Apa yang tersisa dari hujan sore ini? Adalah luka yang menganga dari rahim keadaan yang tak dapat dibendung. Membusuk serupa bisul yang memerah. Mungkin sebentar lagi ia akan pecah, mengeluarkan nanah bercampur darah yang amis. Hingga akhirnya aku sampai ke hadapanmu. Aku tak tahu energi darimana yang menyeretku menembus hujan dan temaramnya senja. Melewati jalanan sepi yang berlubang dan tergenang air. Suara-suara cacing tanah yang tengah bersiap-siap menyambut malam. Namun itu tak lebih mengerikan dari ultimatum yang berkelebat seperti kilat dan menyayat hati seperti percikan halilintar. Aku tak pernah mendengar suara ibu setegas itu, menusuk dan mencincang perasaanku.
Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.