Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Ayah in Memoriam

Ini tahun kelima kepergian ayahku; Nurdin bin Yusuf Puteh. Bagiku kepergian ayah terasa sangat cepat, usianya belum genap 50 tahun ketika itu. Ia masih muda dan gagah. Apa yang kutulis saat ini mungkin hanya berupa luapan emosi, tetapi ini adalah proses membekukan sejarah. Di lain waktu aku akan menulis cerita-cerita lain tentang ayahku. ________________________


JANUARI hampir berakhir. Saat aku mulai menuliskan ini waktu di timer laptopku menunjukkan angka 22:53 pm, Senin, 28 Januari 2013. Januari akan berakhir pada tanggal 31, sesuai timer di laptopku berarti tiga hari lagi; 29,30 dan 31.
Januari memiliki arti tersendiri bagiku, bagi ibuku dan juga bagi adik-adikku. Sebelas hari lalu, tepatnya pada tanggal 16, ayahku meninggalkan kami semua karena penyakitnya. Itu terjadi lima tahun silam; 2008.
Lima tahun, bisa jadi waktu yang sebentar, bisa jadi sangat lama, namun yang pasti jika 365 x 5 berarti sudah 1.825 hari ayahku meninggalkanku, meninggalkan ibuku dan juga adik-adikku. Selama i…

Tetap Menulis Meski Bukan di Blog

MENULIS merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Bagi sebagian orang menulis mungkin proses membekukan sejarah, atau (waktu?) Mungkin karena hasil tulisan itu bisa dinikmati di waktu bertahun-tahun kemudian. Sehingga seolah-olah waktu saat ini atau masa lalu bisa dibawa ke masa depan.

Bagi saya sendiri menulis tak ubahnya seperti obat atau suplemen. Menulis menjadi semacam terapi ketika saya sedang mengalami kekalutan. Banyak hal-hal tak mengenakkan dalam hidup saya akhirnya "sembuh" dengan terapi tulisan yang saya lakukan.

Menulis bukan hal sulit bagi saya, satu-satunya yang membuat sulit adalah kemalasan. Saya ingat, sejak masih duduk di Sekolah Dasar, tak pernah mengalami kesulitan setiap kali pelajaran mengarang. Namun baru intens menulis sejak saya punya blog pada tahun 2006 silam. Ya, blog!

Ngomong-ngomong soal blog, saya ingat kembali, sejak setahun terakhir sangat jarang mengupdate blog saya. Jika pun ada itu hanya satu-satu. Di catatan arsip blog saya, selama tahun 2…

Surat Cinta untuk Kekasihku

Dear my beloved,
Cinta, maafkan aku, setelah bertahun-tahun melalui waktu bersama aku masih sering dihinggapi berbagai pertanyaan tentangmu. Aku menyadari sekarang bukan lagi seperti masa itu, saat kita baru pertama kali jatuh cinta, saat-saat di mana kita sangat mudah mengatakan cinta, mengungkapkan rindu dan menyatakan perasaan.
Memang bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan semua skenario takdir ini, walau aku kerap merasa seolah-olah kita baru berkenalan kemarin dan berteman hari ini. Memang, entah sudah berapa banyak cerita yang lahir dari rahim kebersamaan kita, tetapi aku seperti tak pernah kehabisan kata untuk menuliskannya. Semua cerita tentangmu seperti tak pernah kering.
Aku seperti baru bangun tidur, lalu merasakan kehadiranmu yang jauh tiba-tiba menjadi dekat, tetapi dekatnya engkau terselubung oleh tabir yang tipis, aku bisa menyaksikanmu dengan leluasa, begitu juga engkau, tapi kita terhalang oleh tabir yang tipis itu; orang-orang di sekitar kita.
Cinta, jika saja aku t…

Kapal di Atas Rumah, Objek Tsunami di Gampong Sadar Wisata

Objek tsunami, selain berfungsi sebagai tempat tujuan wisata juga menjadi tempat untuk merenung akan kebesaran Illahi. Salah satu tempat yang memenuhi dua kriteria di atas adalah objek wisata Kapal di atas Rumah di gampong Lampulo, kecamatan Kuta Alam Banda Aceh.
Matahari masih tinggi ketika saya sampai di sini, panasnya terasa menyengat kulit dan saya terpaksa memicingkan mata. Namun, saat melihat kapal besar yang bertengger di atas rumah saya pun takjub. Sejenak ingatan saya kembali pada masa beberapa tahun silam, sebuah peristiwa besar bernama tsunami yang terjadi di akhir desember 2004. Yang merenggut ratusan ribu korban jiwa dan memporak-porandakan berbagai infrastruktur di Aceh. Peristiwa besar itu pula yang membawa kapal seberat 20 ton ini tersangkut di atas rumah penduduk di kawasan gampong Lampulo, tepatnya di atas rumah keluarga Misbah dan Abassiah. Sekarang mereka tinggal di Geuceu Komplek.