Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2006

Lelaki Lelaki Tikus

Sore yang memikat, langit-langit merah menggiring senja, diikuti rintik-rintik hujan gerimis setengah basah. Keduanya terlihat begitu kompak dan akur. Tak ada tanda-tanda saling berebut, baik matahari maupun hujan. Dari kekompakan keduanya lahirlah segaris pelangi yang melengkung indah dilangit sebelah barat sana. Melengkapi kesyahduan senja itu. Memuat siapapun yang melihat pasti berdecak kagum atas maha karya Tuhan yang dahsyat ini.
Namun tidak begitu halnya dengan Sheila, gadis itu justru ingin segera menyudahi sore itu agar bisa lekas pulang. Bukan karena dia tidaksuka hujan gerimis, bukan juga karena dia membenci pelangi. Musik yang mengalunlembut pun sama sekali tidak bisa memaksanya untuk duduk lebih lama lagi ditempat itu. Camellia-nya Ebiet G. Ade yang menjadi lagu favorite nya sejak dulu terdengar biasa-biasa saja.
Kopi ginseng yang ia pesan tadi sudah dingin, masih tersisa setengahnya tapi ia tak berniat menghabiskan minumannya. Ia menjadi tak berselera. Kehangatan yang sempa…

Cerita Sore Tentang Kematian

"say, nanti malam aku nginap ditempat mu ya? di rumah sendirian nih, sepi euy..." begitulah pesan yang saya kirimkan kepada salah seorang teman. sayangnya sebelum saya tahu pesan tersebut sudah terkirim atau belum hand phone saya drop. mati total! bisa dibayangkan kekesalan yang tiba-tiba muncul dihati? sedangkan kepastian untuk menginap menjadi tidak jelas. kalaupun pesannya sampai dan teman saya tadi membalas sudah pasti pesan itu tertunda dulu, baru setelah hand phone nya diberi nyawa pesan itu masuk. tiba-tiba terlintas untuk menelfon melalui wartel tapi sayangnya saya tidak hapal nomornya (awalnya saya berniat menulis kata sayangnya dengan sialnya, tapi kemudian teringat bahwa tidak diperbolehkan memakai kata sial), inilah kelemahan saya, susah sekali menghapal angka-angka. seingat saya hanya beberapa nomor saja yang saya hapal, seseorang yang benar-benar dekat dengan saya. dari kekesalan itulah kata-kata ini tersusun dengan rapi sampai akhirnya menjadi sebuah catan…

Alien dan Steek

Kuperhatikan bungkusan-bungkusan mie instant yang berserakan dikamarku, lebih kurang ada 6 bungkus dengan berbagai warna. Ada merah, kuning, hijau, seperti lagu pelangi-pelangi saja. Rasanyapun beraneka macam, ada yang rasa soto, ayam bawang sampai rasa sambal goreng yang ada ekstra terasinya.
Aku tersenyum kecut, sore tadi dengan sisa uang yang cuma delapan ribu lagi kubelikan sebungkus biscuit dan sebotol air mineral untuk stok makanan beberapa hari ini. Menyedihkan sekali mengingat sudah beberapa hari aku belum merasakan bagaimana rasanya nasi yang enak. Memang tidak seberapa bila dibandingkan dengan korban-korban perang di Libanon, Irak dan Palestina sana. Uangku tinggal dua ribu perak tok! Cukuplah itu untuk ongkos angkot berangkat ke kantor besok pagi.
“Hi Aline, kok bengong?”
Aku mendongak, si Steward rupanya, pria kebangsaan Amerika yang bekerja disini. Bahasa indonesianya masih patah-patah dan membuat geli siapapun yang mendengarnya. Pun begitu dia tidak malu atau canggung meng…

cinta

cinta,
ku tahu ia tak seputih kapas
tidak juga seperti noda
tapi kau bisa membuatnya lebih pekat dari noda
kau juga bisa membuatnya lebih putih dari kapas
suci, murni, bersih

cinta,
tak seindah yang kau bayangkan
tapi kau bisa membuatnya menjadi sangat indah
cinta juga tidak seburuk yang kau byangkan
tapi kamu sendiri yang menjadikannya lebih buruk

karena cinta alam ini ada
karena cinta aku terlahir
karena cinta kau dan aku bertemu
karena cinta pula kau dan aku berpisah


aku mau
kau tak persempit makna cinta
cinta itu seluas samudrasedalam lautan
setinggi awan
sekuat perasaan kita untuk saling memahami
setulus nurani kita

jatuh cintalah untuk bisa menulis

kalau ditanya pada saya, apa yang membuat mu semangat menulis? jawabannya karena saya sering jatuh cinta. lho? kok bisa? iya, mengenal BC membuatku sering menulis, melahirkan ide-ide kecil untuk ditulis walau waktu itu cuma sebatas pada lembar-lembar diary saja. kebiasaan ini akhirnya jadi kenikmatan tersendiri, saat lama tidak menulis sepertinya ada yang kosong dan hilang. aku semakin senang ketika mendapat kan job menulis diary dari teman untuk diberikan kepada mantan pacarnya, sampai tengah malam aku mengulik lembar demi lembar untuk menuliskan isi hati teman ku itu. aneh juga kalau dipikir-pikir, dia yang putus cinta kok isi hatinya disuruh tulis pada saya. inilah kelebihan orang-orang yang bisa menulis, kerahasiaan hati terjamin dengan aman. kemudian ketika mengenal Z ide ku seperti tidak pernah kering lagi, setiap malam selalu saja ada puisi atau cerita untuk ditulis. begitujuga saat mengenal U, mengenal N...hidup ini semakin hidup dengan cerita-cerita yang terinspirasi dari merek…

Berkaca Dari Sang Imam

Imam Hasan Al Bashri adalah seorang ulama terkemuka di kota Basrah, Irak. beliau dikenal sebagai ulama yang berjiwa besar dan mengamalkan apa yang beliau ajarkan. beliau juga ulama yang kharismatik, dekat dengan rakyat kecil dan dicintai oleh rakyat. beliau mempunyai seorang tetangga nasrani. tetangganya itu memiliki kamar kecil untuk kencing diloteng diatas rumahnya. atap rumah keduanya bersambung menjadi satu sehingga air kencing tetangganya itu merembes dan menetes ke kamar Imam Hasan Al Basri. namun beliau sabar dan tidak mempermasalahkan hal tersebut. beliau menyuruh isterinya untuk menadahi air kencing tersebut agar tidak mengalir kemana-mana. selama dua puluh tahun hal itu berlangsung dan Imam tidak pernah menceritakan hal tersebut kepada siapapun. beliau ingin benar-benar mengamalkan sabda Rasulullah SAW. "siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya." suatu hari Imam sakit dan tetangga nasraninya menjenguk beliau kerumah. ia merasa aneh me…

ROMANTIKA PASANGAN JIWA

oleh: Anis Matta Orang-orang di negerinya, di Mesir sana, menganggapnya pasangan cinta. Mereka menyebutnya sebagai kampiun asmara. Dody Al Fayed dan Lady Diana
adalah sebuah roman yang tragis. Dua jiwa bertemu. Tapi tanpa raga.

Mereka tidak ditakdirkan bersatu. Tapi Lady Diana dan dan Pangeran Charles adalah juga roman yang tragis. Dua raga bertemu. Tapi tanpa jiwa. Mereka pernah
ditakdirkan bersatu. Tapi tidak ditakdirkan untuk saling mencintai. Tragis. Terlalu tragis. Dua setengah milyar umat manusia yang ikut menyaksikan proses
pemakaman Lady Diana dan Dody hanya mampu menangis.

Menyatakan haru entah kepada siapa: sebab di alam jiwa mereka semua nestapa. Tapi cerita Charles dengan Camilla Parker yang entah menjadi pemicu keretakan
rumah tangganya atau tidak, menyelipkan sebuah pertanyaan besar: mengapa sang pangeran lebih tertarik dengan perempuan tua itu ketimbang Diana yang cantik
dan anggun, Diana? Bahkan ketika Camilla menjadi musuh bersama rakyat Inggris, Charles tetap menikahinya beb…

nostalgia dipagi hari

pagi ini, sebelum matahari tinggi sekali. sebelum memulai menulis memoar cinta orang biasa yang super panjang itu aku ingin sedikit bercerita tentang hari ini dan kemarin. bangun tidur pagi tadi sebelum ke kamar mandi untuk mandi tentunya pikiran telah direcoki kerudung apa yang akan kupakai nanti. tidak seperti biasanya, dari kemarin persoalan kerudung apa yang akan dipakai hari ini terus kepikiran. pasalnya gamis berwarna hijau lembut telah tergantung sejak kemarin siang. "sudah lama tidak memakai gamis." batinku ketika menyetrika baju kemarin. entah kenapa tiba-tiba keinginan untuk memakai gamis begitu kuat kemarin. setelah mandi, buka lemari, lama kubiarkan pintunya menganga. "tak ada yang cocok." gumam ku lagi. kerudung krem yang biasanya ku padukan dengan gamis hijau itu belum disetrika, kemarin belum kering dan pagi ini aku tidak mau direpoti dengan urusan setir menyetir alias menyetrika. *** memakai kerudung memang bukan lagi satu hal yang istimewa di negeri ini…

kepada siapa

angin terus mengamati meski ia tak lagi bertuip
kehampaan melahirkan gelisah dan gerah
keringat meletup-letup
senyuman yang berubah menjadi seringai
pujian yang terdengar tak lebih dari sebuah ejekan
keketusan
dalam diam diterjemahkan oleh perilaku
kepada siapa mengatakan sakit hati
kepada siapa marah akan dilampiaskan?
kepada siapa benci akan disematkan

Al Saja

biarlah untuk selanjutnya aku menyebutmu dengan al saja, rasanya tak cukup waktuku untuk mengeja namamu yang begitu panjang. abjad-abjad yang ku eja terasa seperti duri yang keluar dari kerongkonganku, meneteskan darah-darah merah yang mengental. dan aku terkapar Al, diujung tempat tidurku dengan kaki menggantung kebawah. aku kelelahan mengeja namamu hingga akhirnya aku memilih diam dan tidur. aku tidur untuk menenangkan hatiku, karena semakin sering nama al kusebut ternyata semakin sepi yang kurasa. hingar-bingar dan bising deru mesin dijalanan pun tak mampu menghalau sepi yang meneteskan darah-darah yang mengental, menetes dibantal dan membentuk lukisan-lukisan kecil.
tak adalagi yang namanya berjaga tengah malam sekarang, akupun tak peduli lagi, apakah malm masih pantas ditemani atau biarkan dia mengapung hingga pagi. lalu mengajakku berjalan menyusuri lorong-lorong gelap, aku masih berharap sebuah ke ajaiban masih terjadi. ah, keajaiban yang biasa-biasa saja. aku tidak minta yang …

Mimpi Menik

Mimpi Menik
Menik memperhatikan bapaknya yang sedang asyik menonton berita, sesekali berkomentar perihal kedatangan bush pada tangal 20 november nanti. Jelas sekali ia geram dan berang. Tapi sebagai rakyat kecil dia tidak bisa berbuat apa-apa, sama seperti tukang becak dan pedagang yang biasanya mangkal disekitar istana kepresidenan.
Bocah kelas dua sekolah dasar itupun geli sendiri dan tertawa terpingkal-pingkal melihat bapknya. Tidak lama kemudian pak Ali mengipas-ngipasi badannya dengan bajunya. Keringat-keringat kecil tampak tak beraturan didahinya.
“panas…”. Begitu komentarnya. “Menik! Menik!”. Ia mulai teriak-teriak, Menik yang dari tadi berdiri dibalik pintu makin geli melihat bapaknya.
“ada apa sih pak, teriak-teriak.”.
“coba kamu lihat listirknya mental atau enggak. Kok AC nya mati, panas bapak nih….”.
“hahahahah……”. Menikpun tak kuasa menahan gelak tawanya, buru-buru ia menutup mulutnya saat matanya bersibobrok dengan bapaknya.
“udah cepet sana lihat…kok malah ketawa.”
“ih..bapak in…

Dialog menjelang malam

dimanakah dirimu berada?
disuatu tempat
kau kutunggu lama sekali datang
kenapa kabar tunggumu tak datang?
tak tahu kukirimkan kemana
pada hati, pada air itu bersumber
baiklah, aku akan mencobanya
air yang mengalir dengan tenang
dan hati yang beriak begitu kencang?
air adalah kodrat
sedangkan kodrat tidak bisa ditentang
angin mengguncang, membuat gelombang
gelombang diciptakan oleh sikap
maka jadilah angin yang menciptakan gelombang.
berhentilah untuk menjadi buih...
hancur dihempas gelombang
karena angin tahu buih takkan melawan
bukankahhakikat cinta seperti itu?
maka hati yang tertakhluk melahirkan kebadiam
cinta...itu seperti cantik
cantik itu luka bukan?
dimanakah dirimu tinggal?
disuatu tempat yang aku bisa mengukir cintaku disana
semoga itu adalah hati
mencintai bukan dengan hati sia-sia bukan?
bolehkah aku pulang, karena petang menjelang?
apa aku pernah melarang mu untuk pulang?
pulanglah....karena air selalu mencarimuara
aku adalah dermaga: kalau boleh
tempat berkumpul semua air?
lalu kau membagikannya un…

kabar dari merpati

tidak lama setelah itu ada merpati yang datang pada ku
membawa sepotong kabar dari mu
kau mengajak ku bertemu lagi?
dan bertanya apa yang kupersiapakan untuk pertemuan selanjutnya
sempat aku berfikir,
apakah aku perlu menyiapkan setoples kacang kulit untuk menemanimu nanti bermalam-malam
atau berlembar-lembar kertas untuk kutuliskan sesuatu diatasnya dan akan kubacakan didepanmu,
atau cuma tubuhku saja yang kubawa
atau aku yang memintamu untuk menyiapkan sesuatu untukku
sapu tangan misalnya,
ah...kenapa aku baru ingat sekarang ya?
justru yang kutanyakan dimana kau akan mengatakan cinta kepadaku kalau kita bertemu nanti?
hahaha....terlalu romantis membayangkan hal seperti itu
dan aku sudah mempersiapkan jawaban untuk pertemuan berikutnya
tak perlu repot-repot kau mengemasi pakaianmu dan pergi dengan terburu-buru

kemesraan akan berganti

katakan,
ceritakan tentang definisi cinta seperti yang kau tahu
tentang balur-balur tepung yang melumuri hati
tentang karat-karat yang mulai merapuhkan kesetiaan
katakan juga tentang ucapan selamat pagi
yang kini menjadi hancur berantakan
ucapan selamat tidur yang menyuruh untuk mimpi buruk
ah,
mari, sini
ku bisikkan sesuatu tentang makna kematian
ketika aku terburu-buru memasukkan pakaian dalam tasku
aku duduk dan termangu
saat bangun tidur aku merasa hidup dari dunia lain
hahahaha....kemesraan itu akan segera berganti
yah...akan segera berganti

Arisan

Sudah pukul dua belas lebih, malam mulai sepi tapi aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Sejak tadi aku hanya bisa bolak balik kekanan dan kekiri sampai aku merasa lelah sendiri. Kepalaku terasa berat dan berdenyut.
Sementara hujan semakin lebat, bayangan kilat merembes masuk kekamarku melalui lubang ventilasi. Aku bergidik dan merasa ketakutan berada sendiri dirumah sebesar ini. Ketiga anakku menginap dirumah ibu mertuaku karena besok libur. Sedangkan pembantuku minta ijin menjenguk orang tuanya yang sedang sakit. Aku jadi merasa kesepian karena kak Evandra suamiku tidak ada dirumah. Dia baru akan pulang dua mingu lagi.
Ku tarik selimut dan kupejamkan mata, tapi sama sekali tidak berhasil. Aku meraih hand phone ku dan mencoba menghubungai kak evandra tapi sampai sepuluh kali aku menekan nomornya tetap saja tida bisa. Aku kesal dan tanpa terasa air mataku menetes. Ingin rasanya ku banting hand phone ini kalau saja tidak mengingat ini adalah hadiah dari suamiku. Aku mengirimkan sho…

Mencintai Dengan Luka

Entah sejak kapan tiba-tiba saja bumi mulai lain aromanya, padahal sejak beberapa hari yang lalu sampai tadi pagi aku mencium aroma bunga dimana-mana, aku berjalan kebelakang rumahku disana ada kebun bunga yang menebarkan aromanya hingga kesudut rumahku yang lain. Aku berjalan ke kota untuk membeli perlengkapan sehari-hari ku kawanan kembang-kembang melati turut menyertaiku dan tak henti-hentinya menyenyumiku dan mengatakan “ sebentar lagi kau akan bertemu dengan kekasih mu”. Tentu saja aku senang dan berbinar-binar mendengar itu.
Bahkan ketika mobil perlahan-lahan meninggalkan kota tempatku selama ini menetap aroma wangi itu semakin semerbak, membuatku terlelap karena buaiannya yang lembut dan menenangkan. Angin-angin yang masuk dari kaca jendela mobil seperti tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kuatnya sengatan wangi bunga-bunga melati, kenanga dan bunga cempaka. Angin-angin itu membuatku dingin tapi sama sekali aku tidak mengeluh. “sesaat lagi kau akan bertemu dengan kekas…

Sebelum Mengeluh

Sebelum kamu mengeluh...

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali!
Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan!
Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan!
Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya! Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup!
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat!
Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul!
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan!
Sebelum k…

Brankas Kehidupan

bukan berarti matahari ikut tenggelam ketika seseorang kehilangan cintanya untuk beberapa saat, air mata yang terus-terusan keluar juga tidak akan mengahadirkan air bah dalam kehidupan. tulang-tulang boleh saja melunglai sejenak, dan tidak ada yang melarang ketika dada terasa sesak dan naik turun menahan amarah dan kecamuk di dada. berikut sepatah dua patah makian atas kekesalan yang tidak tersalurkan. hidup memang rajutan perca-perca berwarna warni, bercampur-campur antara keindahan dan kekurang sempurnaan. namun, dalam setiap kesempurnaan yang terlihat itu pasti ada setitik jelaga hitam menempel, dan dalam ketidak sempurnaan akan ada banyak keistimewaan. keistimewaan terbesar dalam hidup adalah cinta. aku terlahir karena cinta, aku dibesarkan dengan cinta, dan aku menjalani hari-hari dengan cinta. cinta membuatku percaya akan pepatah-pepatah yang kadang sering tak masuk diakal. berjaga-jaga hingga larut malam, menembus panas dan kadang dingin yang menggigil, membuatku kelelahan dan …

Jangan Paksa Aku Jatuh Cinta Padamu

seorang lelaki paruh baya bercerita kepadaku
dengan keparauan suaranya
dia bilang:
kalau aku jatuh cinta padamu, aku tidak ingin bertepuk sebelah tangan
karena aku terlalu lelah mencintai sendiri
aku cuma tersenyum dan menjawab dalam hati,
aku pun sayang padamu tapi jangan paksa aku jatuh cinta padamu
kadang, dalam hati kecilku aku seperti telah menjadi pengkhianat. tapi percayalah bukan itu berarti aku tidak lagi cinta pada mereka. aku sangat-sangat mencintai mereka, aku sangat menyayangi mereka.
berulang kali dia mengatakan, aku tidak ingin bertepuk sebelah tangan.
berapa kali lagi ku bilang, aku susah jatuh cinta.
dia mengusap wajahku dengan lembut,kau seperti mengembalikanku pada masa lalu yang begitu indah katanya. saat aku baru pertama kali mengenal cinta dan merasakan jatuh cinta.
yah...cinta sering kali mengherankan. membingungkan dan kerap kali membuat orang kehilangan logika. jangan paksa aku untuk jatuh cinta padamu
karena kau tahu untuk siapa cintaku

Purnama Yang Tak Biasa

keluar sebentar untuk melihat bulan bolehkan?
purnama malam ini
ada yang tak biasa seperti purnama-purnama sebelumnya
purnama kali ini tidak ada pena untuk menggariskan sebuah inisial
purnama kali ini tidak ada keinginan untuk memeluk pasir
juga keinginan untuk bercinta
walaupun sebenarnya percintaan itu sudah terjadi
secepat kilat
sebelum aku sempat mengatakan aku berani telanjang didepanmu
aku mau keluar sebentar,
melihat langit yang mendung
lalu memelukmu mewakili hujan dari langit
aku tidak lagi bercerita tentang hujan
maksudku....aku akan menundanya
sampai aku benar-benar bisa menghilangkan bekas cupanganmu diseluruh tubuhkua
ku biarkan kau menggigit tubuhku
seperti aku mengikhlaskan kau menggigit hatiku
purnama kali ini memang berbeda
ada yang berdera-derai
ada yang jatuh beserakan
dan serpihannya melukai banyak hati
purnama yang tak biasa
entah siapa yang salah
aku atau pasir