Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2007

Kopi

seorang teman laki-laki semalam dengan sangat heran memandangi cangkir kopi saya yang sudah kosong. dengan nada tidak percaya diapun bertanya "benar ini cangkir kopi kamu?" dengan rasa heran yang sama pula saya menjawab, "benar, ini cangkir kopi saya."

kira-kira sebulan yang lalu, saat masuk ke sebuah warung dengan seorang teman hal seperti itu juga terjadi. kami memesan kopi dua gelas, tapi yang disiapkan ternyata hanya satu saja, dengan heran saya bertanya "kok untuk saya tidak ada?" serupa herannya dengan saya si pemilik warung menjawab "bukannya untuk bapak ini saja?" sambil menunjuk teman saya. "terlalu pede kamu...perempuan juga bisa ngopi." jawab teman saya sambil menyuruhnya membuat secangkir kopi lagi.

kejadian seperti diatas bukan sekali dua kali terjadi pada saya, kebetulan disamping rumah saya juga ada warung kopi, sesekali waktu dengan teman kami memesan kopi juga. jadi, bagi saya mengopi adalah hal yang wajar dan normal.

ke…

Aceh Tidak Pernah Berontak Pada NKRI

Di dalam buku-buku pelajaran sejarah dan media massa nasional, beberapa tahun sebelum terciptanya perdamaian di Nangroe Aceh Darussalam, kita sering mendengar istilah ‘pemberontakan rakyat Aceh’ atau ‘pemberontakan Aceh’ terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak zaman kekuasaan Bung Karno hingga presiden-presiden penerusnya, sejumlah ‘kontingen’ pasukan dari berbagai daerah—terutama dari Jawa—dikirim ke Aceh untuk ‘memadamkan’ pemberontakan ini. Kita seakan menerima begitu saja istilah ‘pemberontakan’ yang dilakukan Aceh terhadap NKRI. Namun tahukah kita bahwa istilah tersebut sesungguhnya bias dan kurang tepat? Karena sesungguhnya—dan ini fakta sejarah—bahwa Naggroe Aceh Darussalam sebenarnya tidak pernah berontak pada NKRI, namun menarik kembali kesepakatannya dengan NKRI. Dua istilah ini, “berontak” dengan “menarik kesepakatan” merupakan dua hal yang sangat berbeda. Sudah Merdeka Sebelum NKRI Lahir NKRI secara resmi baru merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Sedangkan…

19:52

19:52 wib

lama sekali idak menulis surat cinta untuk mereka, lupakah aku cara membuatnya? tidak mengertikan aku untuk menyusun kembali kalimat-kalimatnya? teryata tidak, malam-malam yang terlewati, hari-hari yang terlalui bersama kertas dan pena menjelaskan, surat cinta itu berbentuk lain sekarang.

selendang-selendang kasih dan sajadah cinta berpunca pada kumpulan rasa dan hasrat, hasrat untuk merindui dan keinginan untuk memiliki. romantisme masa lalu yang akan menjadi pisau tajam kelak bertahun-tahun yang akan datang. sedemikian rumitkah cinta? cinta telah menemuiku dan aku memeluknya dengan erat, dan aku tidak berani melepaskannya lagi. tetapi jeruji-jeruji itu memaksaku untuk terus menari, menari diatas sodoran kenyataan, bahwa matahari tidak hanya menerangi timur, tetapi juga barat, juga utara dan selatan.

cemburu kah aku bulan? bagaimana ku lukiskan isi hati yang terburai-burai laksana kapas yang diterbangkan angin. rindu ini menjadikan halaman demi halaman terasa mudah, apa yang d…

pukul 6.30 pagi

Ketika matahari terbit pukul 6.30 pagi (kisah menanti kepulangan seseorang) Tadi pagi : selamat datang kembali di sini (dari manapun, dari segala arah mata angin) kemanapun ke segala permukaan bumi, demikian aku membatin sendirian di kamar mandi yang berukuran sedang, tapi cukup bersih. tiba-tiba. Entah kenapa, terlintas saja secara spontan di pikiran, perasaan bahkan hayalan. Sejenak saya mencoba memasang kartu id ke handphone yang dipersiapkan kemarin khusus buat menampung gairah ataupun support ide atau karyanya yang mengalir deras. Tak salah juga pikirku,namun sesaat setelah dia pergi ke arah timur kala itu.

Terlambat memang, tapi tetap memberi nilai positif untuknya (toh tidak istilah terlambat berbuat baik). Handphone itu memang saya bawa serta ke kamar mandi, lucu juga karena saban hari berharap akan masuk tulisan sesuatu, tapi saya lupa, dia mesti buka emailnya dulu. Ah..mungkin dia sudah buka tadi tengah malam,sampai berpikir begitu.Tapi memang tadi pagi tidak ada pesan apa-apa,…

Bantuan Kepada Masyarakat Tidak Merata

Banda Aceh, Andalas
Pasca bencana besar akhir desember tahun 2004 lalu sangat banyak dana dari berbagai penjuru dunia yang mengalir ke Aceh. Tapi sayangnya aliran dana tersebut tidak merata keseluruh lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Perhatian pemerintah maupun LSM/NGO hanya terfokus pada beberapa wilayah yang terkena tsunami saja, sementara daerah yang secara langsung tidak terkena bencana tersebut luput dari perhatian. Padahal kenyataannya banyak masyarakat didaerah bekas wilayah tsunami sudah jauh lebih baik kehidupannya dibandingkan daerah seperti Tangse atau Geumpang yang tidak terkena. Tetapi mereka tetap bertahan untuk tinggal dipenampungan/shelter dengan alasan yang tidak logis. Ungkapan tersebut dikemukakan oleh Burhanuddin, Direktur Eksekutif DeVa dalam bincang-bincang dikediamannya kemarin, rabu (25/4). Dari hasil pengamatannya dilapangan selama ini, ia mengatakan bahwa tidak seluruhnya korban tsunami yang kondisinya masih sangat memprihatinkan …

The Proposal Man!

The Proposal Man! Tiga potong kata yang membuat saya tergelitik sekaligus berfikir panjang setelah berdiskusi sekian lama dengan seorang teman. Bagi kebanyakan orang proposal bukanlah hal yang asing, karena setiap hari memang kita bergelut dengan itu. Seorang mahasiswa yang ingin menyelesaikan studynya maka mau tidak mau harus membuat proposal sebagai langkah awal dan baru dilanjutkan dengan step-step berikutnya. Bagi seorang peneliti, proposal juga langkah jitu bagi mereka yang tidak punya duit banyak untuk menyelesaikan proyek penelitiannya. Bagi seorang penulis, proposal juga diperlukan untuk menerbitkan karyanya, minimal ada sponsor yang bisa menerima proposalnya tersebut. Bagi nyak-nyak dan dan abang becak yang memerlukan modal untuk berdagang dan berbecak mau tidak mau harus mengikuti prosedur, lalu jadilah proposal ala mereka. Inti dari semua proposal itu adalah meminta uang kepada orang atau lembaga alias sponsor yang dianggap mempunyai dana. Maka tidak heran langkah-langkah t…

Kegelisahan seorang teman (Catatan kecil tentang BRR)

maraknya berbagai hujatan dan cacian yang dialamatkan terhadap Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-NIAS sepertinya sudah menjadi rahasia umum, ada yang menganggapnya biasa saja karena tidak punya kepentingan apa-apa disana, adapula yang menaggapinya dengan sangat antusias, karena ternyata dirinya satu dari sekian orang yang selama ini bernaung disana. namun, adapula yang membantah habis-habisan karena dirinya tidak seperti yang dituduhkan. intinya, apa yang terlihat hitam bukan selamanya noda, dan apa yang terlihat putih bukan selalu kain putih, bisa jadi ampas kelapa yang ujung-ujungnya dibuang ke kotak sampah. inilah yang barangkali dirasakan oleh salah seorang teman saya, yang sehari-hari bekerja disana sebagai pelayan ummat sebagai mana visi misi pribadinya. dia bukan ingin mengatakan orang lain munafik, bukan juga ingin membela organisasi tersebut yang sering diplesetkan menjadi apasaja, mulai Badan Reuloh Reuloh sampai Bek Rioh Rioh. tetapi, dari gaya bahasanya bolehlah…

Saleum

salammualaikum warahmatullah
jaroe dua blah ateuh jeumala
jaroe lon siploeh diateuh ulee
meuah lon lakee bak kawoem dumna
jaroe lon siploeh diateuh ulee
salam alaikum lon teugor sapa

jaroe lon siploh beuot sikureung
syarat ulon khuen tanda mulia
jaroe sikureng lon beuot lapan
geulanto timphan ngon asoe kaya
jaroe lon lapan lon beuot tujoeh
ranub lam bungkoh lon jok keu gata

Catatan Rindu jilid pertama

Mengapa Selalu Bulan??

mengapa selalu bulan, kata ku waktu itu, sabtu malam yang basah. mengalirkan air-air bening dari kelopak mata yang sembab. mengapa selalu bulan yang pertama kali ku pandang saat hati ini rindu? adakah bayang mu disana? adakah senyummu menggantung disana? adakah kehangatan mu kau titip kan disana? meski mata mengatup karena aliran air yang berat.

ku langkah kan kaki menuju ranjang kecil, ku bentangkan kembali catatan-catatan usang tentang kita. semuanya menceritakan tentang kemesraan dan sedikit air mata. air mata bahagia, kesedihan, dan juga air mata kemarahan.

bahwa malam itu, dengan kesadaran penuh, dengan susah payah ku katakan, bahwa semuanya harus berhenti sampai disini. waktu yang telah kusepakati dengan hati ku sendiri. waktu beberapa tahun silam, saat kita baru menanam benih dari pohon bernama cinta.

hanya berselang beberapa saat, bibir ini kembali tersenyum, menyenangkan hati bahwa tidak ada yang perlu ditangisi, waktunya telah tiba, semuanya sudah berakhir…

apa yang salah?

ada yang aneh sudah beberapa minggu ini dengan yahoogroups ku, pasalnya setiap kali aku mencoba mengirimkan komentar atau memposting ke semua milis yang aku ikut pasti tidak sampai, tapi mail yang dari milis masuk ke email saya. nah....ada apa ini? apa yang salah? karena penasaran aku pun tanya sana-sini, setidaknya bukan cuma aku yang ngalami begitu.

Sebait rindu untuk matahari

menitipkan rindu pada matahari
meleburnya bersama bayang-bayang
sebuah nama dipandang hingga menjadi kabur
dia yang tertidur dalam lelapnya
tersapu lelah melewati angin dan awan

kenapa harus diberi tahu
kenapa harus diberi kabar
kenapa harus dipertanyakan

kenapa matahari selalu bersinar saat ia tertidur
mengapa bulan selalu ada saat ia duduk
mengapa rindu selalu ada dan ada

Mahasiswa Desak Polda Nad Segera Usut Kasus Money Loundry

Banda Aceh, Andalas
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam ikatan pemuda pelajar mahasiswa nagan raya (IPPELMASRA) hari ini Jumat, (23/3) melakukan aksi ke kepolisan NAD. Mereka bergerak dari Mesjid Raya Baiturrahman dan berjalan menuju ke Polda sambil membawa poster dan spanduk. Dalam aksinya mereka meminta agar kepolisan RI segera mengusut tuntas kasus money loundry (pencucian uang) di kabupaten Nagan Raya (NARA) yang dilakukan oleh SJQ pada beberapa waktu lalu. Hal tersebut sangatlah penting guna meminimalisir kesalahpahaman agar tidak terjadi konflik horizontal dimasa yang akan dating.SJQ sendiri sudah ditangkap pada tanggal 22 desember 2006 lalu di Medan Sumatera Utara karena tidak mampu mempertanggung jawabkan darimana asalnya dana sebanyak 10 Milyar direkening pribadinya. Tetapi kasus tersebut baru diketahui oleh publik pada akhir pebruari 2007 lalu. Mereka mensinyalir adanya praktek-praktek politik dalam kasus tersebut sehingga tidak mencuat kepermukaan. “ masyarakat bisa saja…

Kasus Perwalian Anak Dominan di Banda Aceh

“Dunia anak adalah dunia penuh warna-warni, penuh canda dan tawa. Bermain dan seabreg kegiatan menyenangkan lainnya, Tapi sayangnya tidak semua anak mengalami masa-masa kecil yang indah, sebaliknya dunia mereka penuh ketakutan, hidup serba kekurangan bahkan menjadi objek kekerasan atau pelaku kekerasan itu sendiri, demikian kata Ayu Ningsih, direktur Lembaga Bantuan Hukum Anak Banda Aceh. Selama masa jabatannya hampir setahun ini Ayu mengatakan telah menangani sekitar 50 anak dengan berbagai kasus “tetapi yang paling banyak adalah masalah perwalian, ada sekitar 25 anak, selebihnya kasus pembunuhan, pemerkosaan dan pencurian,” katanya. Untuk itu mereka akan terus mengkampanyekan hak-hak anak dan melakukan advokasi terhadap anak-anak yang bermasalah dengan hukum. Karena menurutnya saat ini hak-hak anak lebih sering diabaikan, banyak kalangan menilai bahwa dunia anak adalah dunia yang penuh dengan keindahan sehingga perhatian kearah sana sangat sedikit. Bahkan pembuatan qanun perlindunga…

Aku Takut Menikah...

"Ihan, kapan kamu rencana mau punya anak?"

aku yang saat itu sedang makan langsung berhenti, kugeserkan piring kesamping, lalu menyeruput lemon tea yang tinggal setengah lagi. aku tersenyum memandangi pasangan suami istri didepan ku. sekelabat bayang-bayang seperti menyergapku untuk tidak bisa berkata apa-apa, dan untuk beberapa saat aku hanya diam.

"aku belum fikirkan kesana, dan untuk saat ini itu bukanlah hal yang terlalu penting bagi ku" jawabku asal. entah bagaimana awalnya, lembaran-lembaran lusuh yang pernah aku lihat, dengan dan rasakan seperti terbuka satu persatu. bayangan kekejaman, kekurang ajaran, kebengisan dan rasa tidak percaya berlapis-lapis saling mendahului.

"andaikan punya anak bisa tanpa menikah....alangkah indahnya..." batin ku sambil terus berdialog dengan mereka. tapi untuk apa kalau punya anak hanya sekedar untuk membuktikan bahwa kita sehat dan bisa punya keturunan.

selanjutnya cerita mulai lancar kembali, berbagai kejadian demi kej…

penyesalan akhir

" kisahRaihana "


Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan
aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal." Ibunya Raihana
adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu"
kata ibu.

"Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan
untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu",
ucap beliau dengan nada mengiba.

Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku
menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi
mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.

Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun
sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja
dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian
tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan
dengan air…