Kamis, 28 Desember 2006

Malam Jahanam*

"maka air dimana-mana, air, air, air, air, air, air, air dimana-mana, dimana-mana air, banjir, banjir, banjir, banjir air, air banjir dimana-mana, dimana-mana banjir air, air banjir dimana-mana, dimana-mana air, dimata-mata air, air mata, air mata, air mata, air mata, air mata, air mata, air mata, air mata..."

teman saya mengirimkan air berulang-ulang, maka saya membacanya dengan berulang-ulang, berulang-ulang, berulang-ulang, saya amati dan saya pahami berulang-ulang, terus berulang-ulang, berulang-ulang hingga akhirnya saya membalas " kau menawarkan ide yang berat kawan" setelah sebelumnya saya mengatakan "aku sedang mati ide! ada saran?"

entah kenapa setiap kali saya berada diluar 'wilayah kekuasaan' saya, saya sering sekali mentok dengan urusan ide ini. hmm...tapi tidak juga, tepatnya ketika saya berada dirumah teman yang satu ini. suasana kamarnya yang cukup terang membuat saya seperti tidak bisa menangkap aura-aura gaib untuk menelurkan ide saya. suara radionya yang selalu ramai membuat saya kesulitan konsentrasi, anehnya itu terjadi kalau saya berada dirumahnya, tapi kalau ditempat sendiri, sebising apapun sekejap saja pasti selesai sebuah catatan kecil, sambil ngobrol dan sarapan pagi kalau saya mau sebuah cerpen bisa juga selesai, mm...ada apa ditempat mu kawan? sampai-sampai saya harus meminta tim SAR untuk mengantarkan idenya kepada saya malam-malam?

dirumah, tepatnya dikamar, ide persis seperti tikus-tikus yang berkeliaran diatas loteng, kadang juga pada botol-botol air mineral yang berjejer didekat lemari, atau juga pada donat-donat yang ada tabur kacang atau keju diatasnya, mm...bisa juga pada lingerie atau g string yang tergeletak diatas kasur, dan memang ada tulisan saya yang idenya dari sana. betapa sebuah under wear pun begitu berharganya bagi saya untuk membantu proses mengandung anak-anak tulisan. kadang juga pada sebatang rokok dan segelas kopi, tapi kalau yang ini hanya sebagai pelengkap saja sesekali.

bushet!!! saya benar-benar mati ide malam ini, menulis catatan ini pun dengan bantuan aura-aura gaib yang jauh dari seberang sana. dengan nafas yang tertahan-tahan dan mata yang merem melek sambil sesekali berteriak gila! bushet! gilaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!! hahaha....malam ini memang gila!!! badanku terkungkung tak seperti biasa, hatiku berteriak dan aku kesakitan. bushet dah....bener kata mu mas....malam ini memang gila....



*judulnya diganti setelah ngobrol dengan yang memberi air
Previous Post
Next Post

Coffee addicted and mother of words

0 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)