Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2007

Mengapa Esai Saya Gak Jadi Juara?

Mengapa Esai Saya Gak Jadi Juara? Oleh Mukhlis A. Hamid Judul di atas mestilah merupakan pertanyaan utama yang akan Anda tanyakan pada dewan juri, panitia, atau orang lain saat Anda membaca pengumuman dari panitia tentang hasil akhir sebuah lomba. Ini terjadi karena semua orang ingin karya yang dikirimkan dalam sebuah lomba menjadi pilihan dewan juri. Apalagi ada hadiah yang lumayan menanti Anda bila terpilih sebagai juara. Namanya juga usaha. Hehehe.. Sebenarnya, jadi juara atau tidak dalam sebuah even lomba menulis jangan membuat Anda terlalu senang, terlalu sedih, atau berbangga diri. Pengalaman menjadi juara sebelumnya tidak menjadi ukuran yang utama bagi dewan juri dalam penentuan juara sebuah lomba. Apalagi dalam lomba yang mengangkat issu khusus, seperti yang diadakan ETESP ADB baru-baru ini. Kekhususan itu antara lain dapat dilihat pada bentuk tulisan (esai), tema (rekonstruksi), zona (Provinsi NAD). Karenanya, pemahaman awal tentang ragam dan fo

Bagaimana Mengatakannya, Aku Sayang Ayah

sekali-kali dalam menulis baru kali ini aku ingin menceritakan tentang mimpi yang kualami semalam, dalam ruang gelap sebuah suara memanggil...menyayat...terasa begitu sakit dan memilukan, adalah suara ayah...dan aku segera berlari, menyusul suara itu, ayah terlihat begitu lemah, tidur tak berdaya dan terus memanggil nama ku, anak perempuannya yang aku tahu dia sangat menyayangi ku. aku memeluknya dan menangis tersedu-sedu, memeluknya kuat sekali dan tak ingin melepasnya hingga akhirnya aku terjaga. mimpi yang tidak menyenangkan karena hari ini kembali aku harus mengingatnya, bahkan menuliskannya disini. yang semalam memanglah mimpi, tapi yang sebenarnya terjadi pun begitu, ayah kesakitan dan terus berusaha bertahan dengan segala ketegarannya, tak ingin menampakkan bahwa ia teramat sakit didepan anak-anaknya, terutama aku, yang terjadi semalam adalah yang ku lakukan beberapa waktu lalu, saat tiba-tiba ibu menelefonku dan menyuruhku pulang. "Kondisi ayah sangat memprihatikan, kalau

Check en Recheck

satu hal yang paling tidak disukai manusia adalah di tuduh! itulah alasan mengapa saya sangat mengagumi dunia jurnalistik karena disana menganut prinsip cover both side alias check and re chek! artinya, kita tidak boleh tergesa-gesa menuliskan sesuatu yang tidak jelas kebenarannya mengenai seseorang apabila belum melakukan konfirmasi yang jelas kepada yang bersangkutan. apalagi yang mengandung unsur politisnya. sebagai ilustrasinya begini, suatu hari anda masuk ke sebuah toko buku dan anda menemukan sebuah majalah yang menyentil sedikit tentang diri anda, tidak banyak dan hanya dikatakan bahwa anda adalah seorang yang mata duitan hahahahah... memangnya enak dituduh begitu???

Check out my Slide Show!

Training Event Organizer

Banyaknya jumlah tenaga kerja lokal yang mengalami pemutusan hubungan kerja oleh lembaga-lembaga International (NGO) yang berada di Aceh karena habisnya masa tugas lembaga tersebut bukanlah hal yang menyenangkan. Sebaliknya justru menimbulkan kemirisan mengingat akan semakin memperbesar jumlah pengangguran di Nanggroe Aceh Darussalam. Bagi orang-orang yang mempunyai kreatifitas yang tinggi dan inovatif tentunya ini bukanlah kendala tetapi bagaimana dengan mereka-mereka yang mengalami jalan buntu setelah tidak bekerja lagi di lembaga-lembaga yang disebutkan diatas? (atau mungkin saja anda salah satunya…) Tjute punya solusi untuk anda!!! Sedikit yang tahu bahwa Event Organizer merupakan bisnis yang menjanjikan dimasa depan, bagi seorang pemula memulai bisnis ini tidaklah terlalu sulit, cukup dengan mengorganisir kegiatan-kegiatan kecil seperti ulang tahun, perkawinan saudara/tetangga, halal bi halal di kantor, dan acara seremonial lainnya. Namuun anda masih bingung untuk memulainy

Mendobrak Sistem Patriarki

Pernahkah anda berfikir bila suatu saat nanti setelah anda menikah, anda maupun pasangan anda menjadi yang lebih dominan dalam rumah tangga? Di Aceh khususnya yang menganut sistem patriarki pengaruh laki-laki (suami) memang lebih mendominasi dalam keluarga. Laki-laki (suami) menjadi tokoh sentral yang mengatur semua keperluan keluarganya, mulai dari mengambil keputusan, menentukan kebijakan keluarga hingga mengatur uang belanja. Sepintas istri terlihat hanya sebagai pelengkap saja, yah, pelengkap sekaligus penderita karena fungsinya tidak maksimal selain hanya mengurus dan berkutat di sektor domestik saja. Jarang diberi kesempatan bergaul dan berkomunikasi dengan dunia luar, bahkan banyak para istri memilih meninggalkan pekerjaannya ketika sudah menikah dengan alasan ingin berbakti kepada keluarga. Istri, baby sitter atau khadimat? Realita diatas membuat saya sedikit lebih hati-hati sekaligus mencermati, benarkah tidak bisa optimal mengurus keluarga bila seorang istri bekerj

Sulitnya Sportif Pada Diri Sendiri

Tulisan ini dibuat bukan untuk menghakimi seseorang, bukan pula bermaksud untuk menjelek-jelekkan siapapun. Tidak sama sekali karena itu nama orang yang dimaksud sengaja tidak ditampilkan disini demi kenyamanan semua pihak. Siapapun percaya bahwa terlahir sebagai manusia maka berarti tak luput dari setiap kesalahan, sekecil apapun itu. Namun yang perlu dipertimbangkan adalah apakah kesalahan tersebut mempengaruhi hubungan sosial kita dengan orang lain atau tidak, apakah dengan kesalahan itu semuanya akan baik-baik saja atau bahkan semakin baik (ini termasuk kategori kesalahan yang diinginakan), atau dengan adanya kesalahan tersebut berdampak negatif terhadap jalinan persahabatan kita dengan orang lain (ini jenis kesalahan yang sangat tidak diharapkan kehadirannya). Cerita ini diawali oleh pertemuan saya dengan seseorang yang bekerja di media secara kebetulan pada awal tahun lalu. Dari sana komunikasi terus berlanjut dan interaksi positif terbangun karena ia meminta saya memba

UNESCO adakan training ICT di Banda Aceh

Belasan penulis dan jurnalis yang mayoritas berasal dari perguruan tinggi di Banda Aceh mengikuti kegiatan training Information, Communication and Technology (ICT) di ruangan Multimedia Learning Center (MLC) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, 29-31/10. kegiatan ini diselenggarakan oleh UNESCO bekerja sama dengan Nurul Fikri, lembaga yang memfokuskan diri pada pengembangan pendidikan khususnya dibidang informasi teknologi. Bapak Rusmanto, perwakilan UNESCO dari Jakarta dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memperdalam wawasan mengenai perkembangan ilmu komunikasi, informasi dan teknologi. khususnya bagi para jurnalis dan penulis. "Perkembangan kemajuan informasi komunikasi sangat membantu tugas-tugas para jurnalis dan penulis karena secara langsung dapat menyampaikan ide-idenya melalui media internet." katanya dalam sambutan pada hari pertama, 29/10. hal senada juga diungkapkan oleh Alfi Rahman, ketua panitia dari Nurul Fik

Ciuman yang melekat dikerudung ku*

Pukul 08:15 pm aku telah sampai dirumah, agak lebih cepat dibandingkan malam sebelumnya, sampai dirumah menjelang pukul sebelas malam. Beruntung karena aku kost dan induk semangnya tinggal terpisah dengan kami, lebih beruntung lagi karena aku keluar untuk keperluan yang berarti. Menjumpai seorang teman yang siang tadi baru tiba dari luar kota. Karenanya aku tidak perlu merasa bersalah dan merasa tidak enak pada tetangga karena pulang agak telat. Aku selalu berusaha mempertahankan cara ku yang satu ini, mengenyahkan semua rasa jengah dan takut ku bila yang ku lakukan menurut ku benar. Ku geletakkan ransel yang seharian menggantung dipundakku dilantai didekat pintu kamar, ku lepas kerudungku, menciumnya sejenak lalu meletakkannya diatas box buku. Lalu tanpa mengganti pakaian langsung merebahkan diri di ranjang. Tubuh ku terasa sangat lemas, perutku rupanya tidak main-main, sudah dua hari terakhir ini terasa seperti diaduk-aduk dan berkali-kali merasa seperti hendak muntah. Suhu tubuh k

Innalillahi wa Innailaihi Rajiun

kawan.... kemarin kau telah mendahului aku, mereka dan yang lainnya kau telah terbebas pada satu ujian hidup terbesar sedang aku disini menunggu dengan harap-harap cemas dengan jantung yang berdebar-debar sungguh, berita yang ku terima tengah malam tadi bukanlah kabar yang menyenangkan lama aku tercenung, bertanya berkali-kali benarkah kau telah tiada? sulit aku meyakinkan diri bahwa kau telah benar-benar tiada aku terkenang kembali seorang Haikal yang ku kenal setahun lalu yang suka mengomentari rumah maya ku dengan cara mu yang konyol ah, kau memang seorang periang yang sulit dilupakan penyempitan pembuluh darah mu ternyata tak membiarkan kau melihat matahari untuk waktu yang lebih lama lagi aku bukan menolak takdir tapi kau masih sangat muda usia mu baru 27 masih banyak yang bisa kau lakukan dengan kepintaran mu mendoakan mu adalah cara terbaik kawan semoga Allah melapangkan tempat peristirahatan terakhirmu aku hanya menunggu waktu dan melakukan persiapan menjemput mu kesana....

Seruni Merah Jambu

Seruni Merah Jambu merupakan judul sebuah novel setebal 460 halaman yang ditulis oleh Pearl S. Buck. Perempuan kelahiran tahun 1982 di Hillboro , Virginia Barat. Novel ini menceritakan tentang kehidupan Jonsu Sakai, perempuan muda kelahiran Amerika namun berdarah Jepang. Orang tuanya lama hidup di Amerika dan kembali ke Jepang saat usia Jonsu 15 tahun karena gejolak perang. Saat orang-orang Jepang di Amerika di kucilkan dan dipindahkan ke kamp konsentrasi. Tuan Sotan Sakai, ayah Jonsui lebih memilih pulang ke negerinya daripada harus diikut sertakan ke kamp konsentrasi. Jonsui muda tak ada pilihan selain mengikuti kemauan orang tuanya meskipun ia sangat mencintai Amerika. Sebagai anak tunggal –kakak lelaki Jonsui meninggal dalam perang di Italia- Jonsui sangat disayangi bahkan cenderung sangat dilindungi. Termasuk soal jodoh, tapi mereka tidak pernah memaksakan hal itu kepada putri mereka. Tapi disinilah titik awal persoalannya, saat Jonsui mengenal apa yang disebut deng

Sebuah Catatan Kecil

cinta, masih ingat kah kamu dengan kalimat-kalimat yang dulu pernah kita ucapkan? kalimat kerinduan dengan campuran haru dan gelora yang berderu-deru dihati kita. yah, aku ingin mengulangnya kembali hari ini, saat menjelang siang, hand phone mungil di tangan ku bergetar, persis sama seperti diakhir-akhir percakapan kita pada waktu-waktu yang telah lalu, tergesa-gesa oleh waktu, terputus oleh jarak, dan hanya untuk mengabarkan, aku sudah sampai dan kau akan pergi, cinta! membayangkan itu kembali membuatku serasa ingin menangis, bukan karena sedih, tapi entah apa, aku sendiri tidak pernah berhasil memberi nama perasaan yang ku rasakan seperti siang tadi, takut kehilangan, tapi kau memang selalu jauh dari ku, tapi juga merasa dekat, sekalipun ber mil-mil jarak yang terbentang. aku seperti bermimpi pernah ada keleluasaan yang sangat untuk bisa bersama mu, kebersamaan yang sulit dibayangkan orang-orang, karena hanya kita sendiri yang bisa mengartikan kebersamaan itu. aku tak pernah lupa

Bukan melarang rindu

belum lagi rasa rindu dan kangen terobati sudah harus kembali ketempat ini, sudah harus kembali mengisi hari-hari dengan segudang pekerjaan yang sudah menunggu untuk diselesaikan, sudah harus kembali mengisi hari-hari dengan kesendirian tanpa keluarga, tanpa ayah, ibu, dan adik. sudah harus melakukan semuanya seorang diri, bepergian seorang diri, dan beristirahat sendiri tanpa pernah ada celotehan dan sendaan adik kecil yang selalu membuat senang dan ceria di hati. tidak ada lagi yang menguntit dibelakang kala bepergian, dan tidak ada lagi yang memesan ini dan itu. dan tentunya tidak ada lagi yang merengek-rengek...." Kapan kita ke laut lagi, Kakak?" semuanya berjalan begitu cepat, lahir, kecil, remaja, dewasa, dan tibalah saatnya harus melepas semua kerinduan-kerinduan itu dengan cara yang tidak biasa, pelan-pelan, berpisah waktu untuk sekolah, lalu kemudian berpisah hari, berminggu-minggu, berbulan hingga akhirnya bertahun-tahun. sedalam apakah rindu yang tersimpan untuk s

Lomba Menulis Essai

Kesempatan Besar Untuk Membuktikan Bahwa Anda Memang Penulis Berbakat!!! Ikuti “Lomba Menulis Essay” dan Menangkan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah Tema ”Peran Lembaga Internasional dan Nasional Terhadap Individu dan Masyarakat Korban Tsunami” Panduan dalam menulis esai: Berikan pandangan pribadi tentang bagaimana lembaga-lembaga bantuan atau pembangunan telah memberikan dampak terhadap kehidupan diri sendiri Gambarkan dan analisa peran dan dampak langsung dari kehadiran ADB, BRR atau lembaga-lembaga bantuan atau pembanguna yang lain dalam usaha rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh dan Nias Dalam analisa tersebut, pilih satu dari sektor rekonstruksi sebagai berikut: 1. pertanian 2. perikanan 3. kesehatan 4. pendidikan 5. pembangunan ekonomi 6. infrastruktur 7. perumahan dan

Kepada matahari dan bulan

Matahari, Mengertikah kau arti kegelisahan ini Aku hanya takut mendung akan terus memeluk mu Dan aku kehilangan hangat mu seperti subuh 29 september itu Aku melihat cahaya bergerai diwajah mu Menggelantung seruling-seruling merdu Berdendang indah di telingaku Menggelitik urat-urat saraf Purnama, Aku hanya ingin menatap mu dari atas pasir berkilau itu Memandang hitam mata mu dengan seribu gejolak Mendekap dan biarkan cahaya membasuh jiwa kita Ini bukan kegelisahan biasa Yang bisa diterjemahkan dengan kata Ini bukan ketakutan biasa Yang bisa diterjemahkan dengan gigilan Lamdingin, 2007-10-01 09:48 am

Elegi Dua Hati

Tuhan, Jika Kau berikan manusia dua hati Apa mereka bisa mencintai dua hati yang berlainan? Apa ada jaminan hati mereka tak bercabang lagi Menjadi tiga, empat dan seterusnya? Tuhan, Seperti apakah ketulusan? Seperti apakah kesetiaan? Seperti apakah ... Tuhan ... Lamdingin, 30-01 Oktober 07 09:17 am

Rendezfous

Pada pertemuan sehabis magrib Langit yang masih basah dan tempias yang belum kering Aku seperti pernah melihat laki-laki itu Samar-samar bagai kelebat bayang Yang jelas kami sama-sama tergelak Saat ia mengatakan Ternyata kamu seorang perempuan Iya, Dia menyapaku sebagai laki-laki beberapa hari lalu Ia perkenalkan aku dengan Cordelia-nya Padanya aku ucapkan selamat Karena telah berikan aku inspirasi Untuk memulai puisi ini Lamdingin, 30 Sep. 07 10:02 pm

Lakon Diri

Aku sendiri yakin Tidak ada kesedihan yang kekal Begitu juga dengan kesenangan Hargailan nafsu Karena darisanalah hidup terus berlanjut Genggamlah matahari Yang kau namai jiwa Hiduplah dengan itu Serupa air yang terus mencari muara Tak pernah berhenti Tak pernah merasa lelah Aku selalu menyemangati diri Dengan segudang cinta yang kupunya Dengan sejuta kasih sayang yang ku terima Kadang juga dengan nafsu yang ku miliki Adakah hidup ini lebih indah selain dari mimpi-mimpi? Lamdingin, 29 Sep. 07 08:10 pm

Obrolan Subuh

Proses selalu ada masa habisnya Entah berakhir dengan kesuksesan, bisa pula dengan kegagalan Kau mencuci otak ku dengan kecemburuan-kecemburuan baru Melahirkan seribu padang bunga di subuh yang basah Memberikan keyakinan bahwa hidup adalah kumpulan pelangi Warna-warni bagi yang mencintai dan dicintai Lamdingin, 29 Sep. 07 08:04 pm

Arti sebuah kesabaran

Sebagai ilustrasi ringan saya pernah mengalami waktu-waktu yang boleh dikata sangat menyebalkan, saya bahkan sampai menangis saking kesalnya, pasalnya sangat sepele sekali, seseorang yang sudah berjanji akan menghubungi saya ternyata tidak menepati janjinya pada waktu itu karena kesibukannya yang padat. Bagai cacing kepanasan saya terus gelisah, bertanya-tanya mengapa harus ada waktu-waktu yang tidak mengenakkan seperti saat itu. Namun ada ilustrasi lain lagi yang menurut saya sangat luar biasa dampaknya, berpengaruh sangat tidak baik bagi masa depan seseorang dan dalam hubungannya dengan orang lain. Yang sampai sekarang saya terus bertanya-tanya dalam hati dan menyesalkan dalam hati, ah, jika saja ia sedikit mau lebih sabar. Beberapa bulan yang lalu saya dan teman-teman mendirikan sebuah usaha kecil-kecilan, kami berjumlah enam orang, tiga laki-laki dan tiga perempuan. Beruntungnya saya termasuk organ inti dalam usaha tersebut sehingga saya bisa bebas berkreativitas d

Lelah

Sekuat apakah dunia mendikte manusia? Seperti gurita yang mencengkeram mangsanya kah? Lalu menghisap darahnya hingga tak bersisa Dan saat itu baru tersadar, bahwa dunia adalah pendaya Untuk apalagi Cinta telah pergi Rindu telah menyublim Dongkol, marah, hati tak lagi bisa bersuara Sebab pertemuan-pertemuan penting telah memenjarakan kebebasan Rapat, meeting, rapat, meeting.... Begitu seterusnya O9:50 pm 07, Banda Aceh Selasa, 25 September 2007

For my little sister

Terbayang kembali tawa mu yang sumringah Dan jeritan mu yang melengking Kaki kecil mu yang saban waktu mengayuh sepeda Tak jemu ke sekolah dan mengaji Saat kau duduk mesra dengan si kuning* Tangan mu membelai kepalanya Kaki mu berayun menjulur Menatap cakrawala hidup yang membentang Temani saja dulu ibu, Nanti kalau saatnya tiba Kau akan rasakan betapa indahnya dunia Penuh warna-warni, penuh pelangi, tempat berpetualang yang dahsyat Adik kecil ku yang selalu membuat rindu Kita adalah anak jaman yang lahir pada waktu tak mudah Penuh desingan peluru, carut marutnya hidup Hingga titik api yang kita sadari telah ada dalam rumah kita Siapa yang akan memadamkannya? Ibu saja seorang takkan bisa Kita adalah pembuka dan penutup Pengawal dan peng-akhiran Mari ciptakan dunia lain bagi mimpi-mimpi kita Hingga tak rugi waktu menempa kita *Kucing peliharaan 09:39 pm 07, Banda Aceh Selasa, 25 September 2007

Kepada Tuan Han’s

Siapa bilang aku tak perhatikan kamu Memang, Aku tidak pernah uluk salam, dan tidak ketuk pintu Juga tidak tinggalkan jejak Tapi apakah sebegitu parahnya ingin lupakan ku? Aku perhatikan semuanya Pigura yang bergantung didinding rumah Halaman yang semakin hijau dan asri Dan juga ruang tamu yang semakin ramai Aku tak mengerti sandi-sandi itu Jadi, biarkan saja aku menepi 07, Banda Aceh Selasa, 25 September 2007 08:01:08 pm

Untuk Zoel!

Esok genap empat puluh tahun usia mu Aku mengatakannya usia yang matang dan dewasa Telah ku persiapkan jauh-jauh hari Sepotong surat cinta dan sebait puisi pengantar Prakata untuk yang lebih panjang, kata ku waktu itu Bacalah dengan senyuman Simpanlah dalam hati saja Jangan biarkan orang tahu Zoel Bahwa aku meminta mu menjadi sesuatu Selalu saja hati ku berdebar Setiap kali inisial nama mu ku sebut, atau ku tuliskan Selalu saja berkabut, dan gerimis Setiap kali mengingat kau beranama Zoel! 07, Banda Aceh Selasa, 25 September 2007 07:44:50 pm