Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2007

Lelah

Sekuat apakah dunia mendikte manusia?Seperti gurita yang mencengkeram mangsanya kah?Lalu menghisap darahnya hingga tak bersisaDan saat itu baru tersadar, bahwa dunia adalah pendayaUntuk apalagiCinta telah pergiRindu telah menyublimDongkol, marah, hati tak lagi bisa bersuaraSebab pertemuan-pertemuan penting telah memenjarakan kebebasanRapat, meeting, rapat, meeting....Begitu seterusnyaO9:50 pm07, Banda AcehSelasa, 25 September 2007

For my little sister

Terbayang kembali tawa mu yang sumringahDan jeritan mu yang melengkingKaki kecil mu yang saban waktu mengayuh sepedaTak jemu ke sekolah dan mengajiSaat kau duduk mesra dengan si kuning*Tangan mu membelai kepalanyaKaki mu berayun menjulurMenatap cakrawala hidup yang membentangTemani saja dulu ibu,Nanti kalau saatnya tibaKau akan rasakan betapa indahnya duniaPenuh warna-warni, penuh pelangi, tempat berpetualang yang dahsyatAdik kecil ku yang selalu membuat rinduKita adalah anak jaman yang lahir pada waktu tak mudahPenuh desingan peluru, carut marutnya hidupHingga titik api yang kita sadari telah ada dalam rumah kitaSiapa yang akan memadamkannya?Ibu saja seorang takkan bisaKita adalah pembuka dan penutupPengawal dan peng-akhiranMari ciptakan dunia lain bagi mimpi-mimpi kitaHingga tak rugi waktu menempa kita*Kucing peliharaan09:39 pm07, Banda AcehSelasa, 25 September 2007

Kepada Tuan Han’s

Siapa bilang aku tak perhatikan kamuMemang,Aku tidak pernah uluk salam, dan tidak ketuk pintuJuga tidak tinggalkan jejakTapi apakah sebegitu parahnya ingin lupakan ku?Aku perhatikan semuanyaPigura yang bergantung didinding rumahHalaman yang semakin hijau dan asriDan juga ruang tamu yang semakin ramaiAku tak mengerti sandi-sandi ituJadi, biarkan saja aku menepi07, Banda AcehSelasa, 25 September 2007 08:01:08 pm

Untuk Zoel!

Esok genap empat puluh tahun usia muAku mengatakannya usia yang matang dan dewasaTelah ku persiapkan jauh-jauh hariSepotong surat cinta dan sebait puisi pengantarPrakata untuk yang lebih panjang, kata ku waktu ituBacalah dengan senyumanSimpanlah dalam hati sajaJangan biarkan orang tahu ZoelBahwa aku meminta mu menjadi sesuatuSelalu saja hati ku berdebarSetiap kali inisial nama mu ku sebut, atau ku tuliskanSelalu saja berkabut, dan gerimisSetiap kali mengingat kau beranama Zoel!07, Banda AcehSelasa, 25 September 2007 07:44:50 pm

Tuhan Pernah Berbisi

Ketika aku kirimkan padamu seorang teman, Aku tidak memberikan seseorang yang sempurna karena engkaupun tak sempurna. Aku mempertemukanmu dengan teman teman yang sama dengan mu, sehingga kalian dapat saling mengisi, berbagi dan bertumbuh bersama.
Jika kamu memancing ikan, ketika ikan itu terikat di mata kail, hendaklah angkat dan jagalah ia dengan baik. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia begitu saja.... Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu .. ..Begitulah juga dalam kehidupan. Janganlah kamu memberi banyakpengharapan kepada seseorang, bila memang rasa itu tidak pernah ada.Ketika kamu menyukai seseorang dan ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu bisa menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja. Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat... .. Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh, tapi cuk…

Saya Berasal darimana?

begitu mata terbeliak langsung menyambar hand phone mungil yang diletakkan didekat bantal tidur, masih pukul enam lebih tiga menit, merasa kepagian sayapun kembali memejamkan mata, dengan harapan sedikit bunga-bunga tidur akan kembali hadir. kembali mata terbuka, ternyata belum tepat pukul tujuh, kembali saya tidur lagi dan bangun lagi tepat pukul tujuh, lalu segera meraih handuk dibelakang pintu, turun ke bawah dan mandi.
selesai mandi naik ke atas lagi dilantai dua, bersiap-siap, memakai rok (tanpa atasan) langsung memakai bedak, menyisir rambut dan menggunakan scarf, baru setelah itu memakai baju, lalu terakhir kerudung. pukul setengah delapan pas beberapa buah buku sastra dan buku tulis saya masukkan ke ransel, setelah lebih dulu dijejali dengan sebuah tas plastik berisi perlengkapan mandi dan segala accesoriesnya, ada dua buah shal, yang satu warna merah dan satu warna hitam, ada satu sapu tangan besar, ada....banyak sekali, tak jarang teman-teman menyebutnya gerobok alias…