Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Terbentur Rindu

AKU hampir tidak percaya gemuruh ombak yang begitu menggila ini tiba-tiba redam begitu saja. Bahkan senja tak sempat melihat senyum perpisahan darinya. Ia pergi tanpa lambai keangkuhan yang sering kali membuat lunglai. Ia pergi dengan anggun meski tanpa permisi.

Aku lebih tak percaya sebab redamnya gemuruh ini karena engkau. Ouh... siapa aku harus memanggilmu. Angin kah, hujan, atau badai yang berwujud dalam kelopak salju nan lembut. Yang siap menggulungku dalam pusaran rasa yang paling dahsyat.

Aku tahu kau sudah menggulungku bertahun-tahun silam, bahkan jauh sebelum aku tahu apa itu tenggelam. Jika pada akhirnya kita kuyub, kurasa itu karena hujan yang tak sanggup lagi menahan dirinya. Ia menjelma menjadi apa saja, meski tak pernah menampakkan wujudnya yang asli. Rasa, bukankah hanya untuk dinikmati?

Di pengujung senja aku berangsur-angsur pulih. Tidak, aku sedang tidak terluka. Aku juga tidak sedang sakit. Lantas pulih dari apa? Aku sedang tak ingin berdebat dengan jiwaku sendiri.…