Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Hantu

Aku tak pernah menduga jika akhirnya kamu hanya akan menjadi hantu di hidupku. Hantu yang terus bergerak, mengekori aku bahkan hingga ke alam mimpi. Membuat tidurku terganggu. Membuat nafasku memburu. Menerbitkan rindu berkali-kali.

Pada akhirnya, ya, pada akhirnya. Mengapa selalu harus berjeda dengan cara seperti ini? Siapa yang lebih egois, api kah, bara kah, atau percik api?

Aku melihat pesawat terbang melintas di atas kepalaku. Aku menyaksikan lampu-lampunya berkelap-kelip. Di perutnya. Di sayapnya. Di ekornya. Merah. Kuning. Hijau. Semoga semua gulana ini ikut terbang bersamanya. Melebur bersama awan yang paling rakus. Biar dia dimamahbiar hingga tak berbentuk.

Zelda Tak Pernah Datang

Aku masih di sini. Duduk menikmati angin pantai di pinggiran Ulee Lheue yang berpayung langit tanpa rembulan. Menikmati pendar-pendar cahaya dari lampu penerang jalan yang memantul ke permukaan air. Memunculkan warna pelangi semerah jingga, ungu, biru, kuning, hijau. Seperti garis-garis tak simetris di layar monitor penghitung denyut jantung pasien yang sekarat. Saat ini pasien itu mungkin adalah diriku sendiri. Kulirik pencatat waktu digital dari layar ponsel. Hanya seperempat kurang dari pukul dua belas malam. Kusedot minuman ringan bersoda untuk membasahi kerongkongan. Rasa asam membuatku meringis. Ah, lidahku rupanya sudah tak bersahabat lagi dengan minuman seperti ini. Kucomot sepotong pisang bakar berlapis keju untuk menetralisir rasa asam. Aku seperti tak adil pada diriku sendiri. Membiarkan jasadku termangu seorang diri seperti ini. Dikepung angin malam. Digigit nyamuk-nyamuk liar haus darah. Sementara hatiku terbang melayang jauh. Entah ke mana. Hmm, sebenarnya aku tahu. Hat…