Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2009

Hilang

ia menjelma menjadi udara
namun hadir dengan suhu di luar kelaziman
ia sering ada namun dengan wujud yang tak lagi terdefinisikan

dan aku mulai tak peduli
walau sebenarnya ingin menyublimnya
lalu meletakkannya di tempat biasa


biarlah cerita berjalan dengan skenario alamiah
bahwa bukan permulaan yang menjadi soalan
tetapi bagaimana cara menyelesaikannya

Komitmen

sediakan aku sepuluh orang yang semangat, dan satu orang yang mempunyai komitmen, maka dintara ke duanya aku akan memilih satu orang yang mempunyai komitmen. seseorang yang mempunyai semangat belum tentu mempunyai komitmen yang bagus sementara orang yang mempunyai komitmen sudah pasti memiliki semangat.


banyak aku menemui orang yang begitu menggebu-gebu, bersemangat dan tampak sangat antusias, ceritanya akan membuai siapapun yang mendengarnya, tulisannya memukau, membuat orang terpana betapa ia sangat pintar. tapi ia tak punya komitmen, meski untuk dirinya sendiri. dan akhirnya ia hidup sebagai orang kebanyakan yang nyaris tak punya pengaruh apapun, bahkan pada titik ekstrimpun barangkali ia tak dapat mempengaruhi dirinya sendiri.

sebuah komitmen dimulai dari sebuah keputusan, keputusan untuk menjalankan sesuatu yang telah direncanakan dengan baik dan terperinci di atas kertas.
komitmen, kata yang belakangan menjadi begitu berarti bagi diriku sendiri. maka, setiap ada yang bertanya apa y…

Teruntuk

Mei semakin dekat, setahun yang lalu aku berjanji untuk menemuimu pada mei kali ini, aku ingin bernostalgia, merasakan lembut wajahmu dan bening matamu pada pagi mei yang sejuk, seperti beberapa tahun yang lalu.

masih ingat? ketika kita berjalan kaki menaiki bukit kotamu yang tinggi. lalu mendorong mobil menuju atas yang terseok-seok menahan beban yang berat. aku ingin mengulangnya, sebab mei subuh bertahun-tahun yang lalu telah memberikan kenangan yang begitu membekas di hatiku. bahwa aku mempunya seseorang yang sangat berakal budi dan perasa selembut jiwa.

aku ingin menapaki kembali kota bukitmu, sambil menggandeng tanganmu mesra dan sesekali memeluk punggungmu yang kokoh, betapa aku sangat nyaman dalam dekapmu. suaramu yang lembut dan ceria, seperti isyarat bahwa hidup hanya ada keceriaan dan keindahan.

tatkala aku bercerita tentang galau yang semakin galau, kau mengingatkanku bahwa apa saja bisa terjadi di dunia ini. dan kau, meski tak pernah tahu telah memberikan kekuatan yang luar …

Rahim Cinta

ini kali yang tak terhitung ketika berbicara dan menulis harus terus menerus mengambil tema tentang cinta. mungkin memang cinta demikian uniknya hingga ia terus menerus hidup dan ada dalam ingat orang-orang sesuai dengan zaman yang mereka lalui. karena begitu unik ia kerap menimbulkan kebingungan yang meresah, menabrak-nabrak logika dan membuat pemiliknya terjerembab dalam arus yang pelik dan terjal.

ini bukan pula kali pertama aku mendengar gelisahnya, tatkala ia bercerita tentang cintanya yang berakhir tidak happy ending. dan seperti kali-kali sebelumnya, sebagai orang yang tak begitu memahami cinta ( cinta dalam pandanganku berbeda dengan bercinta) memandangnya sudah merupakan jawaban yang sakral, manik matanya yang hitam berkedip-kedip, sambil mendendang mengayun buah hati yang katanya lahir dari benih cinta. yang umurnya belum genap 60 hari tersebut.

cinta? mungkin benar ia dilahirkan dengan benih cinta dari rahim cinta yang agung. tapi benarkan si pemilik benih itu benar-benar me…

Lelaki dan Hujan*

Rintik-rintik hujan masih tersisa satu-satu, menghadirkan aroma tanah basah yang segar. Dingin yang menggigit tulang membuatku berkali-kali merapatkan jaket. Rambutku basah dan sebagian pakaianku juga basah karena terlalu lama berdiri dipinggir jalan menunggu angkutan kota yang akan mengangkutku pulang kerumah. Tapi sampai setengah jam aku bediri, belum ada satupun angkot dari arah Ulee Kareeng yang melintas. Tak habis-habis kumaki diriku sendiri, mengapa tadi lebih memilih naik angkutan umum dan meninggalkan sepeda motorku dirumah. Beginilah jadinya, kehujanan, dan akan kemalaman sampai dirumah. Aku benci sekali suasana seperti ini, berdiri dipinggir jalan dalam keadaan matahari sudah tenggelam. Dan sebentar lagi azan magrib akan menggema di belantara cakrawala, menerobos mendung dan kegelapan. Menyeru para pencinta Tuhan untuk membawanya pada tarian zikir dengan senandung-senandung doa yang khusuk.Rasa kesal ku masih belum berkurang, sekonyong-konyong ingatanku me…

Perubahan itu Rencana

pada tahapan tertentu dalam hidup, kadang-kadang ada fase di mana diri kita menjadi sangat asing, apakah dilihat dari sudut pandang diri kita sendiri, keluarga, teman-teman atau mungkin lingkungan sekitar. semuanya adalah karena pergerakan yang menimbulkan perubahan. orang yang proaktif dan fleksibel cenderung akan berubah, perubahan ini bisa saja menuju perubahan positif atau malah sebaliknya, perubahan negatif, tergantung kecenderungan orang tersebut.


berbicara tentang perubahan memang menarik, tapi yang paling penting adalah mengetahui dengan baik apa perubahan itu. bagaimana memulai sebuah perubahan dan apa yang harus dilakukan jika perubahan itu terjadi. berbicara tentang perubahan adalah berbicara tentang konsep dan perencanaan, secara lebih spesifik lagi hal mendasar yang harus kita tahu adalah seperti apa diri kita.

dari ke empat karakteristik manusia, yang mana yang paling dominan dengan diri kita, kolerik kah, melankolik kah, plegmatis atau bahkan sanguis. atau barangkali ada …

Aku adalah Apa yang Aku Fikirkan

sejak kecil saya selalu punya keinginan untuk menjadi berbeda dari orang kebanyakan. walaupun ketika itu belum tergambar dengan jelas menjadi berbeda yang seperti apa. mungkin dari sini pulalah proses kreatif saya berawal, saya senang berimajinasi, membayangkan hal yang indah-indah dan menantang, yang dalam imajinasi saya hanya saya yang bisa melakukan tantangan tersebut.

untuk menjadi berbeda dari orang kebanyakan memang tidak mudah, karena dengan begitu harus ada hal-hal berbeda yang bisa kita lakukan. ketika kuliah dulu, saat on the job training saya memilih sebuah media sebagai sarana, dan itu akhirnya jadi wacana dalam keluarga, entah darimana informasi itu tersebar yang jelas saya pernah ditegur oleh ibu, beliau takut saya jadi wartawan. dan tak lama setelah itu, saya benar-benar jadi wartawan di sebuah surat kabar nasional.

ketika selesai kuliah teman-teman yang lain memilih pulang ke kampung untuk berbakti pada sekolah-sekolah dasar, saya lebih memilih bekerja serabutan di sini…

Perindu Sempurna

entah mengapa tiba-tiba saya menjadi sangat gugup, berkeringat dan tangan gemetar, jari jemari berubah pucat dan lemas. segaris senyum tipis membentuk membayangkan apa yang tengah terjadi pada diri sendiri. untuk menghilangkan rasa gugup ini sayapun melakukan beberapa hal kecil seperti meremas-remas tangan, merapatkannya dan meniup-niup agar hangat, dan terakhir melepas kaca mata. tetapi tindakan ini juga tidak efektif, dan saya masih gugup, jantung berdebar kencang dan hati seperti bergetar.

saya kembali tersenyum, dalam perjalanan beberapa menit yang lalu, di sebuah tikungan tiba-tiba sesuatu terlintas di benak saya. bagaimana bila saya bertemu dengan seseorang yang saya sangat sayangi dan dia bertanya "apakah saya merindukan dia?". ketika itu saya berfikir keras, kira-kira jawaban apa yang akan saya jawab. lalu, entah darimana timbullah ide. kalau benar pertanyaan itu ada saya akan menjawab begini " Rindu itu seperti obat, kalau digunakan sesuai dosis dia akan bermanf…

Kepada Lelaki Luarbiasa

Sejak mengenalmu aku ingin sekali untuk...untuk apa ya? Oh ya, untuk menatap matamu, memeluk pinggangmu, merebahkan kepalaku dipundakmu, menyentuh pipimu lalu mengecupnya penuh cinta. Sejak mengenalmu, sejak mendengar suaramu, sejak kita bercanda, sejak kau menjalari hatiku dengan cinta dan sayangmu. aku ingin sekali untuk.... ya untuk memeluk dan menciummu. Untuk mengatakan betapa aku sangat mencintaimu.

Bercelana Jeans, kita duduk berdampingan, aku ingat sekali, pada suatu malam, di bulan Januari, pada pertengahannya di awal tahun ini. Adalah kebahagiaan tak terhingga ketika aku bisa menemanimu duduk di suatu tempat, menyaksikan suapan demi suapan ke mulutmu, sambil melihat kiri dan kanan kau berdesis...."ayo suapi aku"

Aku tertawa. Lama kita tak bercanda, lama hangat tak menjalari tubuhku, dan lama aku tidak berdesir. Setiap detik bersamamu selalu menimbulkan getaran yang menyenangkan dan mendebarkan. "Aku tak ingin menyuapi makanmu, tapi ingin menciummu..."bal…