Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2009

Isyarat Malam

Tentu, tak semua hal harus diceritakan dengan detil. Malam itu kucoba tertawa sambil menyembunyikan sesuatu dari wajahku. Aku takut ia melihatnya dan ia bisa menebaknya. Aku tersipu, sebab begitu cepatnya kenangan itu kembali hadir dalam ruang ingat yang memang tak pernah sengaja untuk dilupakan begitu saja.


Masih terhitung bulan, tentu masih sangat segar rupanya, wanginya masih menyemerbak dalam hati ini, dan semangatnya masih terpancar seperti sinar perak yang selalu dipersembahkan Bulan kepada malam. Yang selalu kujadikan perumpamaan. Aku tersenyum, mengulum cerita yang memenuhi rongga jiwa.

Bila malam. Adakah malam jemu kepada Bulan? Atau siang yang enggan Mentari datang? Dan bila mendung atau hujan datang, apakah itu karena Malam yang memintanya atau Bulan yang mengirimkannnnnya? AKu berfikir lain, karena di sanalah letak kenikmatan percintaan Malam dan Bulan.

Seperti bulan yang tak selalu purnama. Rindu juga ada pasang surutnya, kadang ia sabit ketika dekat dan ingin menjadi purnam…

Anomali Mimpi

Tak ada yang mengalir seperti air
Begitu saja
Sebab celahnya juga adalah goresan
Lalu yang berikutnya adalah mengikuti

Hati telah mencengkeram
Lalu bagaimana jiwa ingin melepaskan?
Mimpi yang datang menjelang pagi
Adalah anomali dari sebuah kenyataan
Antara mengingat untuk melupakan
atau melupakan untuk mengingat

Lalu, seperti apa itu kesenangan?
Dengan memeluk pinggang pagi kah
atau dengan menjerat malam dalam pelukan

Sekali lagi,
Tentang musim yang berganti
Basah yang menjadi kering
Lalu kering yang menjadi basah
Diantara pergantian keinginan

----------------------------
kepada seseorang; teringat aku pada dua pertemuan antara pagi dan malam
singkat yang menyenangkan, senang dalam singkatan