Rihoen*

“Boleh aku memanggilmu sebagai Rihoen?” tanyamu.
Rihoen. Aku pernah menulis tentang rihoen, beberapa hari yang lalu, dan itu sengaja kutulis untukmu, tapi kau hanya sempat membacanya sepotong, karena sepotong yang lainnya tak pernah kuselesaikan hingga hari ini. Aku tak merasa perlu menyelesaikannya, sebab bagiku, kau tak boleh didahului oleh siapapun.

Dan, malam ini kita kembali membicarakan tentang rihoen, sesuatu yang membuatku terdiam dalam kebingungan maha berat, aku senang kau memanggilku menjadi rihoen, tapi aku tak senang pada diriku sendiri, sebab dengan begitu aku semakin mabuk dalam imajinasiku tentangmu.

Kau juga bertanya tentang rindu malam ini, apakah aku rindu padamu? Ah, kurasa tak setiap pertanyaan perlu kujawab, sungguh, aku tak ingin menjawab apapun malam ini selain bahwa aku hanya ingin mendengar suaramu.

Ya, aku rihoen!

21.46 pm
19 may 2011
*Rihoen=rindu

Komentar