Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

Yang Terlupakan*

Seperti biasa, pagi itu Nek Limah bersiap-siap untuk melakukan rutinitasnya, ia mengunci semua pintu, menutup jendela lalu keluar dengan sebuah ember hitam ditangan kanannya. Selembar kain panjang yang sudah pudar melingkar menutupi urat-urat lehernya yang menonjol, songkok hitam yang sudah bertahi lalat menutupi rambut-rambutnya yang memutih, dan sebagiannya kelihatan. Untungnya songkok tersebut berwarna hitam sehingga tahi lalatnya tidak kelihatan. Nek Limah meletakkan kunci rumahnya diatas toek-toek yang dicat dengan dua warna; merah dan putih. Namun sudah terkelupas disana-sini dan hanya tinggal bekasnya saja, maklum itu peninggalan beberapa tahun yang lalu. Kendatipun Nek Limah tidak mengunci rumahnya bisa dipastikan tidak ada pencuri yang masuk kerumahnya karena tidak ada barang berharga apapun dirumah yang layak disebut gubuk. Dengan agak tertatih dan sedikit bungkuk Nek Limah segera berjalan menuju kearah barat, tujuannya tidak lain adalah kebun melinj…

Yusnidar Tak Berhenti Belajar

Bingung! Itulah ekspresi yang tersurat dari mimik wajah Yusnidar. Matanya lurus menatap ke layar LCD yang terbentang beberapa meter di hadapannya. Sesekali ia membaca modul yang diberikan panitia kepadanya. Kadang kepalanya mengangguk-ngangguk, berusaha mencBingung! Itulah ekspresi yang tersurat dari mimik wajah Yusnidar. Matanya lurus menatap ke layar LCD yang terbentang beberapa meter di hadapannya. Sesekali ia membaca modul yang diberikan panitia kepadanya. Kadang kepalanya mengangguk-ngangguk, berusaha mencerna setiap informasi yang disampaikan oleh pembicara.

Jumat, 28 November 2008, Yusnidar bersama puluhan peserta lainnya sedang mengikuti “Workshop Singkat Mengenal Photoshop” yang diselenggarakan oleh Tjute Event Organizer di Kafe Ummy Malaya, Jl. P. Nyak Makam No. 40, Lampineung Banda Aceh.

Pelatihan ini ditujukan bagi mereka yang sudah mengerti minimal program dasar komputer seperti Microsoft office. Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang memang berminat namun masih …

Ayahku Sayang

Ayah sayang…
Siang itu aku mengantarmu, tanpa memeluk dan mencium wajahmu seperti yang dilakukan oleh orang-orang dan Ijal, adik lelakiku. Aku mengintipmu dari balik jendela mobil yang akan membawamu ke barat negeri ini. Setelah mempersiapkan semua keperluan ayah dan ibu, waktu itu aku banyak merenung. Kupaksa bibirku tersenyum, kupaksa tegar hatiku. Tak ingin gambarkan takut dan luka hati ini. Hati kecilku berbisik ketika itu, mungkin siang itu adalah pandangan terakhir mata kita ayah, aku, anak perempuanmu, dan kau, ayah yang kubanggakan.
Aku berdoa, terus menerus, hingga mobil yang membawamu hilang dari pandangan. Dan jerit dalam hati kian lebar. Ketakutan menganga Yah, merajai ruang hatiku yang sempit. Semoga di barat negeri ini ada penawar atas deritamu. Semoga sakitmu cepat berakhir, Yah.
Kutinggalkan rumah nenek, tempat sebulan terakhir ayah menetap. Ini pula yang sering kutangisi, sakitmu membuatmu jauh dari rumah. Aku tahu kau begitu rindu pada rumah yang telah kau bangun dengan…