Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Aku Pernah Bertanya

Pada langit senja aku pernah bertanya;Bisakah duri menusuk angin?
dan
Seberapa jauh angin sanggup menerbangkan daun?

Aku dan Koran Bekas

SAAT masih duduk di bangku Sekolah Dasar dulu, nyaris tak ada koran bungkusan cabai atau bawang yang terlewatkan olehku. Meski keadaannya sudah lusuh namun tetap menjadi sumber bacaan yang mengasyikkan.

Paling menyenangkan saat musim lebaran tiba, karena koran-koran yang digunakan untuk membungkus baju baru ukurannya lebih besar. Otomatis bahan bacaan yang bisa kubaca lebih banyak dan bervariasi.

Ketika itu orang tuaku tinggal di pelosok kampung yang bahkan listrik pun belum ada. Jangankan bicara mengenai sumber bacaan yang berlimpah, bahkan gedung sekolah kami waktu itu sebagiannya hancur karena ter(di)bakar saat konflik tahun 90-an. 

Aku menyaksikan sendiri saat lidah api dan asap tebal muncul dari salah satu ruangannya. Waktu itu aku belum bersekolah. Aku menyaksikannya dari dalam keranjang rotan di jok belakang motor ayah. Pengalaman mengungsi pertama di usia yang belum genap lima tahun.

Saat jam istirahat di bekas reruntuhan itulah kami bermain pasar-pasaran dan bongkar pasang. (jang…

Lelaki Kecil Penjaja Bendera di Trotoar Jalan

"Bendera, Pak! Bendera!"  Seorang anak merapatkan wajahnya ke sebuah mobil di persimpangan lampu merah di Simpang Kodim Banda Aceh, sore pekan lalu. Di tangannya ada sejumlah bendera Merah Putih berukuran mini. Usianya kuperkirakan belum genap lima belas tahun. Pakaiannya tampak lusuh. Kakinya hanya beralaskan sandal jepit. Saat mendongak, nampak jelas rasa lelah menggantung di wajahnya yang terbakar matahari.  Pemandangan itu masih bercokol di ingatanku hingga hari ini. Saat membayangkannya kembali, ada rasa terenyuh di hati ini. Sekaligus rasa geram, namun entah kepada siapa. Memang, di musim 17-an seperti sekarang ini melihat pemandangan orang berjualan bendera Merah Putih bukan hal yang aneh. Hanya saja, dilakukan oleh seorang anak seusia itu jelas tak bisa dianggap lazim. Melihat anak tersebut kembali aku teringat pada sebuah gambar yang dikirimkan teman di grup WhatsApp. Potret seorang anak yang terduduk di trotoar jalan, tepat di saat jam sekolah pula. Anak itu juga sedan…