Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2007

Mendobrak Sistem Patriarki

Pernahkah anda berfikir bila suatu saat nanti setelah anda menikah, anda maupun pasangan anda menjadi yang lebih dominan dalam rumah tangga? Di Aceh khususnya yang menganut sistem patriarki pengaruh laki-laki (suami) memang lebih mendominasi dalam keluarga. Laki-laki (suami) menjadi tokoh sentral yang mengatur semua keperluan keluarganya, mulai dari mengambil keputusan, menentukan kebijakan keluarga hingga mengatur uang belanja. Sepintas istri terlihat hanya sebagai pelengkap saja, yah, pelengkap sekaligus penderita karena fungsinya tidak maksimal selain hanya mengurus dan berkutat di sektor domestik saja. Jarang diberi kesempatan bergaul dan berkomunikasi dengan dunia luar, bahkan banyak para istri memilih meninggalkan pekerjaannya ketika sudah menikah dengan alasan ingin berbakti kepada keluarga.Istri, baby sitter atau khadimat?Realita diatas membuat saya sedikit lebih hati-hati sekaligus mencermati, benarkah tidak bisa optimal mengurus keluarga bila seorang istri bekerja? Maklum sa…

Sulitnya Sportif Pada Diri Sendiri

Tulisan ini dibuat bukan untuk menghakimi seseorang, bukan pula bermaksud untuk menjelek-jelekkan siapapun. Tidak sama sekali karena itu nama orang yang dimaksud sengaja tidak ditampilkan disini demi kenyamanan semua pihak. Siapapun percaya bahwa terlahir sebagai manusia maka berarti tak luput dari setiap kesalahan, sekecil apapun itu. Namun yang perlu dipertimbangkan adalah apakah kesalahan tersebut mempengaruhi hubungan sosial kita dengan orang lain atau tidak, apakah dengan kesalahan itu semuanya akan baik-baik saja atau bahkan semakin baik (ini termasuk kategori kesalahan yang diinginakan), atau dengan adanya kesalahan tersebut berdampak negatif terhadap jalinan persahabatan kita dengan orang lain (ini jenis kesalahan yang sangat tidak diharapkan kehadirannya).Cerita ini diawali oleh pertemuan saya dengan seseorang yang bekerja di media secara kebetulan pada awal tahun lalu. Dari sana komunikasi terus berlanjut dan interaksi positif terbangun karena ia meminta saya membantunya dis…

UNESCO adakan training ICT di Banda Aceh

Belasan penulis dan jurnalis yang mayoritas berasal dari perguruan tinggi di Banda Aceh mengikuti kegiatan training Information, Communication and Technology (ICT) di ruangan Multimedia Learning Center (MLC) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, 29-31/10. kegiatan ini diselenggarakan oleh UNESCO bekerja sama dengan Nurul Fikri, lembaga yang memfokuskan diri pada pengembangan pendidikan khususnya dibidang informasi teknologi.

Bapak Rusmanto, perwakilan UNESCO dari Jakarta dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memperdalam wawasan mengenai perkembangan ilmu komunikasi, informasi dan teknologi. khususnya bagi para jurnalis dan penulis. "Perkembangan kemajuan informasi komunikasi sangat membantu tugas-tugas para jurnalis dan penulis karena secara langsung dapat menyampaikan ide-idenya melalui media internet." katanya dalam sambutan pada hari pertama, 29/10.

hal senada juga diungkapkan oleh Alfi Rahman, ketua panitia dari Nurul Fikr…

Ciuman yang melekat dikerudung ku*

Pukul 08:15 pm aku telah sampai dirumah, agak lebih cepat dibandingkan malam sebelumnya, sampai dirumah menjelang pukul sebelas malam. Beruntung karena aku kost dan induk semangnya tinggal terpisah dengan kami, lebih beruntung lagi karena aku keluar untuk keperluan yang berarti. Menjumpai seorang teman yang siang tadi baru tiba dari luar kota. Karenanya aku tidak perlu merasa bersalah dan merasa tidak enak pada tetangga karena pulang agak telat. Aku selalu berusaha mempertahankan cara ku yang satu ini, mengenyahkan semua rasa jengah dan takut ku bila yang ku lakukan menurut ku benar.Ku geletakkan ransel yang seharian menggantung dipundakku dilantai didekat pintu kamar, ku lepas kerudungku, menciumnya sejenak lalu meletakkannya diatas box buku. Lalu tanpa mengganti pakaian langsung merebahkan diri di ranjang. Tubuh ku terasa sangat lemas, perutku rupanya tidak main-main, sudah dua hari terakhir ini terasa seperti diaduk-aduk dan berkali-kali merasa seperti hendak muntah. Suhu tubuh ku …

Innalillahi wa Innailaihi Rajiun

kawan....
kemarin kau telah mendahului aku, mereka dan yang lainnya
kau telah terbebas pada satu ujian hidup terbesar

sedang aku disini menunggu dengan harap-harap cemas
dengan jantung yang berdebar-debar
sungguh, berita yang ku terima tengah malam tadi bukanlah kabar yang menyenangkan
lama aku tercenung, bertanya berkali-kali
benarkah kau telah tiada?

sulit aku meyakinkan diri bahwa kau telah benar-benar tiada
aku terkenang kembali seorang Haikal yang ku kenal setahun lalu
yang suka mengomentari rumah maya ku dengan cara mu yang konyol
ah, kau memang seorang periang yang sulit dilupakan


penyempitan pembuluh darah mu ternyata tak membiarkan kau melihat matahari untuk waktu yang lebih lama lagi
aku bukan menolak takdir
tapi kau masih sangat muda
usia mu baru 27
masih banyak yang bisa kau lakukan dengan kepintaran mu

mendoakan mu adalah cara terbaik kawan
semoga Allah melapangkan tempat peristirahatan terakhirmu
aku hanya menunggu waktu dan melakukan persiapan menjemput mu
kesana....

Seruni Merah Jambu

Seruni Merah Jambu merupakan judul sebuah novel setebal 460 halaman yang ditulis oleh Pearl S. Buck. Perempuan kelahiran tahun 1982 di Hillboro, Virginia Barat.Novel ini menceritakan tentang kehidupan Jonsu Sakai, perempuan muda kelahiran Amerika namun berdarah Jepang. Orang tuanya lama hidup di Amerika dan kembali ke Jepang saat usia Jonsu 15 tahun karena gejolak perang. Saat orang-orang Jepang di Amerika di kucilkan dan dipindahkan ke kamp konsentrasi. Tuan Sotan Sakai, ayah Jonsui lebih memilih pulang ke negerinya daripada harus diikut sertakan ke kamp konsentrasi. Jonsui muda tak ada pilihan selain mengikuti kemauan orang tuanya meskipun ia sangat mencintai Amerika.Sebagai anak tunggal –kakak lelaki Jonsui meninggal dalam perang di Italia- Jonsui sangat disayangi bahkan cenderung sangat dilindungi. Termasuk soal jodoh, tapi mereka tidak pernah memaksakan hal itu kepada putri mereka. Tapi disinilah titik awal persoalannya, saat Jonsui mengenal apa yang disebut dengan cinta. Ia meng…

Sebuah Catatan Kecil

cinta, masih ingat kah kamu dengan kalimat-kalimat yang dulu pernah kita ucapkan? kalimat kerinduan dengan campuran haru dan gelora yang berderu-deru dihati kita. yah, aku ingin mengulangnya kembali hari ini, saat menjelang siang, hand phone mungil di tangan ku bergetar, persis sama seperti diakhir-akhir percakapan kita pada waktu-waktu yang telah lalu, tergesa-gesa oleh waktu, terputus oleh jarak, dan hanya untuk mengabarkan, aku sudah sampai dan kau akan pergi, cinta!


membayangkan itu kembali membuatku serasa ingin menangis, bukan karena sedih, tapi entah apa, aku sendiri tidak pernah berhasil memberi nama perasaan yang ku rasakan seperti siang tadi, takut kehilangan, tapi kau memang selalu jauh dari ku, tapi juga merasa dekat, sekalipun ber mil-mil jarak yang terbentang. aku seperti bermimpi pernah ada keleluasaan yang sangat untuk bisa bersama mu, kebersamaan yang sulit dibayangkan orang-orang, karena hanya kita sendiri yang bisa mengartikan kebersamaan itu. aku tak pernah lupa su…

Bukan melarang rindu

belum lagi rasa rindu dan kangen terobati sudah harus kembali ketempat ini, sudah harus kembali mengisi hari-hari dengan segudang pekerjaan yang sudah menunggu untuk diselesaikan, sudah harus kembali mengisi hari-hari dengan kesendirian tanpa keluarga, tanpa ayah, ibu, dan adik. sudah harus melakukan semuanya seorang diri, bepergian seorang diri, dan beristirahat sendiri tanpa pernah ada celotehan dan sendaan adik kecil yang selalu membuat senang dan ceria di hati. tidak ada lagi yang menguntit dibelakang kala bepergian, dan tidak ada lagi yang memesan ini dan itu. dan tentunya tidak ada lagi yang merengek-rengek...." Kapan kita ke laut lagi, Kakak?"

semuanya berjalan begitu cepat, lahir, kecil, remaja, dewasa, dan tibalah saatnya harus melepas semua kerinduan-kerinduan itu dengan cara yang tidak biasa, pelan-pelan, berpisah waktu untuk sekolah, lalu kemudian berpisah hari, berminggu-minggu, berbulan hingga akhirnya bertahun-tahun. sedalam apakah rindu yang tersimpan untuk se…

Lomba Menulis Essai

Kesempatan Besar Untuk Membuktikan Bahwa Anda Memang Penulis Berbakat!!!Ikuti “Lomba Menulis Essay” dan Menangkan Total Hadiah Puluhan Juta RupiahTema ”Peran Lembaga Internasional dan Nasional Terhadap Individu dan Masyarakat Korban Tsunami”Panduan dalam menulis esai:Berikan pandangan pribadi tentang bagaimana lembaga-lembaga bantuan atau pembangunan telah memberikan dampak terhadap kehidupan diri sendiriGambarkan dan analisa peran dan dampak langsung dari kehadiran ADB, BRR atau lembaga-lembaga bantuan atau pembanguna yang lain dalam usaha rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh dan NiasDalam analisa tersebut, pilih satu dari sektor rekonstruksi sebagai berikut:1.pertanian 2.perikanan3.kesehatan4.pendidikan5.pembangunan ekonomi6.infrastruktur7.perumahan dan pemukiman8.tata kelola pemerintahan yang baikperaturan perlombaan1.menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar2.bersifat gagasan asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dimuat dimedia manapun serta …

Kepada matahari dan bulan

Matahari,Mengertikah kau arti kegelisahan iniAku hanya takut mendung akan terus memeluk muDan aku kehilangan hangat mu seperti subuh 29 september ituAku melihat cahaya bergerai diwajah muMenggelantung seruling-seruling merduBerdendang indah di telingakuMenggelitik urat-urat sarafPurnama,Aku hanya ingin menatap mu dari atas pasir berkilau ituMemandang hitam mata mu dengan seribu gejolakMendekap dan biarkan cahaya membasuh jiwa kitaIni bukan kegelisahan biasaYang bisa diterjemahkan dengan kataIni bukan ketakutan biasaYang bisa diterjemahkan dengan gigilanLamdingin, 2007-10-0109:48 am

Elegi Dua Hati

Tuhan,Jika Kau berikan manusia dua hatiApa mereka bisa mencintai dua hati yang berlainan?Apa ada jaminan hati mereka tak bercabang lagiMenjadi tiga, empat dan seterusnya?Tuhan,Seperti apakah ketulusan?Seperti apakah kesetiaan?Seperti apakah ...Tuhan ...Lamdingin, 30-01 Oktober 0709:17 am

Rendezfous

Pada pertemuan sehabis magribLangit yang masih basah dan tempias yang belum keringAku seperti pernah melihat laki-laki ituSamar-samar bagai kelebat bayangYang jelas kami sama-sama tergelak Saat ia mengatakanTernyata kamu seorang perempuanIya,Dia menyapaku sebagai laki-laki beberapa hari laluIa perkenalkan aku dengan Cordelia-nyaPadanya aku ucapkan selamatKarena telah berikan aku inspirasiUntuk memulai puisi iniLamdingin, 30 Sep. 0710:02 pm

Lakon Diri

Aku sendiri yakinTidak ada kesedihan yang kekalBegitu juga dengan kesenanganHargailan nafsuKarena darisanalah hidup terus berlanjutGenggamlah matahariYang kau namai jiwaHiduplah dengan ituSerupa air yang terus mencari muaraTak pernah berhentiTak pernah merasa lelahAku selalu menyemangati diriDengan segudang cinta yang kupunyaDengan sejuta kasih sayang yang ku terimaKadang juga dengan nafsu yang ku milikiAdakah hidup ini lebih indah selain dari mimpi-mimpi?Lamdingin, 29 Sep. 0708:10 pm

Obrolan Subuh

Proses selalu ada masa habisnyaEntah berakhir dengan kesuksesan, bisa pula dengan kegagalanKau mencuci otak ku dengan kecemburuan-kecemburuan baruMelahirkan seribu padang bunga di subuh yang basahMemberikan keyakinan bahwa hidup adalah kumpulan pelangiWarna-warni bagi yang mencintai dan dicintaiLamdingin, 29 Sep. 0708:04 pm

Arti sebuah kesabaran

Sebagai ilustrasi ringan saya pernah mengalami waktu-waktu yang boleh dikata sangat menyebalkan, saya bahkan sampai menangis saking kesalnya, pasalnya sangat sepele sekali, seseorang yang sudah berjanji akan menghubungi saya ternyata tidak menepati janjinya pada waktu itu karena kesibukannya yang padat. Bagai cacing kepanasan saya terus gelisah, bertanya-tanya mengapa harus ada waktu-waktu yang tidak mengenakkan seperti saat itu. Namun ada ilustrasi lain lagi yang menurut saya sangat luar biasa dampaknya, berpengaruh sangat tidak baik bagi masa depan seseorang dan dalam hubungannya dengan orang lain. Yang sampai sekarang saya terus bertanya-tanya dalam hati dan menyesalkan dalam hati, ah, jika saja ia sedikit mau lebih sabar. Beberapa bulan yang lalu saya dan teman-teman mendirikan sebuah usaha kecil-kecilan, kami berjumlah enam orang, tiga laki-laki dan tiga perempuan. Beruntungnya saya termasuk organ inti dalam usaha tersebut sehingga saya bisa bebas berkreativitas dan mengeluarkan …