Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2007

Biru

sebiru hati kita


Surat cinta kepada Aby dan Umy

Surat cinta kepada Aby dan Umy
(Catatan Kecil Untuk BRR Dan Gerak)Aby dan Umy selalu mengajarkan supaya kami membudayakan salam sebelum bertegur sapa, karenanya pada awal surat cinta ini, mewakili anak-anak Aby dan Umy yang lain saya mengucapkan Assalammualaikum. Semoga salam yang dilontarkan oleh anak-anak Aby dan Umy tadi menjadi ie seunijuek bagi Aby dan Umy yang tengah dilanda kemelut rumang tangga yang kronis, tampakanya perang dingin antara Aby dan Umy memang sudah seperti telur diujung tanduk sampai Umy harus melayangkan surat “putus cinta” kepada Aby. Apa yang dirasakan Umy tentunya tak boleh dianggap sepele dan dianggap biasa, karena asap timbul sudah pasti karena api, ada sebab pasti ada musababnya juga, Aby menyeleweng maka muncullah surat putus cinta dari Umy. Seperti Umy Umy yang lain, tak kan ada yang rela bila terus-terusan disakiti dan dikhianati.Atau…barangkali Aby dan Umy akan bercerai? Maka lengkaplah sudah kemeranaan kami, anak-anak Aby dan Umy tercinta yang mencint…

Pelecehan Baru Berkedok Penegakkan Syariat

Pelecehan Baru Berkedok Penegakkan SyariatTidaklah terlalu berlebihan bila dikatakan aneh apa yang sedang terjadi dan tengah di ‘perjuangkan’ di Bumi Serambi Mekkah ini, niat awalnya tak lain adalah untuk memperjuangkan islam kaffah sebagaimana yang telah diemban oleh Nabi Muhammad pada masa dahulu tetapi dalam pelaksanaanya ‘perjuangan’ inilah yang tampaknya dijadikan bola pingpong permainan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Lalu muncullah oknum-oknum yang menawarkan kearogansian dan menyalahgunakan tanggung jawabnya dilapangan serta ulah konyol sebagian masyarakat yang masih gemar main hakim sendiri hingga mencemarkan pelaksanaan syariat itu sendiri. Kasus yang baru terjadi beberapa hari yang lalu dikawasan wisata Lhok Nga dan sempat diberitakan baik oleh media lokal maupun media nasional memang patut dicermati dengan teliti. beberapa kasus yang terjadi sebelumnya memang ada beberapa yang sengaja mendokumentasikan perbuatannya hingga pada akhirnya diketahui oleh public akiba…

Surat Cinta Untuk Seorang Sahabat

memang tidak perlu berkecil hati apalagi sampai melayangkan surat 'putus cinta' kepada seseorang yang telah 'lupa' mengundang ku pada acara peusijuek 'rumoh' barunya beberapa waktu yang lalu. keinginan untuk mencicipi bulukat kuneng dan kupi kental racikan tangannya pun sirna sudah, hanya karena satu hal; emosi. dan momen yang ditunggu-tunggu itu tak ada untuk yang kedua kalinya lagi. artinya...apa yang selama ini ditunggu-tunggu memang bukan sebuah kesiaan tetapi merasa seperti ada yang tidak pas dihati. sebab, dari dulu aku memang sangat ingin dia punya rumah yang layak tetapi tanpa sepengetahuanku ternyata dia sudah merancangnya sendiri.

awalnya memang sempat sedikit sedih, tapi setelah direnungkan kembali dan dia menceritakan hal ihwal mengapa aku tidak diundang maka mengertilah diriku, faktor utamanya hanya karena satu hal; cinta.

sekedar kilas balik, jika saja hari itu dia tidak mengurungkan niatnya untuk mengundangku sudah pasti akan ada yang lain pada har…

The Soul

Jiwaadalah sumber kekuatan seseorang. Orang yang Jiwanya lemah, akan tampil sebagai sosok yang lemah. Sedangkan orang yang berjiwa kuat akan tampil sebagai sosok yang 'kuat' pula. Tentu saja, bukan sekadar dalam arti fisik. Melainkan 'kekuatan' pribadinya dalam menghadapi gelombang kehidupan.

Orang yang memiliki Jiwa kuat, bukan hanya berpengaruh pada keteguhan pribadinya, melainkan bisa digunakan untuk mempengaruhi orang lain, bahkan benda-benda di sekitarnya.

Anda melihat betapa besarnya kekuatan yang ditebarkan oleh Bung Karno sebagai ahli pidato. Ia bisa mempengaruhi ribuan orang hanya dengan kata-katanya. Ribuan orang terpesona dan rela berpanas-panas, berdesak-desakan, atau berjuang dan berkorban, mengikuti apa yang dia pidatokan.

Anda juga bisa merasakan, betapa hebatnya kekuatan yang digetarkan oleh Mozart dan Beethoven lewat karya-karya musiknya. Berpuluh tahun karya mereka dimainkan dan mempesona banyak musikus atau penikmat musik di seluruh dunia.

Atau, lebih d…

U Krang

"Jadilah seperti kelapa, makin tua makin berminyak, santannya bagus!" ucap Yah Nek kepada Mak Nek, istrinya. ia ingin mengatakan secara tidak langsung kepada istrinya agar bisa bersikap bijak sana karena mereka sudah tua. hal itu dilakukan Yah Nek karena Mak Nek masih gemar pilih kasih kepada anak-anaknya. yang dibangga-banggakan hanya Bang Gam yang punya rumah besar dan mobil double kabin sejak kerja disalah satu lembaga yang dibentuk pemerintah pasca musibah tsunami akhir desember 2004 lalu. maklum, gajinya lima puluh juta lebih sebulannya, padahal kerjanya cuma bolak balik dari satu ruangan ke ruangan yang lain.

Mak Nek tambah manyun dikatakan oleh suaminya begitu, tak mau kalah ia pun menjawab.
"itu pepatah lama, sudah ot of det," sejak beberapa orang asing sering bertandang kerumahnya ia mulai keranjingan memakai bahasa mereka, kadang entah apa yang dikatakannya, maklum, Mak Nek agak peutimang orangnya. dan ia tak malu walaupun yang dia ucapkan kadang salah tem…

kalimat rindu

“Tanggal 16 abang keluar pulau. Masih ingat kan pesan abang?” tanyamu seraya mengingatkan. Aku mengangguk. Dalam hati.“dua hari lagi? Bukankah seharusnya seminggu lagi?” Tanya ku dengan air mata yang berloncatan keluar.“kamu menangis?”“iya,”“kenapa?”“masih dipertanyakan kenapa?”Kita sama-sama diam. Berkali-kali aku menghela napas, ini bukan yang pertama kali, tapi sudah menjadi rutinitas sejak bertahun-tahun yang lalu. Aku selalu takut saat kau mengatakan, lusa, besok dan hari ini, pukul ini. “aku keluar pulau….” Tak ada yang bias ku lakukan selain menatap mu lama-lama dengan irama jantung yang tidak bisa diterjemahkan.“aku rindu.” Ucap ku akhirnya melepas sunyi. “sama”“aku ingin memeluk, mengikuti irama jantung mu yang teratur….”"bukankah aku selalu memeluk mu? menemani kemana pun kau pergi? begitu juga sebaliknya, sekalipun itu hanya ada dalam pikiran kita."

Sajak Usai Hujan

ada kabut kaburkan pandang luka ingat
kita sedang menghitung riuh dunia yang tersiram hujan
setiap jengkal tanah kita paku dengan kemarahan
lubang hampir tak bersisa
hingga angin tiada
asap knalpot memeriahkan mata angin
setiap simpang durjana
kemana kampung kita
kemana tali jemuran kita
angin sepi
keranda tak bertuan
karena pada hujanlah engkau memberi kesaksian
yang bertarung dengan angin
yang membasahi halaman rumah
setiap jengkal tana,
ooo....
jiwa yang ranggas,
rindukan pada huja yang usai kesaksian
sebentar lagi pelangi datang
pada hujan berikutnya
ucapkan selamat datang.....

-----------------------------------------

Ihan;
terimakasih kepada pemberi salam
yang telah mengirimkan puisi kepada yang sedang merindukan hujan
suatu saat ia akan menjadi berarti

Tetap Walau Tanpa Pasir

Keterkejutan! saat tahu waktu yang sempit itu kian dipersempit lagi, dari yang semula tanggal 23 menjadi tanggal 16 dan itu besok. apa yang bisa dilakukan dalam waktu sesempit ini? yang tidak sampai 24 jam lagi, bahkan untuk sekedar menuliskan sesuatu lalu menyelipkan kesaku baju mu pun tak sempat, tapi yang telah kau selipkan ke hati ku jauh lebih dalam lagi ketimbang secarik kertas usang yang sudah tak berbentuk lagi ini. aku baru ingat sekarang, ada sesuatu yang tak bisa kau penuhi dari sekian permintaan ku sejak beberapa tahun yang lalu.

sangat sepele sekali, bila ia bisa diambil dari setiap pantai yang melintang di timur dan barat bumi itu. dan aku menyadari, permintaan itu sangat berat sekali, lebh berat dari seribu ciuman yang kita kiaskan kepada awan yang melintas dicakrawala. sebutir pasir, atau segenggam, memang bukan sebuah perlambang atas perasaan apapun. juga bukan bentuk sebuah ketulusan atau keinginan untuk berkorban yang luar biasa. sebab pasir ini tak sama, ia tak ada…

Mei yang basah

apakah mei bulan bersejarah?
mungkin karena kebetulan dengan bulan aku dilahirkan
tapi pertemuan demi pertemua, apakah itu kebetulan? atau memang garis takdir?
mei...awal dari semua cinta yang dimulai dengan cara paling sederhana
lalu dijalani dengan cara tak biasa
lalu....nikmati semua itu hingga terasa begitu sempurna, begitu bisik hati ku pada hari-hari dibulan mei bertahun-tahun yang lalu.
mei ditahun ini basah dengan air mata, tahun lalu basah dengan air mata, tahun sebelumnya juga air mata membasahi mei. air mata...bukan semata-mata simbol kehilangan dan ketakutan, bukan monopoli dari ketidak berdayaan melawan sesuatu, senang, bahagia, haru....lebih terasa nikmat dengan keterwakilan air mata. lalu cengengkah orang yang mempunyai banyak air mata? yang membasahi mei dengan catatan lusuh diselembar kertas usang lalu dihantarkannya kepasir yang luas tak terbentang.
atau pada secarik kain tua yang berfungsi menjadi tangan yang ia kirimkan lewat tengah malam bersama angin yang kencang membel…

Kebun Bibit

SANGGAR MALAHAYATI BERPRETENSI PADA KEPENTINGAN POLITIK

Banda Aceh, AndalasPeresmian sanggar Malahayati, sabtu (21/4) lalu yang dikelola oleh Pemko Banda Aceh disinyalir berpretensi pada kepentingan politik kekuasaan dan telah melukai hati masyarakat Aceh, terutama para pegiat seni dan budaya. Pasalnya, keberadaan sanggar tersebut jauh-jauh hari sudah diingatkan oleh beberapa seniman Aceh untuk tidak meneruskan keberadaan sanggar Malahayati. Kata Anton Setia Budi kepada Andalas (6/5) di Banda Aceh.Ditengarai sanggar tersebut akan mengakibatkan terjadinya hegemoni berkesenian dan monopoli aktivitas seni. Serta terjadinya penyimpangan peran dan fungsi pemerintah dan bisa mengakibatkan terpusatnya APBD/APBN dalam pemberdayaan seni dan budaya di Aceh. Sebelumnya seniman Aceh sudah melakukan pertemuan dengan Illiza Sa’aduddin Djamal SE untuk untuk membicarakan tentang keberadaan sanggar tersebut. “Kita sudah ingatkan, kalau beliau (Illiza) tetap ingin disayang oleh rakyat Aceh maka sanggar tersebut tidak boleh diresmikan,” jelas…

dosa kah cinta?

jatuh cinta dinegeri ini dosa! sebab cinta telah dipersempit! dinegeri ini dilarang berbicara cinta, sebab cinta hanya urusan mesum dan mengumbar nafsu, melampiaskan perasaan dan mengurai naluri. ach...kasihan sekali cinta. ia telah menjadi kerdil dan sakit, menjadi tak berdaya dan lumpuh, cinta telah impoten!

ssst.......jangan keras-keras bicara soal cinta, sebab mata-mata liar selalu mengintai, mencari-cari kesalahan mu dan ingin menjebak mu. dan akhirnya ia terkulai lemah digagang cemeti bernama kearogansian.

lebih baik diam saja saat orang membicarakan soal cinta, daripada nanti saling beradu argumen dan saling beradu definisi, bukankah lebih baik tak mencari perkara karena cinta? alangkah sayangnya bila cinta hanya diidentikkan dengan hubungan laki-laki dan perempuan, sebab hewan saja memerlukan cinta, pohon saja membutuhkan kasih sayang.

jangan berbicara cinta dinegeri ini, tapi teriakkan saja soal korupsi dan kemunafikan, kesampingkan cinta, dan kedepankan keserakahan, tinggikan k…

puisi rindu kepada matahari

cinta telah merengkuh ku
dan aku merasa nyaman berada didekatnya
rindu telah mengapitku
dan aku betah dalam ketiaknya

isyarat yang lembut tetapi sedikit berkabut, menjuntaikan titik bening diselaput kornea mata dan mengukir aliran dipipi yang tak rata. tersembul dibalik jeruji hati yang mengkiaskan ketakutan akan kehilangan canda dan kasih yang sering kau sampaikan lewat angin. tapi syukurlah kau cepat mengerti kegelisahan ku, dan kau mengirimkan isyarat yang lain, aku tersenyum meski dengan ketakutan yang belum mengelupas.

ku pikir tak ada lagi air mata untuk hari ini dan seterusnya, tapi cinta..hidup dan besar dengan air mata, tak sempurna tanpa ada kesedihan dan gejolak yang menggelora, belum lengkap tanpa penderitaan dan pengorbanan. cinta...sekali lagi hanya cinta, yang mampu melahirkan air mata dalam bentuk yang tak biasa. hanya cinta yang mampu mengubah rindu menjadi ribuan kisah yang padat dan kental.

cinta mengajarkan ku arti sebuah kepahitan
mengajak ku berjalan bertemu dengan kel…

sayang...

kedekatan kita memang karena cinta
tanpa bantas
rindu yang dipintal dengan kehangatan dan kemesraan
sungguh seperti langit biru yang cerah
mengatup menggantung dihati ku


sayang, masih ingat kah semua dengan cerita kita? hari ini ku tulis kan kembali lalu ku baca satu persatu kalimatnya dengan senyum dan debaran dihati ku. aku rindu sekali kepada mu dan ingin memeluk, merasa dan mengikuti irama jantung mu. dan ini bukan yang pertama ataupun yang kedua tapi yang kesekian kalinya, sejak waktu bertahun-tahun lalu.

membaca ulang cerita cinta kita, lalu melukiskannya kembali dengan kanvas yang sepatah-patah karena marah dan cemburu. alangkah lengkap dan berpelanginya cinta ini, menyabung kita dengan waktu lalu menggeleparkannya diatas lelah mencintai. aku kagum dengan kebersamaan dan kedekatan kita- meski sesekali aku merasa semua ini kekurang ajaran- tapi aku menyukai dan menikmati semua itu.

sayang, masih ingat kah kamu dengan kelemahan kelemahan kita yang jatuh satu-satu? persis seperti daun ya…

Syariat Islam: Antara yang Tertulis dan Tidak*

Agak berbeda dengan awal-awal diberlakukannya syariat Islam (SI) di NAD, dimana yang menjadi sorotan publik adalah perempuan karena maraknya sweeping maupun razia yang digelar untuk menertibkan masyarakat (baca: perempuan) yang belum berpakaian sesuai dengan standarisasi dalam islam. Tak jarang, dalam razia-razia yang digelar turut dibagikan selendang atau penutup kepala agar perempuan-perempuan tadi menutup rambutnya.Jauh sebelumnya,ketika orang-orang gerakan masih berperan aktif pada waktu itu, perempuan juga dijadikan “santapan” empuk dari implementasi pelaksanaan hukum islam. Apabila dalam penjaringannya ditemukan permpuan yang tidak menutup kepala maka tidak segan-segan untuk menggunting atau mengecat rambut mereka dengan cat pylox sedangkan yang memakai pakaian ketat akan dibelah celananya.Baliho-baliho besarpun turut menghias dipinggir jalan dengan gagahnya, tak ketinggalan gambar rambut perempuan yang menjuntai dan gambar gunting disebelahnya, ataupun tulian-tul…

Uang

Dalam konteks ekonomi, uang merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kita memerlukan uang untuk ditukar dengan bebagai kebutuhan tadi. Agar proses keberlangsungan hidup terus berjalan.Di nanggroe aceh Darussalam, pasca tsunami, fungsi uang tampaknya bukan sekedar sebagai alat tukar saja melainkan bisa bermakna lain yaitu “jarak”. Yah, jarak antara si kaya dan si miskin, jarak antara si korban tsunami dengan para “dewa” penolong mereka. Jarak antara buruh kasar dan pekerja yang bekerja diruangan ber air conditioner, jarak antara pekerja sosial yang murni memperjuangkan gerakan rakyat dengan pekerja sosial yang mengeruk keuntungan pribadi atas nama rakyat. Jarak antara pegawai BRR dengan orang-orang yang sampai hari ini masih tinggal di barak. Uang telah menjadi orientasi utama, setelah itu tercapai barulah memikirkan hal-hal lain untuk menunjang orientasi utama tadi seperti misalnya mengurus rakyat. Pun begitu tetap saja membutuhkan perjua…