Langsung ke konten utama

Surat cinta kepada Aby dan Umy

Surat cinta kepada Aby dan Umy
(Catatan Kecil Untuk BRR Dan Gerak)

Aby dan Umy selalu mengajarkan supaya kami membudayakan salam sebelum bertegur sapa, karenanya pada awal surat cinta ini, mewakili anak-anak Aby dan Umy yang lain saya mengucapkan Assalammualaikum. Semoga salam yang dilontarkan oleh anak-anak Aby dan Umy tadi menjadi ie seunijuek bagi Aby dan Umy yang tengah dilanda kemelut rumang tangga yang kronis, tampakanya perang dingin antara Aby dan Umy memang sudah seperti telur diujung tanduk sampai Umy harus melayangkan surat “putus cinta” kepada Aby. Apa yang dirasakan Umy tentunya tak boleh dianggap sepele dan dianggap biasa, karena asap timbul sudah pasti karena api, ada sebab pasti ada musababnya juga, Aby menyeleweng maka muncullah surat putus cinta dari Umy. Seperti Umy Umy yang lain, tak kan ada yang rela bila terus-terusan disakiti dan dikhianati.

Atau…barangkali Aby dan Umy akan bercerai? Maka lengkaplah sudah kemeranaan kami, anak-anak Aby dan Umy tercinta yang mencintai kalian dengan segenap jiwa raga kami.

Sebagai anak tentu kami sangat merasakan gundah gulana Umy, setiap malam ia tak pernah tidur memikirkan kami, berdoa kepada Tuhan agar Aby kembali seperti Aby saat pertama sekali kalian berkenalan, menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga dengan benar, mencukupi kebutuhan anak-anaknya yang sampai hari ini masih ada yang belum mendapatkan rumah layak huni, dan, satu hal yang paling penting menurut Umy agar Aby tidak mencaplok wilayah kerja yang bukan tanggung jawabnya. Kasihan sekali Umy, bekerja keras menelusuri setiap angka, menghitung setiap debet dan kredit, mengadvokasi ini dan itu, tetapi ia malah menemukan penyimpangan justru dilakukan oleh Aby sendiri, sehingga pelan-pelan rasa tidak percaya muncul dihati Umy dan dengan sendirinya jarak terbentang sedepa demi sedepa diantara kalian, semoga masih ada cinta dihati Umy.

Sedangkan Aby, tetap dengan romantismenya yang luar biasa menaggapi surat putus cinta yang dilaangkan oleh Umy dengan kepala dingin, tenang dan sabar. Barangkali inilah yang membedakan Aby dan Umy, Umy yang lebih banyak menghabiskan waktunya diluar membuat semangatnya begitu menggebu-gebu yang oleh Aby dinilai sebagai amarah, sedangkan Aby yang sehari-harinya leibh banyak didalam ruangan lengkap dengan air conditioner, wajar jika ia mampu menetralisir kemarahan Umy dengan tenang. Setidaknya ia ingin menunjukkan sebagai kepala keluarga ia memang sudah semestinya bersikap arif dan bijaksana. Berusaha menjelaskan dengan kata-kata puitis yan menyentuh, Aby memang pujangga sejati. Setidaknya dari tulisannya masih tersirat rasa cintanya yang luar biasa kepada Umy dan juga kepada kami anak-anaknya, kali ini ia mamang begitu lapang dada menerima kemarahan Umy dengan hati terbuka dan sorot mata penuh kemesraan. Entahlah, atau barangkali Aby memang tengah melunakkan Umy agar kembali berdamai. Aku lupa menyanyakannya kepada Umy, apakah Aby memang ahli dalam hal merayu. Atau…bisa saja mereka sedang ingin bernostalgia pada masa-masa indah mereka dahulu. Saat keluarga ini bersama-sama dibangun diatas harapan jutaan penduduk negeri ini yang baru saja tertimpa musibah besar. Agar mereka bisa bersama-sama menyelesaikan konflik rumah tangga mereka, jangan sampai tetangga tahu, malu, sebab rumah tangga ini, BRR Kita kata Aby masih ditopang oleh bantuan tetangga sebelah rumah kita yang jumlahnya trilyunan rupiah.

Atau…Aby dan Umy memang perlu honey moon kedua, sekedar merilekskan kembali saraf-saraf otak setelah bertahun-tahun mengurusu rumah tangga ini, anak-anak yang nyaris terlantar, pusing dengan uang belanja rumah tangga yang begitu besar, harus menyelesaikan sekitar 128.000 rumah dari ujung barat hingga timur, utara dan selatan. Dalam banyak kesempatan hampir tidak pernah Aby dan Umy tersenyum dengan lepas, sebab bayangan ribuan anaknya yang masih berada ditenda selalu menahannya untuk tersenyum lepas, keluh kesah anaknya yang dililit kemiskinan dan berbagai persoalan berputar-putar dibenak mereka. Banyak sekali pekerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik dan terkesan amburadul. Aku yakin, semua itu bukan karena Aby dan Umy yang tidak pandai mengurus rumah tangga mereka tetapi Aby sebagai kepala keluarga tampaknya memang harus lebih tegas dan bisa mengambil sikap.

Atau apakah Aby mulai berselingkuh? Lupa pada mandat yang diterima pada awal tahun 2005 yang lalu? Kalau itu benar terjadi tentu sangat menyakitkan dan mengecewakan, sebab bukan hanya Umy yang sakit hati tetapi juga kami anak-anak mu. Kalau itu kekhilafan masih ada waktu tersisa untuk memperbaiki diri. Dengan kembali menjalin harmonisasi antara Aby dan Umy, menumbuhkan kembali romantisme dan sikap terbuka diantara kalian. Agar bisa bersama-sama mengayuh bahtera rumah tangga ini menuju kesuksesan dan kebahagiaan. Sebab dahulunya keluarga ini dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang sebagaimana yang dijelaskan Aby dalam surat cintanya kepada Umy. Dan kalaupun harus berpisah juga harus karena cinta, agar tidak ada pihak-pihak yang terzhalimi, tidak menyimpan sakit hati apalagi dendam.

Dengan membaca kedua surat cinta yang dituliskan oleh Aby dan Umy sebenarnya keduanya masih saling mencintai, diam-diam merindui kkeharmonisam mereka seperti dahulu. Karena selama ini berbagai kesibukan telah membuat mereka tidak pernah lagi duduk bersama, minum kopi berdua atau sekedar memberi makan ikan dikolam halaman Mesjid Raya. Keduanya sama-sama sibuk mengurusi tugas dan kewajiban masing-maisng. Aby dengan romantismenya yang luar biasa dan Umy dengan semangatnya yang berapi-api tengah menunjukkan kecintaan yang besar dan ingin bilang “aku cinta kamu” melalui kedua surat tersebut.

Aby dan Umy, janganlah membuat kami anak-anak kalian bingung, karena apapun yang kalian lakukan sebenarnya adalah untuk kesejahteraan kami semua, ekspresi cinta orang tua kepada anak dan jangan sampai Umy melayangkan surat cerai kepada Aby hanya karena tidak bisa memaafkannya. Kalau sekedar surat “putus cinta” itu sudah biasa dan Aby sudah terbiasa. Umy hanya sedang menegur Aby yang menurutnya telah menyeleweng, dan itu adalah bukti cinta sejati, karena walau bagaimanapun naluri seorang Umy sangatlah tajam dan ia tentu saja tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Sementara sikap bersahabat dan hati terbuka yang ditunjukkan Aby merupakan pertanda, kalian akan segera berdamai. Agar jembatan yang putus bisa dijahit bersama-sama, jalan yang terkelupas bisa ditambal sama-sama, dan kepercayaan yang hilang bisa kembali ditemukan, atas nama cinta.

salam cinta

Ihan's

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Cantik, Kok Ekstrem?

ilustrasi TIDAK seperti biasanya, pagi tadi pagi-pagi sekali bibi sudah membangunkanku. Padahal beberapa menit sebelum ia masuk ke kamar, aku baru saja menarik selimut. Berniat tidur lagi karena hari Minggu. Tapi... "Kak, bangun!" katanya. Meski dia bibiku aku tetap saja dipanggilnya 'kakak'. Maksudnya 'kakak' dari adik-adik sepupuku. "Coba lihat wajah Bibi," sambungnya sebelum aku menjawab. Aku bangun. Dan ops! Untung saja aku bisa mengontrol emosiku. Kalau tidak aku pasti sudah berteriak. Kaget dengan perubahan wajahnya.  "Merahnya parah ngga?" cecarnya. "Parah!" jawabku. Jujur. Setelah menyampaikan 'uneg-uneg' soal wajahnya yang mendadak berubah itu si bibi kembali masuk ke kamarnya. Mungkin tidur. Mungkin mematut wajahnya di cermin. Aku, tiba-tiba saja nggak selera lagi untuk tidur. Bibiku seorang ibu muda yang mempunyai tiga anak. Umurnya sekitar 32 atau 33 tahun. Perawakannya mungil, kulitnya putih k

Secangkir Kopi Rempah dan Sepotong Roti Lapis Daging

Bohong kalau aku tak ingin ada kamu di sini. Menikmati malam yang dingin setelah hampir seharian dibebat mendung dan diguyur hujan. Dengan isi kepala dipenuhi sulur-sulur pekerjaan yang menumpuk. Entah karena itu pula akhir-akhir ini aku merasa semakin tak nyenyak tidur. Entah karena rindu untukmu yang kian bertumpuk. Ini yang keempat kalinya aku datang ke kafe ini. Tak begitu jauh dari rumah. Selain, tempatnya juga nyaman, bebas asap rokok, tak berisik, lapang, dengan pendar-pendar lampu kekuningan yang agak sedikit temaram. Selalu ada tempat untuk membahagiakan diri sendiri. Tempat ini, mungkin saja salah satu di antaranya. Seorang pelayan pria segera menghampiri begitu aku merapatkan pantat dengan kursi kayu berpelitur cokelat muda yang licin. "Mau pesan kopi rempah?" tanyanya ramah. Aku mengangguk cepat. Ya, kopi rempah adalah tujuanku datang ke kafe ini. Selain, berencana menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda. Juga untuk menghilangkan nyeri yang seja

Taare Zameen Par, setiap anak adalah "bintang"

@internet SUDAH dua kali saya menonton film  Taare Zameen Par atau Like Star on Earth. Dua kali pula saya menangis. Ini di luar kebiasaan, sebab saya bukan orang yang mudah menitikkan air mata, apalagi hanya untuk sebuah film. Tapi film yang dibintangi Aamir Khan dan Darshel Safary ini benar-benar beda, mengaduk-ngaduk emosi. Masuk hingga ke jiwa. Film ini bercerita tentang bocah berusia 8-9 tahun (Darshel) yang menderita dyslexia. Dia kesulitan mengenal huruf, misalnya sulit membedakan antara "d" dengan "b" atau "p". Dia juga susah membedakan suku kata yang bunyinya hampir sama, misalnya "Top" dengan "Pot" atau "Ring" dengan "Sing". Bukan hanya itu, dia juga sering menulis huruf secara terbalik. Kondisi ini membuat saya teringat pada masa kecil, di mana saya juga sering terbalik-balik antara angka 3 dengan huruf m. Akumulasi dari "kesalahan" tersebut membuatnya tak bisa membaca dan menulis, n