Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Perjanjian

Aku rindu bau tanah selepas hujan di kota itu. Sebab kita pernah menikmati rasa dengan cara yang tak biasa, seperti romansa yang dibalut kenangan, maka debar selalu saja memberi makna dengan sangat peka.

Seperti apa rupa lorong-lorong yang pernah kita lalui waktu itu? Masihkah bergelantung senyum di kolopak bibirnya? Dan seperti apa matahari yang terbit di ufuk itu? Masihkah selalu merona dengan jingga yang memeluk wujudnya?

Tak pernah habis, kata akan selalu ada untuk menjabarkan keadaan. Juga tentang lekuk-lekuk kota ini, di mana kita pernah bertemu dalam diam dengan mata mengerling. Sekedar untuk mengisyaratkan sesuatu, bahwa beginilah aplikasi dari perjanjian yang tak pernah tertulis itu.

Ah, perjanjian itu, hingga kapan akan terus kita patuhi. Mengapa tidak ada yang berani untuk melanggar, bukankah tidak ada materai yang memaksa kita untuk saling mematuhi?

Cinta, inilah debar, dan inilah warna, jingga yang selalu memberi hangat, dan degub yang selalu menterjemahkan rasa.


Foto; Mengingat Joseph Dalam Gambar

Tahun 2005 silam saya berkenalan dengan pak Joseph, saya biasa memanggil beliau pak Josh, usia tidak lagi muda, tetapi beliau memiliki pribadi yang menarik dan bersahabat, ramah dan suka bercanda. Ia sering sering mengirimkan saya foto-foto, seperti foto bunga tulip ketika ada pameran bunga Keukenhof.
Beberapa tahun terakhir kami kehilangan kontak, id ym nya tidak pernah lagi terlihat online, entah apa yang terjadi dengan beliau, semoga keadannya selalu sehat dan baik.
Berikut beberapa foto kiriman dari pak Josh yang masih tersimpan di blog saya














































Festival Keukenhof; Sepenggal Kenangan Tentang Pak Josh

Sejak tanggal 21 Maret 2012 kemarin pameran taman bunga Keukenhof  kembali digelar di Belanda, awalnya tidak ada yang istimewa dari perhelatan akbar di negeri kincir angin tersebut. Namun tiba-tiba saya terkenang pada seorang sahabat maya saya yang sudah kehilangan kontak. Namanya Joseph. Saya biasa memanggil beliau dengan sebutan pak Josh, kami berkenalan melalui program Yahoo! Messenger sekitar tahun 2005 silam, dan menjalin persahabatan yang cukup asyik dan menyenangkan. Pak Josh adalah seorang Belanda yang punya darah Indonesia, ayahnya dulu adalah seorang ‘penjajah’ yang menikahi gadis Maluku, pak Josh pernah beberapa kali ke Maluku, dan ia mengerti bahasa Indonesia. Selama pertemanan kami interaksi yang kami lakukan melalui percakapan bahasa Indonesia.