Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Catatan di RSZA: Diagnosa Penyakit Mak

MAK perempuan yang hebat, kuat dan tegar. Beliau lahir di Tamiang 47 tahun silam. Di usianya yang belum genap setengah abad, Mak mempunyai segudang kisah hidup yang jika ditulis bisa menjadi berjilid-jilid. Kepingan alur cerita hidupnya sering menjadi pengantar tidur saat kami masih kecil. Dibandingkan kisah bahagia, lebih banyak cerita satir yang membuat mata berembun ketika mendengarnya. Tapi Mak mampu melewati semuanya dengan tegar. Mak tak pernah mengeluh apalagi menyesali takdir hidupnya.

Kini ketegaran itu seolah takluk pada penyakit yang dideritanya. Hampir dua bulan Mak terbaring di ranjang rumah sakit. Pindah dari satu ruang ke ruang lain. Bobot tubuhnya menyusut drastis, matanya cekung, senyum di bibirnya seketika hilang, kalah pada sakit yang menggerogoti tubuhnya. Tenaganya ikut sirna, bahkan untuk memegang piring atau gelas saja tak kuat lagi. Saya bersyukur sebab harapannya untuk sembuh tidak ikut tenggelam, walaupun kadang-kadang tampak sesekali binar matanya meredup.

Catatan di RSZA; Ketika Kami Jadi Warga Rumah Sakit

MENJADI warga rumah sakit? Sama sekali tidak pernah terlintas di benak saya, apalagi hingga berpuluh-puluh hari. Sekeren dan setinggi apapun tipe rumah sakit tersebut, tetap saja saya dan keluarga tidak pernah mengidam-idamkannya untuk menjadi salah satu pasiennya.

Kenyataannya hingga hari ini, Rabu, 28 Oktober 2015, sudah 53 hari kami menjadi warga rumah sakit. Enam hari di RS Graha Bunda Idi Rayek, sisanya di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh. Semua cerita ini berawal dari sakitnya Ibu; perempuan terkasih yang saya panggil Mak.

Hampir dua bulan berada di rumah sakit bukanlah waktu yang sebentar. Banyak hal yang kami (saya) rasakan namun sulit untuk diungkapkan, apalagi dituliskan. Sebagai orang yang beriman, kami tidak lupa kalau ini bagian dari Qada dan Qadar-nya Allah. Saya selalu menguatkan Mak agar ikhlas dan sabar (bukan berarti menyerah), karena sakit akan menggugurkan dosa-dosa kecil seseorang. Sedangkan saya sebagai anak, menjadikan kondisi ini sebagai ladang amal …