Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2006

jabaran

ihan,

ceritakan pada ku tentang rumput hijau yang sering dijadikan alas duduk anak penggembala dan padang padang yang dijadikan penyangga perut hewan hewan gembala.

katakan pada ku tentang manisnya roman percintaan namun dengan kesakitan menahan rindu yang terbelah-belah, rindu ku tak lagi bercabang, bahkan bulan ini tak seperti bulan kemarin.

jabarkan tentang kata "ha hah"...yang keluar dari mulutmu nyaris sebagai desisan hingga libido ku naik berlipat-lipat dan kau tidak mau bertanggung jawab, kau memang tak salah sebab itu memang sudah menjadi kebiasaan mu. dan kau bahkan tak tahu menahu tentang eranganku mendengar "ha hah" mu itu.

jangan lupa pada teriakan kita "malam ini gila! bushet! malam ini memang gila!" yah...malam ini memang gila dan kau bilang ada "body guard" disampingmu hingga kau tak bisa berbuat apa-apa. aku kesakitan, dan kau bilang "mengertilah dengan keadaan ku" dan aku mengerti.


ihan,

tuliskan tentang cerita burung pipit …

Malam Jahanam*

"maka air dimana-mana, air, air, air, air, air, air, air dimana-mana, dimana-mana air, banjir, banjir, banjir, banjir air, air banjir dimana-mana, dimana-mana banjir air, air banjir dimana-mana, dimana-mana air, dimata-mata air, air mata, air mata, air mata, air mata, air mata, air mata, air mata, air mata..."

teman saya mengirimkan air berulang-ulang, maka saya membacanya dengan berulang-ulang, berulang-ulang, berulang-ulang, saya amati dan saya pahami berulang-ulang, terus berulang-ulang, berulang-ulang hingga akhirnya saya membalas " kau menawarkan ide yang berat kawan" setelah sebelumnya saya mengatakan "aku sedang mati ide! ada saran?"

entah kenapa setiap kali saya berada diluar 'wilayah kekuasaan' saya, saya sering sekali mentok dengan urusan ide ini. hmm...tapi tidak juga, tepatnya ketika saya berada dirumah teman yang satu ini. suasana kamarnya yang cukup terang membuat saya seperti tidak bisa menangkap aura-aura gaib untuk menelurkan ide sa…

catatan akhir tahun

setiap masa ada catatan sejarahnya sendiri, setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu, setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik...catatan itu berwarna-warni seperti pelangi. tetapi pelangi kehidupan sangatlah berbeda dengan pelangi yang muncul ketika hujan gerimis, pelangi kehidupan sangat kaya warna, ada putih, ada hitam, ada kelam ada cahaya, ada bahagia ada air mata, ada canda dan juga kegelisahan.


hari hari yang telah kulalui tak ubahnya seperti kain perca untuk menambal catatan sejarah hidupku yang terkoyak, namun hingga saatnya tiba tambalan tersebut bahkan tak pernah mendekati sempurna. banyak yang kutemui, banyak yang kudapatkan maka semakin kayalah aku namun banyak pula yang hilang dari diriku, banyak yang berkurang, miskin kah aku?


kaya dan miskin menurut catatanku bukanlah nominal rupiah yang juga berpelangi, bukan pula bangunan-bangunan kokoh namun dibaliknya terselip manusia licik yang culas tak bernurani. dan diluar sana rumah-rumah tak sempurna dengan dinding d…

Meri Krismes

"meri krismes juga" sebuah suara perempuan terdengar begitu nyaring diseberang sana, entah dimana dia. lontaran kalimat tersebut cukup membuatku kaget dan tersentak. selama dua puluh satu tahun ada didunia ini baru kali ini ada yang mengucapkan selamat natal kepada saya. dibelakangnya malah ada embel-embel "juga", dan itu sama artinya saya sudah duluan memberikan ucapan selamat natal kepada orang tersebut.

kekagetan dan keheranan saya bukan hanya pada ucapan tersebut tetapi darimana dia mendapatkan no telepon saya, mengingat sudah beberapa hari ini saya memakai nomor khusus yang tidak lebih dari lima orang yang mengetahuinya. "laura" begitu namanya ketika saya tanya siapa namanya. hmm..benar-benar aneh! nama laura tidak ada dalam daftar nama teman-teman saya. tadinya saya menduga dia adalah teman yang dibali tapi namanya tentu saja bukan laura, lalu siapakah dia??? entahlah...hanya dia yang tahu

ketika saya tanya dia ada dimana, saya pun tidak tahu daerah …

Happy Iedul Adha

Happy Iedul Adha

Setulus Hati Ibrahim


Hidup Adalah Catatan KegelisahanKetersarukan Dan KeterbataanDalam Ketidak Sengajaan Kesalahan Seringkali MembayangMerangkul Dan Memeluk Raga Dengan Begitu Kuat
Hingga Kita Tak Bisa BernapasMembenihkan Dosa Dari Ujung-Ujung Lidah Hingga Ke Ujung KukuKawan, Aku DisiniKepada Mu Memohon MaafSetulus Ibrahim Mempersembahkan Ismail

Kawan,Disini Aku KatakanKarena Mu Aku HidupNafasku Disandarkan Tuhan Melalui MuMelewati Hari-Hari BeratDengan Senyum Yang Kadang Kerap DipaksakanDengan Lelucon Yang Sering Kali KelewatanSeperti Banyaknya Bulu-Bulu Domba Yang DesembeliSeperti Itulah Aku Inginkan Keterbukaan Hati MuBeri Maaf Untuk Ku

Nyanyain BurungBait Lagu CintaSenandung Rindu Seorang KekasihTak Ada Yang Lebih Indah Selain Mengenal MuKau Ajarkan CintaKau Ajarkan Nyanyian MerduKau Ajarkan Makna Rindu Yang Sebenarnya

Kawan, Disini Aku,Merentangkan Kedua TanganPutihkan Hati MuAgar Hatiku Menjadi Putih Karena Pintu Maaf MuSandarkan Aku Pad…

SENARAI HARAPAN UNTUK IRNA*

Beberapa hari yang lalu saya mendengar seorang kondektur Damri (angkutan kota) di Banda Aceh mengatakan “Inilah jamannya Irwandi..!”. Kondektur tersebut mengulangnya sampai beberapa kali, sebelumnya saya juga mendengar seorang warga yang melintas di perempatan Simpang Lima mengatakan “ditangan Irwandi Aceh akan bangkit".
Dua komentar atau bahkan beberapa komentar lainya yang meluncur dari mulut warga kota Banda Aceh itu hanyalah segelintir dari sekian banyak orang yang mengelu-elukan pasangan Irwandi Nazar atau IRNA yang pada Pilkadsung 11 Desember yang lalu menuai suara terbanyak dari kandidat gubernur lainya. Sorot wajah keduanya kelihatan begitu berbinar diikuti sungingan senyuman disaat menyebut nama Irwandi dan Nazar. Bisa jadi mereka sangat bahagia sebab sec…

Tik Tok Tik Tok...

tik tok tik tok tik tok...itu bukanlah suara cicak di dinding melainkan suara hujan diatap. kalau saja tidak ada atap pasti air hujan jatuh tepat keatas wajahku. dan dinginnya pasti lebih dari ini, meringkukpun pasti bukan seperti ini juga. dagu dan lutut sudah pasti bertemu, tangan dua-duanya menyelinap ke paha. kepala dikempit sedemikian rupa persis kepala burung yang diselipkan kesayapnya. begitulah....

tik tok tik tok tik tok...lagi-lagi suara hujan masih seperti tadi, menendang-nendang seng tapi tidaklah sampai membuat bising sebab hujan tidak terlalu deras, dentingannya menimbulkan irama tersendiri dan menimbulkan geletar-geletar yang indah pula. yang tidak indah adalah hawa dingin yang disampaikan ujan terlalu berlebihan, tapi inilah kondisi alam yang mau tidak mau harus kita terima.

tik tok tik tok tik tok....
ritmenya memang terdengar indah dan berirama, persis seperti nyanyian cinta para ibu yang meninabobokan anaknya sambil dikepit dalam gendongan. apalagi sesekali ditambah de…

Ada apa Dengan Mu?

ada gerangan apa dengan mu? tiba-tiba diam dan timbul tenggelam, tidak menyapaku, tidak juga membalas sapaan ku, aku terus menyapa dan menyapa, hingga lelah tanganku mengetik dan hatiku merangkai kata. tapi kau tetap diam dan bisu. bahkan memberi kesempatan sedikitpun kepada ku tidak agar aku bisa memandangi wajahmu yang teduh, mata mu yang berbinar dan tajam.

aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi dengan mu, pagi sekali tadi...aku masih sempat mengatakan selamat pagi kepada mu, tapi kau buru-buru pergi dan diam sampai sekarang. sudah lelah aku menyapa, tidak kah kau tahu, sehari ini hanya ku sediakan untuk mu waktu ku. sejak bangun tidur tadi, sejak mata ini terbuka, kau terus membayang dipelupuk mata ku. rasanya tak sabar lagi ingin menyapamu...tapi hari ini...kau diam...diam dan menghilang.

aku ingin menangis saja rasanya, sama sekali tak bisa kau mengertikah akan keadaan ku? yang dari semalam telah merangkai huruf-huruf untuk kuberikan kepada mu hari ini. mengapa akhir-akhir ini k…

Selamat Hari Ibu

alahai do.... do da....idi.... sinyak ubeut... beu bagah rayeuk... saya tidak bisa menyempurnakan bait-bait diatas karena saya memang tidak hafal lagunya, tapi saya suka sekali dengan lirik dan iramanya, kalau dihayati bisa-bisa menitikkan air mata. betapa perjuangan untuk menjadi seorang ibu tidaklah mudah. ini bukan soal cerita mengandung dan melahirkan, karena siapapun pasti tak sanggup membayangkan mengapa seorang ibu bisa dengan kuat dan tegar untuk waktu selama itu? juga oleh perempuan sendiri membawa janinnya ke kantor, ke sawah, ke warung, ke hutan, ke ladang, kemana saja...membawa serta sakit pinggangnya, sakit di tulang rusuk dan punggungnya, membawa mual dan mukanya yang pucat. sekali lagi ini bukan soal cerita mengandung dan melahirkan, karena bongkahan emas sekalipun tidak sanggup untuk menggadaikan seorang bayi yang dilahirkan oleh ibu. tapi ini soal soal yang lain, yang tidak seberapa bila dibandingkan dengan prosesi melahirkan itu. alahai do....
do da....idi....
sinyak ubeut..…

Kabut Di Malaysia

Langit terlihat berkabut, agak muram, suram dan tak bersahabat, bukan Cuma karena mendung tapi karena asap kiriman dari Negara tetangga yang telah menjadi rutinitas setiap tahunnya. Tapi mau bilang apa Negara tetangga itu juga Negara asalnya. Paling-paling dia hanya bisa tersenyum dengan menahan kesal dihati ketika orang-orang membicarakan tentang Indonesia yang selalu kebakaran hutan. Mau membela juga tidak bisa karena kenyataannya memang seperti itu adanya.
Ansar membuka jendela kamarnya lebar-lebar, angin bercampur kabut berebut masuk kekamarnya yang agak luas. Laki-laki lajang itu merentangkan tangannya, meliukkan badannya kekiri dan kekanan. Persendiannya berbunyi kruk kruk, apakah ini pertanda ia menderita osteoporosis? Ansar tidak tahu, tapi dulu temannya yang kuliah di analis mengatakan begitu. Tetapi sudah tiga tahun terkahir ini Ansar rutin mengkonsumsi susu kalisum, karena itu dia yakin tulangnya baik-baik saja.
“Ansar cari makan yuk. Lapar sangat nih.” Wan Hamid teman kamar …

Some Day With Matauroe

Matahari menyala merah, langit menyalak terang, angin betiup sedikit agak kencang, lumayan untuk menetralisir gerah yang tiba-tiba menyulut ketika kaki melangkah keluar. Di bulan Desember seperti ini harusnya curah hujan jauh lebih banyak ketimbang curah panas yang memanggang bumi. Tapi siapa yang bisa memprediksikan kekuasaan Tuhan? Apalagi aku, karenanya aku harus bisa bersyukur msih bisa merasakan hangat dan panasnya matahari.
Kaki ku terus melangkah, saling berlomba antara yang kiri dan kanan. Ingin saling mendahului. Ku edarkan pandanganku ke sekeliling mesjid. Tampak para pekerja sedang merapikan bunga-bunga Asoka, mereka tengah menyiangi rumput-rumput liar dan menggemburkan tanah disekelilingnya. Kelihatannya mereka mengerjakan dengan sangat serius dan sepenuh hati walaupun sudah siang begini, biarpun matahari menyengat, biarpun mereka lelah dan juga kehausan. Binar keikhlasan jelas terpancar diwajah mereka. Senyumnya mengembang ketika kami bertemu pandang. Aku berfikir, seper…

Surat Untuk Neno

memang tidak enak ya menyimpan rindu ketika akan pergi, tapi begitulah...harus bisa dan kita harus belajar untuk itu. apa yang kamu rasa juga sama seperti yang aku rasakan, menunggu-nunggu surat mu, tapi yang ada ternyata cuma tiga baris kata kerinduanmu. dan itu belum cukup untuk menebus rinsu ku pada mu. bayangkan, tiga baris untuk waktu setahun, apa kau pikir itu cukup? jawablah sendiri. pagi-pagi sekali kau sudah membangunkan aku, mengajak ku mengobrol sebentar, lalu kau kembali merapikan selimutku, menyuruhku sarapan dan dengan kecupan lebih kuat dari semalam. terakhir kau bilang, "nanti aku ingin bicara dengan mu..." aku pun kembali pulas setelah itu. badanku kembali terasa lemas dan tak enakan, kepalaku kembali terasa pusing dan berdenting seperti garputala...sementara suara mu masih berputar-putar ditelingaku. dan kecupan mu masih terasa hangat dibibirku. "maafkan aku..." lirihku seperti dalam mimpi "aku tidak bisa menemuimu siang ini ditempat biasa...&…

Sahabat Sahabat Raran

Srrrrttttttt…..terdengar suara kursi digeser. Beberapa detik kemudian tombol on ditekan dan layar computer menyala. Situs-situs penghuni asrama dunia maya mulai kasak kusuk, ada yang bisik-bisik, ada yang tenang dan santai ada juga yang pucat, lemas tak bersemangat. Yang ini adalah situs-situs yang sifatnya berita, biasanya setelah dibuka dan dilihat head line nya saja dia akan dibiarkan berjam-jam dan tidak dilihat lagi hingga akhirnya di close. Si News pun lemas membayangkan kemungkinan serupa hari ini.
Yang paling genit dan tampak girang diantara mereka adalah si Yahoo. Wajahnya berseri-seri, bibirnya tak putus-putus menyunggingkan senyum, ia berjalan kesana kemari seolah-olah ingin menunjukkan bahwa dirinyalah yang pertama kali di klik nantinya.
“Kenapa News…kok murung nih…takut kayak hari-hari kemarin lagi ya…” tanyanya dengan gaya dibuat-buat kepada News.
News mengangkat mukanya, menoleh ke arah Yahoo sebentar lalu menunduk lagi seperti semua, duduk manis dipojokan. Anak satu ini m…

tak pernah kapok

mungkin memang begitulah...tak pernah kapok, setiap kali buka blog selalu saja ada yang ngulah, kalau ngga shoutboxnya yang ilang, sudah pasti tampilannya yang aneh, kalau itu masih belum cukup maka theme nya yang ilang semua, nah..kali ini lain lagi yang rusak...tuh udah jadi dua, aku pun ra ngerti nopo blog ku jadi ngono....ka meukilah kayak jih, pikiran sedang seret blog pun ikut mogok. kayak tuannya...

Sleepy...

nyapu2, angguk2, geleng2, tunduk2....

bacalah bait diatas dengan irama lagu yang dipopulerkan oleh ahli fikir dari negeri jiran, kata-kata tersebut di post oleh seseorang yang punya nick name Muiz di aceh forum, saya menjadi tergelitik membacanya dan tulisan ini pun jadilah....

ngantuk2... yang tidak bisa hanyalah tidur...
begitulah tambah saya menyahuti bait diatas, mata saya memang sangat mengantuk, sudah beberapa kali menguap tapi tidak bisa segera tidur karena ada beberapa tulisan yang belum selesai di edit (ecek-eceknya mbak editor yang sedang deadline nih)

mungkin karena semalam saya tidur larut, atau mungkin juga karena sudah beberapa hari ini saya kurang istirahat, tidur larut malam terus, kadang menjelang pagi baru tidur. pagi-pagi dah bangun, itupun harus kebangun jam tiga malam karena ada tikus-tikus yang usil dengan suara keletok-keletoknya.

iseng sambil nulis ini saya ajak mas google keliling-keliling untuk cari tahu apa sih yang menyebabkan ngantuk. eh...hasilnya ngga jauh b…

Ihan Sunrise

aku adalah diriku. dengan segala kegilaanku. dengan segala keterbatasanku. dengan segala kebiasaanku. dengan segala kekuranganku. dengan sedikit kelebihan juga tentunya. tapi entah apa itu. kelebihan berat badan kali. atau kelebihan imajinasi. inilah yang membuatku rela begadang sampe tengah malam, menelurkan imajinasi tersebut menjadi anak-anak tulisan yang berwarna-warni, biarpun induknya lokal tapi anak harus ada yang blasteran. atau minimal bercampur suku lah. mengandung anak-anak tulisan supaya bisa lahir blonde memang agak sedikit butuh kejelian dan kesabaran ekstra. perlu hati-hati agar janin tulisan tidak keguguran sebelum waktunya lahir, prematur sedikit tidak apa-apalah. makasih ya Pak Joseph...temen mayaku yang tinggal di Holland, dan juga Roy yang sekarang ada di Argentina, udah membantu proses buntingnya si ihan sunrise sampai melahirkan si Kursi Goyang Madam Maria dengan mendekati sempurna. kalau hidungnya tidak semancung aslinya, atau kulitnya yang tidak terlalu putih, …

Lampoh Tanjong

Langit mulai gelap, sesekali suara gemuruh terdengar menggelegar diikuti dengan sambaran kilat yang menukik hingga ke serambi rumah. Anak-anak yang tadinya bemain dihalaman rumah kini telah berpindah ke seuramoe. Begitu juga dengan tetangga-tetangga yang sedang memasak dibelakang, buru-buru memindahkan pekerjaannnya kebawah rumah, beginilah enaknya kalau Rumoh Aceh, dibawahnya bisa dipergunakan, setidaknya untuk kondisi darurat seperti ini.

Hujan turun sangat lebat, suaranya mengalahkan suara dari mesin kukur kelapa yang sedang dipegang oleh Asnawi, orang-orang terpaksa harus berteriak untuk tetap bisa berkomunikasi. Kasian yang tua-tua seperti Mak Cut dan Po Rabiah. Urat-urat lehernya sampai kelihatan kalau sudah berbicara.

“Asnawi…!!! Asnawi…!!!” Teriak Mak Cut. Tapi yang dipanggil masih asik dengan kelapa ditangannya. Mulutnya bergumam-gumam melantunkan lagu Saleum-nya Bidjeh yang sedang naik daun. Kayak ulat saja.

“Hai…Asnawi!!!” Kali ini Mak Cut sudah ada dibelakang Asnawi, menyengg…

Kunang Kunang Perempuan

Laki-laki adalah ular berkepala dua, hati-hatilah dengan mereka. Kadang mereka juga singa, yang selalu tidak pernah merasa kenyang dan puas. Sekali waktu ia seperti lebah yang mengantarkan madu-madu asamara tapi lain kali ia malah menyengatmu dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Begitulah selalu Sara meyakinkan dirinya, bahwa laki-laki adalah ular, singa dan lebah yang jahat. Karena itu ia harus mematuk sebelum dipatuk, mengeram sebelum dikoyak-koyak dan menyengat sebelum disengat. Ia harus bisa berlemah lembut tetapi kemudian harus menjadi jahat dan nakal. Begitulah Sara menyelematkan dirinya sekaligus melampiaskan dendamnya kepada laki-laki.
Malam terus merangkak, bulan tampak sabit diatas langit sana, bintangpun tidak banyak bertaburan. Langit gelap. Sara masih saja sibuk dengan rokok-rokoknya yang bertaburan dilantai, jam di nokia 3100-nya sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Kulit kacang berserakan dilantai, sebotol fanta besar tinggal seperempatnya saja.
Begitulah Sara, dia…