Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Selaksa Kapas

Sekalipun terlapisi batu, hati perempuan adalah kapas yang teramat lembut. Di sana, kau mendapatkan kehangatan di antara dinginnya deraan hidup yang mematikan. Di sana, kau bisa berdiam tanpa pernah merasa terusir.

Di hatinya, kau merasakan bahwa cinta itu benar-benar tak memiliki garis tepi dan tingkat kedalaman. Di sana, kau bisa membuang segala lampiasan kemarahanmu dan jelaga kekhawatiranmu. Lalu mereka mengubahnya menjadi sumber energi yang menjadi lentera untukmu berpijak dan melangkah.

Taukah kau, tanpa mereka kau hanyalah seonggok daging yang kebingungan mencari jalan pulang. Tanpa mereka kau takkan pernah memahami apa itu rasa, rindu ataupun cinta. Sebab panca indera merekalah yang menerjemahkan keabstrakan itu menjadi sesuatu yang nyata.

Puisi Langit

Pernahkah kalian mendengar cerita tentang langit?
Konon katanya langit berada di suatu tempat di ketinggian sana Keberadaannya tak terjangkau segala apa yang ada di bumi
Jangan bilang bahwa kau selalu melihatnya,  Sebab itu hanyalah sekumpulan awan yang menjadi salah satu penghalang antara kau dan langit.
Kau,  Sama seperti aku mungkin juga punya hasrat untuk menatap wajah langit  Konon katanya wajah itu bertabur cahaya  Berpendar seperti kunang kunang  Merekah seperti kelopak mawar jingga yang merona.
Konon, banyak makhluk bumi yang begitu merindukannya  Berharap suatu saat ia mau membuka selubungnya dan membagikan sedikit cahaya kunang kunangnya.
Di meja makan kita berharap bisa duduk saling berhadapan Tak perlu saling bertukar kata Sebab langit memiliki kode dan bahasa yang berbeda Baginya semua begitu kompleks Ah, ya, mana ada sih yang sederhana di atas sana
Kesederhanaan itu milik bumi sepenuhnya  Tempat bagi daun daun luruh  Tempat bagi cacing membelah diri  Tempat bagi tanah bersemayam  Tempat bagi…