Langsung ke konten utama

Tentangmu; Wahai Isra Masjida!

Kak Isra (fb)

Pagi tadi, saat bangun tidur mendadak aku merasa seperti orang linglung. Ini masih bulan Mei kan? Ya, dan Mei sudah hampir berakhir. Ada seseorang yang berulang tahun di bulan ini, tapi aku lupa tanggal berapa. Aku mengingat-ngingat, mengapa Facebook tak pernah mengirimkan pengingat soal ini. Hm... di zaman serba canggih ini rasanya hampir semuanya kita harapkan pada teknologi. Ah, biarlah nanti kutanyakan saja pada orangnya langsung. Aku berniat meneleponnya untuk menanyakan kepastiannya, jika sudah terlewati aku tetap akan mengucap Happy Birthday yang tertunda itu :-)

Dan.... betapa surprisenya ketika satu setengah jam kemudian membuka akun Facebook, ternyata seseorang itu berulang tahun hari ini. Ah, inikah yang disebut sebagai kontak batin itu? Jika iya, ini benar-benar luar biasa sebab komunikasi kami beberapa tahun ini tidak lagi seintens dulu.

Siapakah seseorang itu?

Namanya Isra Masjida. Aku biasa memanggilnya Kak Isra. Di phonebook namanya kutulis Sist Isra. Mengapa ia terasa istimewa? Hm, ini tak terlepas dari cerita masa lalu saat kami masih sama-sama kuliah di Fakultas Ekonomi Unsyiah. Kak Isra ini kakak kelasku di Jurusan Akuntansi. Kami sama-sama menyukai hal-hal yang berbau sastra.

Aku tak ingat lagi kapan persisnya kami mulai berteman, tapi aku ingat kapan pertama kali melihatnya. Di ruang kelas, waktu itu Kak Isra mengambil mata kuliah yang sama denganku karena harus mengulang. Entah semester berapa, yang pasti ruang kuliahnya di lantai dua di gedung belakang (PAP). Sejak pertama kali melihatnya aku sudah terkesan, wajahnya terlihat teduh dan sepertinya menyenangkan. Belakangan aku tahu ada tahi lalat di bibirnya, dan artinya.... dia tak hanya suka menulis tapi juga suka berbicara hihihihi.....

Sejak itu kami mulai menjalin pertemanan. Setelah merasa cukup nyaman dan dekat, aku mulai sering berkunjung ke kost-annya yang sempat pindah beberapa kali di kawasan Darussalam. Kami saling bertukar cerita hidup, dan entah mengapa cerita-cerita itu sampai sekarang masih melekat jelas di ingatan.

Soal mengapa kami menjadi begitu 'dekat' kurasa karena kami termasuk golongan orang-orang Maibe, orang-orang yang lahir di bulan Mei. Kami punya kesamaan sifat; sama-sama keras kepala, ngotot, dan kadang menyebalkan. Makanya kalau dia sudah mulai 'ceramah' sebaiknya diam dan iyakan saja semuanya. Biar cepat berhenti bicaranya hahaha.

Kak Isra;

Banyak sekali yang ingin kutulis tentangmu, tapi di sela-sela kesibukan ini aku hanya mau mengatakan Happy Milad saja dulu. Aku sengaja tidak menuliskannya di wall Facebookmu, karena kamu istimewa. Mereka yang istimewa tentunya akan mendapatkan perlakuan istimewa juga kan? Menurutku ini istimewa, karena tidak mengucapkannya di jejaring sosial :-D

Semoga Tuhan terus bersama hari-harimu yang penuh warna, memudahkan setiap jalan kebaikan yang kau idam-idamkan. Memberi keberkahan di usiamu, ini bukan soal berapa angka usia kita sekarang, tapi soal apakah kita sudah sematang usia kita? Dan aku yakin, kau sudah melampaui itu semua.

Happy milad my beloved sista :-*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meranti dan sintrong, dua jenis sayuran hutan paling membekas di ingatanku

SAAT menuliskan ini aku sedang dalam kondisi tak "baik", entah kenapa sejak siang tadi aku kurang begitu semangat. Mungkin juga karena sudah beberapa hari ini badanku ngga begitu fit, semalam malah sempat homesick dan rasanya pengen pulang ke kampung. Sampai-sampai menetes air mata dan rindu begitu kuat sama almarhum ayah.

Saat-saat rasa "galau" itu melanda, tiba-tiba Mbak Adel yang di Bandung posting gambar eceng gondok yang akan disayur. Jujur saja seumur hidup aku belum pernah makan daun itu. Di Aceh daun eceng gondok biasanya dijadikan pakan bebek. Tapi aku -dan juga keluarga- suka sekali dengan daun genjer, yang habitatnya sama seperti eceng gondok. Sama-sama hidup di air. Yang oleh kebanyakan masyarakat Aceh lainnya juga dijadikan pakan bebek. Melihat postingan Mbak Adel ini teringat saat masih anak-anak, ibuku sering memasak daun-daunan liar.

Aku akan memutar ulang beberapa cerita masa kecilku tentang jenis sayur-sayuran, yang aku yakin hanya orang-orang &q…

Mau Cantik, Kok Ekstrem?

TIDAK seperti biasanya, pagi tadi pagi-pagi sekali bibi sudah membangunkanku. Padahal beberapa menit sebelum ia masuk ke kamar, aku baru saja menarik selimut. Berniat tidur lagi karena hari Minggu. Tapi...

"Kak, bangun!" katanya. Meski dia bibiku aku tetap saja dipanggilnya 'kakak'. Maksudnya 'kakak' dari adik-adik sepupuku. "Coba lihat wajah Bibi," sambungnya sebelum aku menjawab. Aku bangun.

Dan ops! Untung saja aku bisa mengontrol emosiku. Kalau tidak aku pasti sudah berteriak. Kaget dengan perubahan wajahnya. 

"Merahnya parah ngga?" cecarnya.

"Parah!" jawabku. Jujur.

Setelah menyampaikan 'uneg-uneg' soal wajahnya yang mendadak berubah itu si bibi kembali masuk ke kamarnya. Mungkin tidur. Mungkin mematut wajahnya di cermin. Aku, tiba-tiba saja nggak selera lagi untuk tidur.

Bibiku seorang ibu muda yang mempunyai tiga anak. Umurnya sekitar 32 atau 33 tahun. Perawakannya mungil, kulitnya putih kemerahan. Dengan kulitnya yang p…

I Need You, Not Google

Di era kecanggihan teknologi seperti sekarang, mudah sekali sebenarnya mencari informasi. Kita tinggal buka mesin pencari, memasukkan kata kunci, lalu bisa berselancar sepuasnya.
Saking mudahnya, kadang-kadang kalau kita bertanya pada seseorang dengan topik tertentu tak jarang dijawab: coba cari di Google. Jawaban ini menurut hemat saya ada dua kemungkinan, pertama yang ditanya benar-benar nggak tahu jawabannya. Kedua, dia malas menjawab. Syukur dia nggak berpikir 'ya ampun, gitu aja pake nanya' atau 'ni orang pasti malas googling deh'. 
Kadang kita kerap lupa bahwa kita adalah manusia yang selalu berharap ada umpan balik dari setiap interaksi. Ciri makhluk sosial. Seintrovert dan seindividualis apapun orang tersebut, dia tetap membutuhkan manusia lain.
Selengkap dan sebanyak apapun 'jawaban' yang bisa diberikan oleh teknologi, tetap saja dia tidak bisa merespons, misalnya dengan mengucapkan kalimat 'gimana, jawabannya memuaskan, nggak?' atau saat dia me…