Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Caraku memaknai puasa

HARI ini keempat kalinya aku berbuka puasa di kantor. Pada hari-hari tertentu seperti piket dan deadline, aku memang berbuka puasa di kantor jika tidak memungkinkan untuk pulang. Kalau pun pulang ya setelah berbuka dan salat magrib langsung balik lagi. Pulangnya nanti setelah semua pekerjaan atau tugas beres. Sekitar pukul sebelas malam.

Selama puasa boleh dibilang tidak ada ritme pekerjaan yang berubah. Seperti biasa aku tetap sudah berada di kantor pukul delapan pagi. Hanya saja pulang sorenya lebih awal, sekitar pukul lima atau setengah enam sore. Beban kerja juga seperti biasa, tapi karena aku menyukai pekerjaanku semua itu ya mengalir saja, sejauh ini aku sangat menikmatinya.

Ngomong-ngomong soal kerja di bulan puasa, aku sendiri merasa takjub. Soalnya aku nggak merasakan dampak berpuasa seperti yang banyak dikeluhkan orang. Aku tidak merasa kecapean atau kelaparan atau kehausan seperti layaknya orang berpuasa. Bisa jadi ini karena aku selalu menjaga sahur dan asupan air yang cu…

Jika engkau puisi

Jika engkau puisi maka setiap detil tubuhmu adalah narasi

Rasa yang tak pernah habis kutulisi

Atau kuceritakan

Senyummu adalah sajak yang lebih manis dari embun pagi

Yang selalu meninggalkan jejak tiap kali usai mengecupnya

Yang selalu menghadirkan gigil di antara kepungan rindu


Selamat Hari Puisi

Cinta dan rindu untukmu

Mister eF

KEMARIN sore aku buka puasa bareng Ferhat dan Atien, keduanya saat ini menjadi rekan kerjaku di tempat yang sama. Ini merupakan kali kedua aku buka puasa bareng Ferhat, sebelumnya sore Minggu, 21 Juli 2013, bareng Nurul Fajri, wartawan di The Globe Journal yang biasa dipanggil Sinyak.

Kali ini aku mau cerita soal Ferhat, sosok teman yang satu ini menurutku cukup menyenangkan. Meski dia lulusan Sarjana Ekonomi tapi selera humornya tinggi. Orangnya easy going menurutku. Doi baru sebulan lebih bergabung di tempatku bekerja, tapi kami sudah kenal lama. Aku dan Ferhat satu kampus, hanya beda angkatan saja. Meski usia kami sama, aku dua tahun lebih awal masuk kuliah dibandingkan Ferhat. Kemarin sore baru tahu ternyata si Ferhat sempat nganggur setahun. Tapi aku lupa nanya, nganggurnya di mana, apa tamat TK, SMP atau SMA.

Pemuda yang pernah bekerja sebagai teller bank ini seorang penulis. Karyanya bertebaran di mana-mana, kadang-kadang aku iri sama keahliannya yang satu ini. Nah, cerita soa…

Mak, maafkan aku nggak feminim

HARI ini sudah dua pekan ibadah puasa berlalu, artinya dua pekan lagi seluruh umat muslim di dunia akan menyambut hari besar Idul Fitri. Termasuk saya, yang selalu menyambut momen ini penuh suka cita dan hati girang. Apalagi kalau bukan karena bisa pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga.

Ngomong-ngomong soal hari raya, identik dengan baju baru meski itu bukan perkara wajib. Nah di keluarga kami hal ini juga berlaku, meski tak pernah bermewah-mewah tapi belum sekalipun alpa melewati tradisi ini. Biasanya sepekan sebelum hari raya ibu akan mengajak anak-anaknya ke kota untuk berbelanja pakaian.

Nah, saya sendiri sejak kecil termasuk tipe anak yang bukan tukang protes. Apa yang dibeli itu yang saya pakai, kalaupun tidak suka biasanya saya simpan di hati saja. Saya berfikir sudah dibelikan sudah syukur, jangan malah neko-neko. Sejak kecil ibu selalu membeli saya pakaian yang kasual seperti jeans, kemeja atau t-shirt. Setelah saya agak besar baru ibu sering membelikan saya baju pere…

Paradok cinta; Antara ingin melepaskan dan takut kehilangan*

MALAM kemarin aku bertamu ke rumah tante sekaligus untuk berbuka puasa bersama di rumahnya. Karena kedatanganku tanpa pemberitahuan jadinya tante nggak nyiapin apa-apa. Menu berbuka nyaris tak ada yang istimewa, juice timun suri, balado tongkol, sayur rebus dan sambal terasi, beberapa potong risol dan tiga bungkus sate yang kubawa.
Acara buka puasa berlangsung akrab dan menyenangkan, sambil bercerita kami menyantap hidangan ala kadar itu dengan lahap. Setelah acara makan-makan selesai satu persatu di antara kami beranjak untuk menunaikan salat magrib. Setelah itu kami bersantai sambil melanjutkan obrolan yang tadi tertunda. Tiba-tiba tanteku nyeletuk. “Si kakak sudah punya calon,” katanya.
Si “kakak” yang dimaksud tanteku adalah anaknya yang nomor dua, adik sepupuku. Deg! Rasanya bagai ada yang tertohok di hatiku paling dalam. Serta merta, sambil kepala mengangguk-ngangguk dan bibir mekar tersenyum mendengar sambungan cerita tante, hitungan matematisku terus berlangsung dengan kilat.
Si …

Rindu Kampung

HARI ini Minggu, 14 Juli 2013 tepat memasuki hari kelima Ramadan. Saat-saat menunggu waktu berbuka adalah prosesi paling menyenangkan. Khususnya bagi saya, meski sajian berbuka tidak terlalu mewah tetap saja menjadi sangat istimewa. Apalagi kalau bukan momen berbukanya yang menjadi ajang berkumpul dengan keluarga tercinta.

Hari ini saya berbuka di kantor. Sembari menunggu waktu berbuka, saya mendengarkan lagu dan beberapa artikel di internet. Sampai akhirnya saya memilih untuk menulis catatan kecil ini di blog ketika ingatan saya melayang pada jarak beratus-ratus kilometer di Timur Aceh.

Hari pertama puasa yang jatuh pada Rabu, 10 Juli kemarin saya masih berada di sana. Menikmati momen berbuka puasa bersama keluarga tercinta, ibu, adik, ipar dan juga keponakan yang lucu dan menggemaskan. Kami berbuka puasa dengan antusias, menikmati hidangan yang sudah disiapkan sejak sore, ada kurma, es timun cincau, dan juga lauk-pauk.

Bagi saya momen seperti itu sangat berharga mengingat jarang sek…