Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2006

"Mel, Aku Jatuh Cinta"*

Aku jatuh cinta lagi Mel, Tapi tidak seperti ketika aku jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. lebih lagi. ada getaran-getaran yang baru kurasakan sekarang dan dulu tidak pernah ada. ada perasaan khusus yang baru muncul sekarang dan dulu tidak pernah hadir. ada kesal, ada sayang, ada marah ada rindu dan cinta yang begitu menggelegak juga cemburu. Begitulah Mel, jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. indah, sangat indah. melebihi cinta pertamaku dulu. gelisah-gelisah yang ada kurasakan tak ubahnya seperti percikan-percikan api yang melahirkan kobaran kerinduan yang begitu dahsyat dan gelora cinta yang begitu menggebu. Kau tahu Mel, aku pernah berhayal tentang masa depan ku dengannya. merajut mimpi bersama sosok itu. kami punya rumah sederhana dengan halaman yang sangat luas. ditumbuhi rumputan hijau yang selalu terpangkas dengan rapi, tak ubahnya seperti permadani dari turki. ada kelopak mawar, ada kuntum melati, anyelir, kenanga, bunga jeumpa, lili dan lainnya. menebarkan wewangian h…

"Malam Tua"

Malam terus saja berlari, membawanya pada usia yang tidak lagi muda. sedang diri ini sekedar memejamkan matapun aku tak mampu kecuali jika malam telah benar-benar tua. selama itu pula aku berjalan menelusuri lorong waktu kehidupanku, berputar-putar antara suka dan lara yang datang silih berganti. terlintas dibenak untuk mengintip si sabit dilangit sana, tapi urung karena mendung telah menggumulinya sejak tadi dan menyelimutinya dengan kepekatan. kembali aku berputar-putar dengan waktu. ah, lama sekali matahari terbit. masih esok pagi. sementara aku ingin melihatnya sekarang juga. pikiran ini juga melanglang sangat jauh, menembus selat dan pulau hanya untuk sebuah keputusan diri. sampai kapankan petualangan ini terhenti? dan lautan hati ini berhenti bergelombang? dan deburan ombaknya benar-benar menyusut seiring dengan semakin menyusutnya raga ini. hingga tak lagi ada riak sekecil apapun. wahai gemuruh langit, apakah kau tengah menyuarakan kegelisahan hati ini? lalu kepda siapakah akan k…

"Laut"

sekali ini, biarlah aku bercerita tentang laut. dengan deburan ombaknya yang indah, dan karang-karang yang selalu setia menemaninya. siang maupun malam. tatkala panas maupun terik. tak pernah terbetik dihatinya untuk berhenti menjadi karang. tak pula ia merasa lelah menjadi teman bagi laut dan ditakdirkan di tepi laut.
begitu juga dengan pasir, betapa bahagianya dia menjadi pasir dan berteman dengan laut. karena dia akan menjadi inspirasi bagi semua orang yang akan menulis tentang laut. atau menjadi pijakan bagi kaki-kaki telanjang di tepi pantai.
ketika sore menjelang, matahari menorehkan warna keemasannya pada riak-riak air yang bergelombang tadi. sungguh, seperti bongkahan emas yang berton ton jumlahnya. Subhanallah. alangkah indahnya. tak heran jika para fotografer sibuk memburu sunset dan mengabadikannya dalam karya karya mereka, temasuk aku. walaupun aku bukan fotografer biarlah aku mengabadikannya dalam hatiku.
seperti aku mengabadikan ribuan kisahku yang lain. didalam hati ini.…

"Matahari"

Akhirnya pagi tiba juga dan matahari walaupun masih malu-malu akan segera keluar dali balik gunung sana. betapa semalam adalah malam yang sangat panjang untuk ku lewati. setiap saat ku terjaga dan mendapatkan cakrawala masih diselimuti malam. gelap. sedangkan jantugn ini berdetak tidak karuan, beriringan dengan desah nafas yang tidak beraturan. rindu dan marah bercampur menjadi satu bait. menghadirkan rangkaian sendu pada sudut hati yang tidak terbentuk. sementara malam merangkak akupun demikian, merangkak bersama jeritan naluri dan berakhir dengan tetesan peluh dan nafas yang memburu. terkulai lemas memikirkan jiwa ini. juga diantara senyuman yang datar kudapatkan diri ini dalam kegelisahan. wahai jarum jam berjentilah sejenak. ingin kulukiskan perjalanan hidup ini dengan keindahan nirwana. mensejajarkannya dengan keharuman melati dan kelopak mawar. diantara rerimbunan kedewasaan berfikir dan kematangan logika. aku yakin, kau tengah tersenyum untukku. wahai matahari teruslah bersi…

"Mahalnya Sepotong Kabar"

tanyalah pada dirimu mengapa hati ini menjadi sangat gelisah, tanya juga pada dirimu mengapa hati ini menjadi semarah ini. tanya pada dirimu karena jawabannya hanya dirimu yang tahu. bukan aku menyalahkanmu atau menyalahkan denting-denting jam dinding yang tak pernah berhenti berdetak. bukan pula pada angin malam yang tak pernah berhenti menghembuskan galaunya. bukan pula pada mendung yang hadir meronakan kekelaman pada siang. mengapa sepotong kabar begitu sangat mahal harganya?

"Selingkuh"

selingkuh! satu hal yang disenangi oleh laki-laki namun sangat dibenci oleh perempuan( tetapi ini tidak mutlak) karena banyak juga perempuan yang melakukan hal itu. tetapi aku tidak sedang ingin menyalahkan siapa-siapa. laki-laki atau perempuan. karena kalau tidak ada asap tidak mungkin ada api. hanya saja aku lebih tertarik untuk tahu mengapa selingkuh itu menjadi demikian familiarnya sekarang ini. setidaknya untuk diriku sendiri. bukan sekali dua kali aku menemui hal-hal yang berbau kearah sana, dan tidak sedikit pula aku membaca tulisan mengenai dunia perselingkuhan. bahkan banyak orang yang tidak sadar kalau dirinya adalah pelaku dari itu. semalam aku menginap dirumah temanku. kamarnya cukup strategis karena terletak dilantai dua. melalui jendela bisa dengan mudah melihat kemana saja, selain melihat bintang dan bulan dimalam hari ternyata ada yang lebih menarik dari pada itu. di belangkangnya ada sebuah rumah besar, kelihatannya masih baru karena beberapa bagiannya masih belum seles…

"Menjadi Dewasalah....."

menjadi dewasa adalah dambaan setiap orang, begitu juga dengan saya. betapa indahnya ketika hidup dihiasi dengan kedewasaan, diputuskan dengan kebijaksanaan dan diselesaikan secara arif. tidak melibatkan emosi apalagi amarah. sungguh indah. tapi seiring dengan waktu yang berjalan. semakin banyak saya mengenal orang semakin jelas pula tingkat kedewasaan itu. sangat relatif sekali. dulu saya berfikir semakin tua seseorang maka semakin dewasalah dia. ternyata tidak. anggapan saya dulu salah besar. karena dewasa tidak terletak pada umur yang tua, tetapi terletak pada kematangan cara berfikir dan bagaimana dia menggunakan logika dalam menjalani hidup. saya bukan sedang ingin membandingkan. tapi realita yang saya lihat begitulah adanya. seseorang yang berumur 35 tahun dengan seseorang yang berumur 26 tahun. yang berumur 35 tahun cenderung menggunakan emosionalnya ketika menyikapi sesuatu sementara yang berusia 26tahun lebih menggunakan logika ketika ia menghadapi sebuah permasalahan. dengan b…

"Aku Ingin..."

" aku ingin, ketika kau hadir dalam hidupku, kau bisa membawakan cahaya dalam ruang-ruang hatiku. menebarkan aroma wewangian dalam derap langkah kaki ini serta mengenalkan surga ke tempat bernama keluarga. aku juga ingin ketika kau hadir dalam hidupku, aku menjadi semakin berarti dan berarti, bersama kita menyempurnakan diri"