Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Kunang Kunang

Kaulah kunang kunang itu. Bahkan kerlip bintang pun tak sanggup mencuri hatiku. Ah, tapi tidak! Kau bukan mencuri tapi meluluhkan hatiku. Kita bercengkerama tentang senja yang tak pernah terselesaikan. Perlukah kita bertanya mengapa matahari perlu tenggelam, agar langit selalu terang? Karena malam adalah sekat tak berlapis namun tak pernah mampu kita tembusi.

Kita bicarakan tirai yang tak perlu disibak. Sebab kaulah kunang kunang itu! Kau mengubah kegelapan menjadi percikan kesenangan yang tak pernah usai. Dan aku, penyuka malam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari gelap.

Kita perlu menabung rindu, agar gebu tak berlalu begitu saja. Rasanya sangat ingin kembali ke siang itu, saat dimana debar dan gugup bercampur menjadi satu. Aku ingin kembali ke tatapanmu dalam diam yang teramat panjang.[]

Tentangmu; Wahai Isra Masjida!

Pagi tadi, saat bangun tidur mendadak aku merasa seperti orang linglung. Ini masih bulan Mei kan? Ya, dan Mei sudah hampir berakhir. Ada seseorang yang berulang tahun di bulan ini, tapi aku lupa tanggal berapa. Aku mengingat-ngingat, mengapa Facebook tak pernah mengirimkan pengingat soal ini. Hm... di zaman serba canggih ini rasanya hampir semuanya kita harapkan pada teknologi. Ah, biarlah nanti kutanyakan saja pada orangnya langsung. Aku berniat meneleponnya untuk menanyakan kepastiannya, jika sudah terlewati aku tetap akan mengucap Happy Birthday yang tertunda itu :-)

Dan.... betapa surprisenya ketika satu setengah jam kemudian membuka akun Facebook, ternyata seseorang itu berulang tahun hari ini. Ah, inikah yang disebut sebagai kontak batin itu? Jika iya, ini benar-benar luar biasa sebab komunikasi kami beberapa tahun ini tidak lagi seintens dulu.

Siapakah seseorang itu?

Namanya Isra Masjida. Aku biasa memanggilnya Kak Isra. Di phonebook namanya kutulis Sist Isra. Mengapa ia teras…

Bunga Ini Untukmu

Bunga ini untukmu,  yang telah menemaniku melarung senja ke ufuk waktu yang telah mengirimkan debar di ujung semilir bayu yang telah menyematkan geletar paling rasa dalam diriku Bunga ini untukmu,



Jadi Pelajar di Tengah Kepungan Konflik

Baru ingat kalau kemarin (Kamis, 8 Mei) adalah hari terakhir Ujian Nasional bagi pelajar SMP sederajat di seluruh Indonesia. Bagi mereka yang baru saja selesai UN bolehlah menarik napas lega sesaat, sembari menunggu hasil pengumuman pada awal Juni nanti.

Lima belas tahun lalu aku juga seorang pelajar SMP lho (mendadak ingat umur :-D), masih terekam jelas bagaimana hari-hari terakhirku sebelum seragam putih biru itu benar-benar kutanggalkan. Di masa-masa ini banyak kejadian yang sama sekali tak pernah kuharapkan terjadi. Potongan-potongan kejadian itu sampai sekarang masih terus membekas di ingatan. Tak mau hilang. Tak mau pergi!

Waktu SMP aku kost di Idi Rayeuk, Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur sekarang. Aku sekolah di SMP N 1 Idi Rayeuk, fyi kalau Wakil Gubernur Aceh yang sekarang juga alumni SMP tersebut. Waktu masuk SMP dulu umurku baru sebelas tahun (aku tidak TK, belum genap lima tahun sudah keterima di SD) jadi memang masih anak-anak banget. Rasanya tak bisa dibayangkan anak sekec…

Definisi Cinta yang Tak Pernah Kita Bicarakan

Apa artinya cinta?

+++

Hujan baru saja turun, rintiknya belum sempurna kering, daun-daun mungkin lebih riang sekarang setelah panas menghantamnya bertubi-tubi sejak beberapa hari ke belakang.

Aku, mematung di tepi jendela, menatap bulir-bulir hujan yang jatuh di tepi beranda. Dingin merasuk ke pori-pori, membuatku terpaksa merapatkan tangan.

Aku teringat kamu, ya, kamu yang pernah bertukar cerita tentang hujan denganku. Kamu yang selalu mengirimkan kehangatan ketika aku terserang dingin karena gigil menahan rindu. Kamu yang berubah menjadi musim-musim yang selalu kuperlukan.

Jangan Under Estimate, Sinetron Ini Asli Indonesia Kok!

Plagiat sedang "naik daun" agaknya, sejak pertengahan Februari lalu sampai hari ini kata plagiat sering sekali saya dengar. Berawal dari kasus Anggito Abimanyu yang salah satu artikelnya di Kompas diduga memplagiat tulisan orang lain. Berlanjut pada salah satu cerpen pemenang lomba Perhutani yang sempat menjadi polemik di dunia maya. Karena terbukti plagiat cerpen bersetting hutan Kalimantan itu akhirnya dibatalkan oleh dewan juri.

Pagi tadi begitu membuka situs berita tersiar kabar kalau sinetron terbaru di RCTI yang berjudul "Kau yang Berasal dari Bintang", diduga menjiplak drama Korea berjudul "Man from the Star". Beberapa teman juga ada yang men-share di Facebook. Walau tak seheboh polemik lomba cerpen Perhutani, tapi seru juga mengikuti komen-komen di Facebook. Apalagi di berita ditulis kalau stasiun tv Korea Selatan, SBS berencana untuk menggugat RCTI. Hm, berarti ceritanya bakal panjang :-)