Langsung ke konten utama

Pos

TERBARU

Apa yang akan Kukatakan?

Apa yang akan kukatakan pada diriku tentangmu?

Meski kau hadir di hidupku saat senja hampir tenggelam, tetapi kau masih sempat menunjukkan ranum matahari yang berwarna jingga.

Saat aku tergesa-gesa akan melangkah,
Kau masih sempat memanggil, menahanku sejenak, lalu mengatakan; jangan pernah berhenti menciptakan kebahagiaan.

Kau mengatakannya secara tersirat, dengan tatapanmu yang jenaka, dengan gelagatmu yang menggelitik.

Aku ingin bertanya, tentu saja pada diriku sendiri.
Apa yang hati kita inginkan dari sebuah pertemuan?
Dan apa yang akan dirasakan hati kita karena sebuah perpisahan?

Kita membersamai keadaan dalam waktu yang sangat singkat
Bahkan secangkir teh ini masih mengepulkan asap
Kita bahkan belum sempat membicarakan warna langit sore itu
Atau tentang rintik hujan yang menempel di pipi kita
Ah, itu bulir hujan atau air mata?

Permata Puni, 11 June 2017
Pos terbaru

Mencicipi Rendang Kelinci yang Gurih dan Maknyusss

AKU barangkali salah satu dari sekian banyak orang yang awalnya menduga daging kelinci itu nggak halal untuk dikonsumsi. Ternyata eh ternyata, kelinci itu halal kok. Sama seperti unggas kayak bebek atau ayam, atau kayak mamalia sejenis sapi dan kerbau.

Bahkan, daging kelinci mengandung protein hewani yang low kolesterol. Sangat dianjurkan bagi mereka yang menderita kolesterol tetapi tetap ingin memenuhi kebutuhan protein hewaninya.

Ngomong-ngomong soal daging kelinci, aku memang belum pernah mencoba sebelumnya. Sampai kemarin sore, saat buka bareng sejumlah anggota GamInong Blogger di Masjid Raya Baiturrahman, olahan daging kelinci menjadi salah satu menu yang kami santap.

Ceritanya Kak Aini, salah satu GIB-ers, sehari sebelum hari H udah halo-halo di grup kalau dese mau bawain daging kelinci. Tawaran itu langsung saja kami sambut dengan sukacita. Pasalnya, seumur-umur kami (aku) memang belum pernah mencoba seperti apa rasanya daging kelinci. Jadi, wajarlah ya kalau penasaran banget …

Gemuruh Hati

Adalah hati, Yang jika bergemuruh Maka gemuruhnya melebihi gemuruh langit
Adalah hati, Yang jika bergetar Maka getarnya melebihi getaran bumi
Adalah hati, Ketika ia berbicara Maka seluru panca indera akan menjadi takluk

Semangat Berlari dan Nostalgia Masa Kecil yang Penuh Petualangan

Akhir-akhir ini lagi doyan banget buat lari. Tapi karena akunya tergolong manusia berkasta 'melankoli', jadinya nggak suka lari di tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian, semisal di Lapangan Blang Padang. Sukanya di tempat-tempat yang lengang-lengang aja seperti gambar di atas. Biar bisa menikmati suasana. Itu kan 'tipikal' kasta ini banget, suka alone tapi bukan berarti lonely lho ya hehehe.
Ada tiga jalur yang menjadi rute favoritku buat lari. Pertama, jalur potong yang menghubungkan GampĂ´ng Ulee Tuy dengan Kompleks TNI di Japakeh. Kedua, rute hutan trambesi yang ada di Kompleks Rindam Mata Ie. Ketiga, rute Kuburan Cina dari Gue Gajah tembus ke Mata Ie.
Di tulisan ini aku mau cerita yang rute pertama aja dulu. Soalnya dari tiga rute tadi, yang ini paling favorit dan berkesan. Menemukan rute ini adalah kejutan tersendiri buatku. Pasalnya bertahun-tahun tinggal di Permata Punie, baru sebulan terakhir aku tahu ada jalan di dekat kawasan yang pemandangannya bikin terus…

Secangkir Kopi Hitam dan Kolase Rindu di Bawah Rumoh Aceh Ar-Raniry

"Kupi saboh, Bang," kataku.

"Kupi?"

"Yap! Kupi!"

Jawabku mantap sambil mengedarkan pandangan mencari tempat duduk yang kosong. "Bak meja nyan beh," kataku lagi sambil menunjuk sebuah meja di dekat kasir.

"Jeut!" Jawab si peracik kopi dengan ramah.

Setelah sepekan absen menyesap kopi, pagi tadi akhirnya aku kembali menyeruput minuman hitam dengan aroma yang khas itu. Kali ini aku memilih Solong Corner yang lapaknya ada di bawah Rumoh Aceh di kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Seorang diri, tanpa gawai, aku menikmati pagi yang dibaluri mendung dengan menyesap kopi yang hangat. Sembari membaca tulisan-tulisan lama di majalah tempatku bekerja dulu. Ah, bukankah kopi adalah teman paling syahdu untuk menikmati kesendirian?

***


Sebenarnya ini agenda minum kopi tanpa rencana. Ceritanya, pagi tadi aku mengantar adik yang hari ini mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry.

Sate Belut; Hadiah Ultah Spesial Usia Cantik

KESENDIRIAN selalu memberikan nilai lebih buatku. Di sini, di tempat ini, bersama bayangan, aku merayakannya sendiri. Dengan sekotak donat labu ketela dan sebotol minuman ringan.
Taman Sari, Saturday Nite, 6 Mei 2017.
***
Hingga memasuki usia yang lebih dari seperempat abad ini, ulang tahun bukan hari yang spesial buatku. Merayakannya juga bukan suatu kebiasaan. Aku bahkan kadang lupa dengan hari lahirku sendiri, sampai kadang-kadang Zenja mengingatkan, dengan satu atau dua puisi yang ia kirimkan. Begitulah cara kami saling merayakannya, hanya dengan saling bertukar puisi atau surat. 
Tapi kali ini, entah mengapa aku merasa penting ingin merayakannya. Tentu saja dengan caraku sendiri. Tanpa keriuhan, tanpa kue, atau lilin yang dinyalakan hanya untuk dipadamkan. Aku merayakannya dalam senyap. 
Bahkan sejak bertahun-tahun silam, salah satu laman media sosialku sengaja 'kugembok', agar orang-orang (baca: friend list) tidak bisa menuliskan ucapan selamat happy milad, happy birthday, at…

Cemburu yang Hangat dan Berisik

Zenja,

Ada apa gerangan tiba-tiba kau muncul di mimpiku semalam? Bukankah kita sudah berjanji untuk tidak saling mengingat, tidak saling bertukar pandang, tidak saling mengunjungi, sekalipun dalam mimpi?

Ah, tapi kita tidak pernah membuat perjanjian khusus tentang itu bukan? Artinya, kita (masih) boleh saling mengingat, boleh saling bertukar pandang, boleh saling mengunjungi, sekalipun hanya dalam mimpi.

Atau, karena ini Mei. Bulan yang selalu mengembalikanmu kepadaku, seperti aku yang kembali padamu di setiap September. Bulan di mana kau selalu berusah payah untuk membuat sepotong dua potong puisi, hanya untuk mengatakan bahwa aku begitu berarti untukmu.

Entahlah, aku hanya berpikir mengapa dua orang yang sama-sama keras kepala seperti kita bisa punya cerita sepanjang ini. Jika cerita ini kuilustrasikan sebagai benang, dan kita berdua memintalnya, sudah menjadi sebuah permadani yang berlapis-lapis tebalnya.

Banyak hal yang ingin kuceritakan padamu, tentang langit jingga yang menyedo…