Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Z dalam sajakku

alangkah,betapa nyamannya mendiami hatimuhangat, damai, menenangkanserupa tinggal di rahim ibu yang lembabbetapa,menyelami telaga matamudan aku ingin lelap di dalamnyajauh dari hiruk pikukjauh dari kebisingansungguh,aku ingin tenggelam di lautan jiwamumelewati lorong-lorong sembunyimelalui kanal-kanal berlikung-likunguntuk mencium bau tubuhmualangkah, betapa, sungguhengkau dalam sajakkuPunie, in the midnight26 Apr 2011

Nokturia*

barangkali ini adalah malam yang paling membingungkan, sebuah beep yang membuatku terjaga ketika malam hampir melewati masa setengah. membuatku menggigil, dan rasa seperti hangat merayapi seluruh aliran darahku, membuat jantungku berdebum-debum seperti pohon yang direbahkan para pencuri di tengah hutan. aku gemetar, tercenung dan aku seperti sakit. tiba-tiba. semua menjadi begitu tak bertenaga.'aku harus bagaimana?' tanyaku pada seorang teman, dan ia kurasa hampir sama terkejutnya denganku, karena ia menduga pesanku berasal dari seseorang yang telah lama ia tunggu-tunggu. ia berharap aku menjadi senang, tapi tidak, aku justru merasa takut.aku kembali tidur, dengan perasaan yang entah, membawa gigil dalam selimut tipis berwarna krem. dan ketika kudapati diri ini basah oleh embun esok paginya, aku terkatup-katup dalam kantuk yang kuat. kupikir, aku telah menjadi perempuan nokturia yang membasahi tempat tidurnya sendiri. tapi ternyata butir-butir embun itu berasal dari percikan r…

Kepada Engkau*

kepada engkau yang semalam gelisahmungkin, rasa sepi itu masuk dari ruang-ruangyang engkau lupa menutupi celahnyabiarkanlah ia nganga sejenakagar engkau tahu, bahwa rindu tak pernah main-mainaku hanya ingin terbahakmengapa tiba-tiba engkau menjadi seperti meno atau andropause?celah-celah itu adalah katup hatimu yang sedang mekarkatakan, bahwa engkau rindudan kau akan sembuh* Specially written for my sweet sista @Nufi LjaPunie, after Infonite

Tiga Potong Puisi

from Someone to Ihan Sunrise:

telah banyak keperitan yang indah,
juga keindahan yang pahit
perjalanan sepiku berakhir di heningnya altar tasbihmu
aku memudar dalam rindu
kau abadi dalam sunyimu, kita telah menjadi asing
03:01 am
08.04.11

saat bulanpun enggan terjaga
kau malah enggan untuk tidur?
adakah kerinduan akan keajaiban cinta menyublim
keadaan yang menjadi sebab?
berhentilah menjadi arca, sekarang!
03.10 am
08.04.11

rasa rindu mengirs hati
matapun tersayat tak mau terpejam
sementara pemilik hatiku tak bisa kucapai
bukan maksudku untuk curang saat kutanyakan
bolehkah kita bicara sebentar?
03:25 am
08.04.11

*terimakasih untuk puisinya yang indah

Pangeran

aku mendapati kabar bahwa ia telah tiada, kesengsaraan jiwa dan berbagai komplikasi penyakit telah membawanya pada kematian yang begitu cepat. seingatku, aku pernah menjenguknya saat lebaran tahun lalu, sebenarnya bukan khusus untuk menjenguknya, tetapi karena ingin bersilaturrahmi dengan seluruh penghuni rumah panggung tempatnya berteduh.kulihat perempuan itu begitu renta, kulitnya mengering dan mengeriput serupa tanah kering yang tandas dimamah kemarau, ia lapuk dalam tikar usangnya yang sama rentanya dengan jasadnya, ia terbatuk, sesekali meringis dengan mata mengerjap-ngerjap, ia nyaris seperti kanak-kanak yang tak ingin jauh dari sang ibu.dan perempuan senja yang menjadi ibunya, dengan segala ketertatihan tak pernah mengeluh untuk merawatnya, menggaruk badannya yang terasa gatal, mengipasinya ketika ia mengeluh kepanasan, menyuapinya makan, memberinya minum, bahkan memapahnya untuk sekedar buang air.kutaksir, ia lahir sekitar awal tahun lima puluhan, karena ia hanya lebih muda se…

Penjual Rindu

ku yang dibelit rindu sungguh seperti sebatang pohon yang dibelit oleh akar-akar yang rumit, menjerat dan membuat pengap, terasa sesak oleh pertanyaan terus, lalu, maka dan mengapa terjadi rindu.walau mungkin ini tidak ada kaitannya dengan mangsa desta yang katanya sedang orbit antara april dan mei, tetapi aku menghargai diriku sendiri dengan apa yang telah dan ingin kukatakan, aku ingin menyembuhkan diriku dengan caraku sendiri, sebab kataku, seorang mangsa desta sangat menikmati hidup.maka kubiarkan saja kerumitan ini menjadi semakin rumit.ini hanya rindu biasa, jadi menurutku tak perlu alasan untuk menjelaskannya mengapa. seluruh cinta, akumulasi perasaan dan seluruh diriku telah berhulu,bermuara ke hati seorang lelaki yang selalu menyuguhiku rindu yang berkelas.barangkali, aku hanya bisa menduga-duga soal ini, si pemilik rindu itu serupa penjual ayam goreng yang pelit, yang hanya menjual aroma dan asap-asap surealis, sementara ia menjual dagingnya yang renyah dengan imajinasi sepe…

Maaf

"Mohon maaf atas sikap yang tidak berkenan, setelah hari ini semuanya akan kembali seperti kemarin, aku yakin, untuk orang sepertimu tidak akan ada yang berani main-main"butuh termenung untuk mengirimkan pesan tersebut, sekedar memberi ruang bagi hati untuk berfikir. kukira, tidak seorangpun mau atau senang dipermainkan, aku, kamu, mereka, bahkan orang yang tak mempunyai hati sekalipun.tetapi mengapa kadangkala kita justru sering memberi kesempatan bagi pikiran kita untuk mengira-ngira bahwa kita sedang dipermainkan, mungkin oleh seseorang yang tidak atau kita kenal, lain kali mungkin oleh waktu, oleh keadaan, atau oleh diri kita sendiri.rasanya aku tidak harus tertegun, tetapi mendengar suara risih yang tiba-tiba hilang dengan sepotong salam yang tergesa-gesa, aku benar-benar tercenung, aku hilang kesempatan untuk bertanya, akumulasi pertanyaan yang telah tersimpan berhari-hari, kini harus kembali tersimpan dalam memori ingatan, untuk tak pernah ditanyakan lagi, sebab tak l…

Yang Tersisa dari Hujan Sore Ini

Apa yang tersisa dari hujan sore ini? Adalah bau aroma tubuhmu yang meresap hingga ke syaraf jiwa, seperti butir-butir air yang menggantung di pucuk daun, seperti itulah rindu menggantung di pucuk hatiku, untuk kemudian jatuh ke altar hatimu. dan hujan, berhenti sesaat setelah aku menerima kabar kedatanganmu, lalu aku bergegas berlomba dengan rintik hujan yang tersisa, seperti mempersilahkan, hujan benar-benar berhenti ketika aku selesai berkemas. Kusempatkan untuk bermain mata pada gerombolan awan yang membiru, sebagai rasa terimakasih telah mendekap hujan sebentar untukku.jalanan yang masih basah, dan pucuk-pucuk pohon yang masih lembab, mengirimkan sejuk untuk menenangkan hati yang berdegub, ah, meski bertahun-tahun telah terlewati, cinta untukmu selalu saja kirimkan gelora yang aneh setiap kali menjelang pertemuan.hingga ketika akhirnya aku benar-benar sampai, melewati lorong-lorong rindu dengan hingar bingar degub jantung seperti lelah ketika satu persatu anak t…

Maaf

"Mohon maaf atas sikap yang tidak berkenan, setelah hari ini semuanya akan kembali seperti kemarin, aku yakin, untuk orang sepertimu tidak akan ada yang berani main-main"butuh termenung untuk mengirimkan pesan tersebut, sekedar memberi ruang bagi hati untuk berfikir. kukira, tidak seorangpun mau atau senang dipermainkan, aku, kamu, mereka, bahkan orang yang tak mempunyai hati sekalipun.tetapi mengapa kadangkala kita justru sering memberi kesempatan bagi pikiran kita untuk mengira-ngira bahwa kita sedang dipermainkan, mungkin oleh seseorang yang tidak atau kita kenal, lain kali mungkin oleh waktu, oleh keadaan, atau oleh diri kita sendiri.rasanya aku tidak harus tertegun, tetapi mendengar suara risih yang tiba-tiba hilang dengan sepotong salam yang tergesa-gesa, aku benar-benar tercenung, aku hilang kesempatan untuk bertanya, akumulasi pertanyaan yang telah tersimpan berhari-hari, kini harus kembali tersimpan dalam memori ingatan, untuk tak pernah ditanyakan lag…

Codet Luka

Codet Lukabahkan ketika yang lain memilih menjadidaun, bunga ataupun buahaku cukup berbahagia dengan menjadi codet luka pada tubuh pohonkelak ketika semua meninggalkan pohon pada musim takdir yang berbedahanya aku yang tersisa hingga usia mengelupaskuaku dan pohon mati dan hidup bersama06.23 pm17-Apr 11Lengkingan Rinduseperti sperma waktu yang membuahi sepi,di mana kau ketika rindu melengking?11.32 pm16-Apr 11Sketsaseperti wajah tabir yang terkoyak,sketsa lelakiku muncul dari labirin rahasia yang bekuah, pada sosok pelukis itu aku tak mampu berkilahkekasih, dia orang pertama yang mengetahui kisah kita06.53 pm16-Apr 11

prerogatif

bahkan, untuk orang yang sekujur tubuhnya dilumuri dosa sepertiku, aku tetap tak rela melihat ada perempuan lain melakukan kesalahan yang sama. aku miris pada diriku sendiri yang tak mampu menjelaskan tentang situasi padanya. bahwa keadaan kami berbeda."Kalaupun kelak aku masih melibatkan masa laluku pada masa depanku, itu karena aku lebih dulu menemukan masa lalu," kataku di penghujung senja, juga pada seorang perempuan yang selama ini menjadi tempat berkeluh kesah perempuan lainnya.aku hanya tak ingin ia mencampur adukkan antara masa lalunya dengan masa sekarang, bahkan mungkin dengan masa depannya. aku keberatan ia menodai dirinya dengan cara yang sangat tidak elegan.tapi, aku bisa apa, dia punya hak prerogatif atas diri dan tubuhnya, seperti hak prerogatifku atas jiwa dan hatiku yang memilihnya.ah, di dunia yang serba rumit ini kekosongan tangki cinta menjadi sebab musabab untuk memilih lebih dari satu hati, ketika kesetiaan dipilih untuk dipertahankan tern…

Menikahi Sepi

aku tak memaksa malam menterjemahkan kegelisahan initetapi, isyarat yang dikirimkan waktumendekatkanku pada perceraian jiwa yang jerimungkin, aku akan menikahi sepi yang panjangsekedar memberi jeda agar waktutak terbahak dengan pilihan itu11-04-1109.20 pm