-nyala, kesedihan menyelip tanpa disadari. mendesak-desa ruang jiwa hingga mengalirkan derai tangis yang tak tersuarakan. seperti terik siang yang tiba-tiba harus segera bertukar dengan hujan yang lebat bahka disertai angin lebat. ada saat-saat kita merasa tidak memerlukan rumput dalam catatan kehidupan kita, tapi hidup menjadi sangat tidak berwarna hanya dengan m…